Haruskah Hewan Peliharaan Melakukan Tes Virus Corona?

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Jum'at, 03 April 2020 | 08:30 WIB
Haruskah Hewan Peliharaan Melakukan Tes Virus Corona?
Ilustasi seorang anak kecil bersama hewan peliharaannya. [Shutterstock]

Suara.com - Sebuah kasus yang menyebutkan hewan peliharaan pertama terinfeksi virus Corona (COVID-19), dilaporkan pada akhir Maret. Kucing itu menderita diare, muntah, dan kesulitan bernapas.

Pada hari yang sama, Departemen Pertanian, Perikanan, dan Konservasi Hong Kong melaporkan bahwa seekor anjing Pomeranian berusia 17 tahun juga terinfeksi oleh virus Corona.

Meski kasus-kasus hewan peliharaan yang terinfeksi virus ditemukan belakangan ini, para ahli di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) menekankan bahwa anjing dan kucing memiliki risiko yang kecil untuk menulari manusia.

"CDC tidak memiliki bukti bahwa hewan peliharaan dapat menyebarkan COVID-19, dan tidak ada alasan untuk berpikir bahwa hewan peliharaan mungkin menjadi sumber infeksi, berdasarkan informasi yang kita miliki saat ini," ucap Casey Barton Behravesh, direktur One Health Office di Pusat Nasional untuk Penyakit Menular dan Zoonosis.

Walau begitu, para dokter hewan menginginkan lebih banyak informasi. Meskipun tes manusia mungkin bekerja pada hewan, para tim medis kekurangan pasokan alat penguji dan di sisi lain, dokter hewan lebih suka melakukan tes spesifik menurut spesies.

Beberapa laboratorium telah mengembangkan tes COVID-19 untuk hewan peliharaan, tetapi belum ada yang mulai menerapkannya secara luas. Departemen Pertanian AS (USDA) telah menyarankan untuk tidak melakukannya, dan banyak ahli khawatir hal ini akan menimbulkan ketakutan yang tidak beralasan.

Ilustrasi virus corona Covid-19. [Shutterstock]
Ilustrasi virus corona Covid-19. [Shutterstock]

"Kami tidak memiliki bukti bahwa hewan peliharaan dapat menularkan virus, karenanya kami sangat membutuhkan (lebih banyak) informasi," ucap Timothy Baszler, direktur eksekutif Laboratorium Diagnosis Penyakit Hewan Washington (WADDL).

WADDL sendiri mengumumkan telah mengembangkan tes COVID-19 untuk hewan peliharaan pada 2 minggu yang lalu. WADDL menciptakan pengujiannya atas permintaan lembaga kesehatan hewan setempat dan federal.

Para pejabat khawatir karena panti jompo di Kirkland, Washington, yang merupakan salah satu tempat wabah COVID-19 pertama di Amerika Serikat pada awal Maret, juga merupakan rumah bagi sejumlah kucing.

Anjing dan kucing memiliki banyak reseptor sel yang sama dengan yang dimiliki manusia, yang dapat diikat oleh virus dan selama wabah sindrom pernapasan akut pada 2003 lalu, para ilmuwan melaporkan bahwa kucing dapat terinfeksi oleh virus dan menularkannya ke kucing lain.

Tes hewan peliharaan COVID-19 yang dijalani WADDL, mirip dengan tes pada manusia.

Tes ini menggunakan reaksi rantai polimerase (PCR) untuk memperkuat RNA dari virus. Baszler mengatakan, ia dan tim ahli mengembangkannya dengan lusinan sampel usap (swab) hidung dan tenggorokan dari kucing dan anjing yang dikumpulkan dari Amerika Serikat bagian barat.

Meskipun tidak satu pun dari hewan-hewan tersebut yang terinfeksi COVID-19, tes ini mampu mengambil virus dalam sampel unggulan dan tidak keliru dalam mendeteksi virus Corona jenis lainnya.

Baszler mengatakan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyetujui diagnostik dan WADDL dapat mulai melakukan tes hingga 100 hewan peliharaan per hari, jika diperlukan.

Sementara itu, IDEXX Laboratories, sebuah jaringan global lebih yang terdiri dari 80 laboratorium diagnostik, juga mengumumkan tes COVID-19 untuk hewan pada pertengahan Maret.

Sama seperti tes WADDL, tes ini didasarkan pada PCR dan dikembangkan menggunakan sampel dari kucing dan anjing. Namun dalam kasus IDEXX, pengembangan uji juga menggunakan sampel kuda.

Perusahaan ini telah menganalisis lebih dari 4 ribu sampel, termasuk spesimen dari hewan dengan gangguan pernapasan.

Anjing pakai masker. [Shutterstock]
Anjing pakai masker. [Shutterstock]

"Semua memiliki hasil negatif," lapor Jim Blacka, direktur senior perusahaan. "Jika ada kebutuhan untuk mulai menguji hewan peliharaan, kami siap untuk mengkomersialkannya dan membuatnya tersedia secara luas."

Dilansir laman Science Mag, meski begitu ada beberapa hambatan untuk menerapkan tes COVID-19 pada hewan. Masalah utama adalah kurangnya urgensi.

Terlebih, di Amerika Serikat saja ada sekitar 150 juta anjing dan kucing. Jika hewan peliharaan dapat dengan mudah terinfeksi virus Corona, banyak kasus pasti akan dilaporkan. Namun faktanya, hingga saat ini tidak ada yang melaporkan lonjakan infeksi virus Corona pada hewan peliharaan.

USDA telah merilis FAQ pada minggu lalu yang berisi tentang pengujian hewan peliharaan. Menurut laporan, saat ini pengujian untuk hewan peliharaan hanya akan dilakukan jika USDA menemukan kasus penyebaran virus Corona dari hewan peliharaan ke manusia.

Laporan itu secara dapat mencegah laboratorium melakukan pengujian secara luas pada hewan tanpa persetujuan USDA. Baszler mengatakan, saat ini masih tidak jelas apa yang harus dilakukan jika hewan peliharaan dinyatakan positif terkena virus.

Kucing pakai masker. [Shutterstock]
Kucing pakai masker. [Shutterstock]

Baszler menambahkan, ia bekerja sama dengan para ahli dokter hewan untuk mengembangkan rencana pengujian pada hewan peliharaan. Ia mengatakan jika upaya itu dimulai, fokus pertama harus pada hewan yang tinggal bersama dengan pemilik yang telah dinyatakan positif.

Jika hewan-hewan itu positif juga, dokter hewan dapat mempelajarinya untuk menganalisa lebih lanjut, tentang bagaimana virus mempengaruhi kucing dan anjing.

Untuk saat ini, Behravesh menyarankan untuk merawat hewan peliharaan seperti memperlakukan diri sendiri. Jika pemilik sakit, maka batasi kontak dengan hewan peliharaan dan hindari hewan peliharaan orang lain saat berada di luar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siapa Lebih Rentan Tertular Virus Corona Covid-19, Kucing atau Anjing?

Siapa Lebih Rentan Tertular Virus Corona Covid-19, Kucing atau Anjing?

Health | Kamis, 02 April 2020 | 17:10 WIB

Yang Perlu Diketahui Pemilik Hewan Peliharaan saat Pandemi Corona

Yang Perlu Diketahui Pemilik Hewan Peliharaan saat Pandemi Corona

Video | Kamis, 02 April 2020 | 06:30 WIB

Indonesia Pakai Rapid Test untuk Uji Corona, Pakar: Murah dan Tidak Tepat

Indonesia Pakai Rapid Test untuk Uji Corona, Pakar: Murah dan Tidak Tepat

News | Rabu, 01 April 2020 | 16:25 WIB

Anjing & Kucing Bisa Terinfeksi Corona, Ini yang Harus Dilakukan Pemilik

Anjing & Kucing Bisa Terinfeksi Corona, Ini yang Harus Dilakukan Pemilik

Health | Senin, 30 Maret 2020 | 16:47 WIB

Terlalu Mewah, Anjing Kesayangan Sehun EXO Pakai Selimut Louis Vuitton

Terlalu Mewah, Anjing Kesayangan Sehun EXO Pakai Selimut Louis Vuitton

Lifestyle | Jum'at, 27 Maret 2020 | 12:16 WIB

Hewan Peliharaan Bisa Tularkan Covid-19, Benarkah?

Hewan Peliharaan Bisa Tularkan Covid-19, Benarkah?

Health | Senin, 23 Maret 2020 | 11:22 WIB

Terkini

Vivo X Fold 6 Siap Guncang Pasar HP Lipat, Kamera 200 MP dan Baterai 6.900 mAh Jadi Andalan

Vivo X Fold 6 Siap Guncang Pasar HP Lipat, Kamera 200 MP dan Baterai 6.900 mAh Jadi Andalan

Tekno | Kamis, 18 Juni 2026 | 10:20 WIB

Saat Sepak Bola Bertemu Teknologi, SSD Edisi Argentina Hadir untuk Era Konten Digital

Saat Sepak Bola Bertemu Teknologi, SSD Edisi Argentina Hadir untuk Era Konten Digital

Tekno | Kamis, 18 Juni 2026 | 09:57 WIB

4 Rekomendasi Smartwatch Desain Stylish, Cocok buat Olahraga atau Nongkrong

4 Rekomendasi Smartwatch Desain Stylish, Cocok buat Olahraga atau Nongkrong

Tekno | Kamis, 18 Juni 2026 | 09:43 WIB

Dari Narik Ojol ke Bangku Kuliah, Gojek Berangkatkan Mitra Driver Kuliah Gratis di UI hingga UGM

Dari Narik Ojol ke Bangku Kuliah, Gojek Berangkatkan Mitra Driver Kuliah Gratis di UI hingga UGM

Tekno | Kamis, 18 Juni 2026 | 08:58 WIB

Asus ROG Zephyrus Duo Resmi Meluncur, Laptop Rp129 Juta dengan Dua Layar OLED dan RTX 5090

Asus ROG Zephyrus Duo Resmi Meluncur, Laptop Rp129 Juta dengan Dua Layar OLED dan RTX 5090

Tekno | Kamis, 18 Juni 2026 | 08:03 WIB

5 Cara Menghilangkan Iklan di HP Android agar Lebih Nyaman dan Bebas Gangguan

5 Cara Menghilangkan Iklan di HP Android agar Lebih Nyaman dan Bebas Gangguan

Tekno | Kamis, 18 Juni 2026 | 07:15 WIB

Terpopuler: Cara Nonton Piala Dunia 2026 di HP, Kekayaan Elon Musk Saingi Bitcoin

Terpopuler: Cara Nonton Piala Dunia 2026 di HP, Kekayaan Elon Musk Saingi Bitcoin

Tekno | Kamis, 18 Juni 2026 | 07:05 WIB

Mengapa Peluncuran GTA 6 Begitu Lama? CEO Take-Two Kembali Buka Suara

Mengapa Peluncuran GTA 6 Begitu Lama? CEO Take-Two Kembali Buka Suara

Tekno | Rabu, 17 Juni 2026 | 21:00 WIB

Adu Spek iQOO 15R vs POCO X8 Pro Max, Pilih HP Flagship Killer yang Mana?

Adu Spek iQOO 15R vs POCO X8 Pro Max, Pilih HP Flagship Killer yang Mana?

Tekno | Rabu, 17 Juni 2026 | 20:26 WIB

Cara Nonton Piala Dunia 2026 di HP Pakai Saluran Resmi dan Legal

Cara Nonton Piala Dunia 2026 di HP Pakai Saluran Resmi dan Legal

Tekno | Rabu, 17 Juni 2026 | 18:55 WIB