alexametrics

Wow! Bahan Lego Dapat Bertahan Hingga 1.300 Tahun di Lautan

Dythia Novianty | Lintang Siltya Utami
Wow! Bahan Lego Dapat Bertahan Hingga 1.300 Tahun di Lautan
Anak-anak sedang asyik bermain lego. (Shutterstock)

Mainan plastik Lego memiliki potensi bertahan di lautan.

Suara.com - Plastik telah menjadi limbah bagi Bumi selama bertahun-tahun, termasuk yang berada di lautan dan mengancam keselamatan ekosistem laut. Menurut penelitian baru, mainan plastik Lego memiliki potensi bertahan di lautan, selama lebih dari satu milenium.

Diperkirakan sekitar 440 miliar bagian dan potongan LEGO telah diproduksi sejak perusahaan mainan itu memulai memproduksinya pada 1949. Hampir 30 tahun lalu, sebuah wadah yang berisi jutaan potongan Lego terbuang ke laut di pantai-pantai Inggris Barat Daya.

Para ilmuwan dari University of Plymouth melakukan penelitian, untuk menentukan berapa lama mainan itu bisa bertahan di lingkungan laut. Tim ahli melakukan analisis terhadap 50 potongan Lego yang terbuat dari polimer umum yang dikenal sebagai acrylonitrile butadiene styrene (ABS).

Setiap bagian Lego dikumpulkan oleh organisasi lokal di sepanjang pantai Inggris Barat Daya, diidentifikasi menggunakan papan, dan tabung yang berbeda serta nomor desain spesifik dalam struktur interior Lego.

Baca Juga: Tancap Gas, Oppo Reno5 Meluncur Bulan Depan ?

Meskipun plastik di lautan bersifat persisten, para ilmuwan menulis dalam jurnal Environmental Pollution bahwa itu masih akan mengalami degradasi foto-oksidatif dan tekanan fisik ketika terkena unsur-unsur, seperti perubahan warna dan hilangnya massa.

Setiap Lego yang ditemukan di lautan dicuci, ditimbang, diukur, dan dibandingkan dengan blok serupa yang belum terkena elemen. Para peneliti kemudian menggunakan spektrometer -ray fluorescence (XRF) untuk mengkonfirmasi usia masing-masing bagian berdasarkan susunan kimianya.

Ilustrasi lego. [Shutterstock]
Ilustrasi lego. [Shutterstock]

Berdasarkan pengukuran ini, para ilmuwan menyimpulkan bahwa blok Lego individu dapat bertahan di lingkungan manapun mulai dari 100 hingga 1.300 tahun. Sementara Lego yang lebih tua memiliki keausan yang lebih terlihat dan menunjukkan kekuatan struktural yang lebih rendah.

"Kami menekankan pentingnya orang membuang barang-barang bekas dengan benar untuk memastikan barang itu tidak menimbulkan masalah potensial bagi lingkungan," ucap Dr Andrew Turner, associate professor dalam Ilmu Lingkungan, seperti dikutip laman IFL Science.

Sebuah perbandingan dengan Lego lain menunjukkan bahwa mainan di lautan rata-rata berusia sekitar 40 tahun. Secara teori, blok-blok itu lebih padat daripada air laut pantai dan harus tenggelam, tetapi mainan plastik ini terdampar di bawah kondisi pasang surut dan meteorologis tertentu seperti terjebak dalam rumput laut atau hanyut setelah angin darat yang kuat dan gelombang besar.

Baca Juga: Samsung Resmi Hadirkan Galaxy M11, Ini Spesifikasinya

Komentar