Parah! Ditemukan Trojan Berbahaya dalam Aplikasi Pendeteksi COVID-19

Dythia Novianty | Tivan Rahmat
Parah! Ditemukan Trojan Berbahaya dalam Aplikasi Pendeteksi COVID-19
Malware di smartphone. [Shutterstock]

Para peretas menyelipkan malware berbahanya bernama trojan Ginp pada aplikasi pendeteksi COVID-19 bernama Coronavirus Finder.

Suara.com - Ketakutan masyarakat terhadap virus corona (COVID-19), dimanfaatkan oleh peretas keamanan siber untuk meraup untung dari kondisi ini. Pasalnya, mereka menyelipkan malware berbahanya bernama trojan Ginp pada aplikasi pendeteksi COVID-19 bernama Coronavirus Finder.

Perusahaan kemanan siber Kaspersky menggambarkan bahwa aplikasi Coronavirus Finder tampil dengan antar muka (user interface, UI) sederhana. Pasalnya, aplikasi ini hanya menunjukkan jumlah orang yang terinfeksi virus corona di sekitar pengguna.

Bagi pengguna aplikasi yang penasaran dan ingin tahu lokasi mereka di sekitar orang terkena virus corona atau tidak, pengguna diharuskan untuk membayar 0,75 euro sekitar Rp 13 ribuan.

Jika pengguna setuju membayar untuk melihat lokasi orang yang terinfeksi virus corona, maka tampilan akan dialihkan ke halaman pembayaran. Di halaman ini, pengguna awam akan diminta untuk memasukkan informasi detil tentang data kartu kredit mereka.

Gejala dan Penanganan Pasien Covid-19
Gejala dan Penanganan Pasien Covid-19

Alih-alih mendapatkan informasi tentang lokasi orang yang terinfeksi Covid-19, data kartu kredit pengguna justru sudah melayang ke tangan hacker karena sudah dipindahtangankan oleh trojan Ginp.

Meskipun kejahatan siber ini masih menargetkan pengguna yang tinggal di Spanyol, namun Kaspersky memperkirakan pelaku akan memperluas area serangannya ke negara lain.

Meski trojan Ginp bukan malware baru, namun Kaspersky baru melihat trojan yang biasa menyerang sektor perbankan justru dipakai untuk meraup untung dari pandemi.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS