Temuan Belalang Pink bikin Gemas di Dunia Maya

RR Ukirsari Manggalani | Lintang Siltya Utami
Temuan Belalang Pink bikin Gemas di Dunia Maya
Belalang pink terjadi karena adanya mutasi genetik [Shutterstock].

Kondisi pink pada belalang ini terjadi karena adanya mutasi genetik.

Suara.com - Seekor belalang berwarna pink atau merah muda ditemukan secara tak sengaja oleh bocah lelaki berusia tiga tahun asal Austin, Texas, Amerika Serikat. Karena warnanya yang mencolok, sang ibu Allison Barger pun memotret penampakan belalang pink yang ditemukan putranya dan mengirimnya ke stasiun berita lokal KXAN.

Akun Twitter resmi KXAN @KXAN_News pun mengunggah foto belalang berwarna pink itu pada 17 Februari.

"Wow! Lihatlah belalang merah muda langka yang ditemukan di taman SW Austin ini. Pernahkah Anda melihat sesuatu seperti ini? Foto milik Allison Barger," cuit @KXAN_News dalam kolom keterangan.

Dilansir dari IFL Science, meskipun benar-benar langka dan tidak biasa, warna mencolok dari belalang pink ini sebenarnya bukanlah sesuatu yang baru dan unik.

Warna belalang ini disebabkan turunnya warna ke mutasi genetik yang disebut erythrism, terkait dengan kelebihan produksi pigmen merah dan kekurangan pigmen gelap, yang disebabkan oleh gen resesif. Hal ini sama seperti albinisme, melanisme, dan leucisme.

Ikan pari pink. [Instagram]
Ikan pari pink. Sebagai ilustrasi [Instagram]

Erythrism telah terlihat pada berbagai satwa, mulai macan tutul "strawberry blond" di Afrika Selatan hingga ular di Georgia. Meskipun jarang, erythrism tampaknya paling sering terjadi pada belalang. Banyak orang-orang dari Jepang hingga Irlandia dan sekarang Texas telah menemukannya.

Erythrism pertama kali didokumentasikan pada 1887 dalam spesies katydid dan biasanya terlihat dalam nimfa atau belalang muda. Namun sayangnya, belalang pink ini paling cepat mati karena warna tubuhnya yang terlalu mencolok dan tidak bisa berkamuflase di antara dedaunan yang hijau.

Kasus satwa dengan warna pink yang mencolok juga terlihat pada satu-satunya manta ray pink yang ditemukan pada 2015. Ikan ini dijuluki Inspektur Clouseau dan tinggal di Australia. Keberadaannya menjadi sorotan setelah fotografer Kristian Laine memotretnya di perairan sekitar Pulau Lady Elliot dan mengunggah fotonya di Instagram.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS