Definisi Perkumpulan Sesungguhnya di Tengah Pandemi COVID-19

Dythia Novianty | Lintang Siltya Utami | Suara.com

Selasa, 07 April 2020 | 15:00 WIB
Definisi Perkumpulan Sesungguhnya di Tengah Pandemi COVID-19
Ilustrasi virus corona. (Shutterstock)

Suara.com - Penyebaran virus Corona (COVID-19) membuat orang di seluruh dunia harus melakukan physical distancing. Pemerintah Amerika Serikat melakukan pembatasan pertemuan besar, berusaha untuk mengurangi definisi "pertemuan besar" itu sendiri.

Awalnya, pemerintah melarang pertemuan di atas 1.000 orang, kemudian 250, semakin menurun menjadi 100, lalu 50, dan 10. Pada akhirnya, memberlakukan pelarangan untuk setiap pertemuan, kecuali bersifat sangat penting.

Tetapi, hingga saat ini tidak ada penjelasan ilmiah yang menyebutkan jumlah tertentu untuk suatu perkumpulan hingga bisa dibilang "besar". Padahal, mendapatkan jawaban yang pasti sangat penting karena angka yang terlalu besar tidak bisa memutus rantai penyebaran, sementara angka yang terlalu kecil bisa berdampak pada terhambatnya laju kehidupan dan mata pencaharian.

"Saya tidak mengetahui adanya pemodelan kuantitatif yang menginformasikan keputusan itu," ucap Lydia Bourouiba, seorang ahli fisika dan epidemiologi di MIT.

Tapi sekarang, sebuah penelitian baru menyediakan beberapa pemodelan. Meskipun tidak ada ukuran pasti, tetapi setiap penanggulangan wabah dan penyebarannya memiliki ambang batas, dan jumlah tersebut kemungkinan besar bukan nol.

Dalam penelitian yang telah diunggah di arXiv.org pada 12 Maret, lima pemodel epidemi menunjukkan secara matematis bagaimana epidemi dapat dikendalikan tanpa melarang semua masyarakat berkumpul.

Model ini termasuk versi "friendship paradox". Model tersebut menjelaskan bahwa ketika epidemi menyerang jaringan pertemanan yang lebih banyak koneksi, hal itu bisa menjadi buruk ketika melakukan perkumpulan besar karena lebih banyak orang yang akan terinfeksi.

"Saya yakin bahwa ada ambang batas, meskipun ambang batas untuk COVID-19 belum diketahui," ucap Laurent Hébert-Dufresne, seorang ilmuwan komputer di University of Vermont di Burlington yang mengembangkan model.

Sejauh ini, pejabat publik telah mengurangi jumlah atau angka perkumpulan maksimum yang diizinkan tanpa formula yang tepat.

"Menurunnya jumlah orang yang direkomendasikan untuk perkumpulan besar adalah sinyal bahwa kita harus semakin serius tentang perlunya menjauhkan jarak secara fisik. Saya tidak yakin ada angka tertentu yang pasti," jelas Marc Lipsitch, seorang ahli epidemiologi di Harvard T.H. Chan School of Public Health, Boston.

Sebagian besar pengukuran didasarkan pada gagasan bahwa risiko pertemuan besar meningkat seiring kuadrat ukuran pertemuan. Artinya, pertemuan yang 10 kali lebih besar akan memberikan 100 kali lebih banyak "peluang transmisi".

Tetapi menurut Hébert-Dufresne, perhitungan kasar ini sebenarnya meremehkan bahaya pertemuan besar karena friendship paradox. Hal itu juga tidak memperhitungkan dinamika epidemi, yang justru menciptakan ambang batas antara pertemuan besar dan kecil.

Sedangkan model dalam penelitian baru, yang belum pernah ditinjau oleh para ahli sejawat, menggambarkan pertemuan sebagai "klik" yang sangat terhubung, di mana semua orang yang hadir di pertemuan terpapar dengan yang lain. Hébert-Dufresne yang bekerja sama dengan rekan-rekan dari Université Laval di Quebec, membandingkan epidemi dalam jaringan semacam itu dengan api unggun.

Untuk membuat api unggun diperlukan dua hal, yaitu menyalakan api dan membuatnya merambat dari cabang kayu ke cabang kayu lainnya. Dalam model Hébert-Dufresne, pertemuan kecil membentuk kayu bakar dan pertemuan besar adalah cabangnya. Agar api tidak menyebar, orang-orang tidak perlu menghilangkan kayu bakar, tetapi hanya cabangnya saja.

Ilustrasi virus corona (coronavirus) Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi virus corona (coronavirus) Covid-19. (Shutterstock)

Di sisi lain, Lauren Ancel Meyers, seorang ahli epidemiologi di Universitas Texas di Austin, telah menulis permohonan untuk berbagi data geolokasi dan media sosial besar seperti Google, Amazon, Apple, Twitter.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Canggih! Toilet Pintar Ini Bisa Deteksi Penyakit Anda

Canggih! Toilet Pintar Ini Bisa Deteksi Penyakit Anda

Tekno | Selasa, 07 April 2020 | 09:00 WIB

Begini Cara NASA Temukan Ide Kreatif Perangi Virus Corona

Begini Cara NASA Temukan Ide Kreatif Perangi Virus Corona

Tekno | Senin, 06 April 2020 | 12:45 WIB

Unik, Begini Cara Seorang Nenek Berbagi ke Driver Ojol dan Pedagang

Unik, Begini Cara Seorang Nenek Berbagi ke Driver Ojol dan Pedagang

Tekno | Senin, 06 April 2020 | 07:38 WIB

Kapan Pandemi COVID-19 Berakhir?

Kapan Pandemi COVID-19 Berakhir?

Tekno | Jum'at, 03 April 2020 | 14:30 WIB

Baru Berusia 6 Tahun, Bocah Ini Jadi Penulis Karya Ilmiah Termuda

Baru Berusia 6 Tahun, Bocah Ini Jadi Penulis Karya Ilmiah Termuda

Tekno | Jum'at, 03 April 2020 | 13:45 WIB

5 Senyawa Obat Corona Temuan Ilmuwan Surabaya

5 Senyawa Obat Corona Temuan Ilmuwan Surabaya

Jatim | Kamis, 02 April 2020 | 07:20 WIB

Terkini

7 HP Kamera OIS dan EIS Termurah, Hasil Foto Malam Tajam Video Stabil

7 HP Kamera OIS dan EIS Termurah, Hasil Foto Malam Tajam Video Stabil

Tekno | Rabu, 29 April 2026 | 11:56 WIB

IQOO Siapkan HP Midrange dan Tablet Anyar, Andalkan Chipset Kelas Top

IQOO Siapkan HP Midrange dan Tablet Anyar, Andalkan Chipset Kelas Top

Tekno | Rabu, 29 April 2026 | 11:55 WIB

Tecno Spark 50 Pro Siap Rilis Mei 2026, Bawa Baterai 6.000mAh dan Fast Charging 60W

Tecno Spark 50 Pro Siap Rilis Mei 2026, Bawa Baterai 6.000mAh dan Fast Charging 60W

Tekno | Rabu, 29 April 2026 | 10:47 WIB

5 HP 5G Paling Murah di Bawah Rp3 Juta, Mantap Buat Streaming dan Multitasking

5 HP 5G Paling Murah di Bawah Rp3 Juta, Mantap Buat Streaming dan Multitasking

Tekno | Rabu, 29 April 2026 | 10:20 WIB

Biaya Chip Meningkat, Harga Monitor dan HP Xiaomi Bakal Lebih Mahal hingga 2027

Biaya Chip Meningkat, Harga Monitor dan HP Xiaomi Bakal Lebih Mahal hingga 2027

Tekno | Rabu, 29 April 2026 | 10:00 WIB

Cadence Gandeng Google Cloud, Teknologi AI Gemini Kini Bisa Percepat Desain Chip hingga 10x Lipat

Cadence Gandeng Google Cloud, Teknologi AI Gemini Kini Bisa Percepat Desain Chip hingga 10x Lipat

Tekno | Rabu, 29 April 2026 | 09:58 WIB

GTA 6 Diprediksi Ubah Sistem Buronan, Polisi Lebih Cerdas dan Realistis

GTA 6 Diprediksi Ubah Sistem Buronan, Polisi Lebih Cerdas dan Realistis

Tekno | Rabu, 29 April 2026 | 09:33 WIB

Daftar HP Flagship Mei 2026: Oppo Find X9 Ultra hingga Vivo X300 Ultra Siap Mengguncang Pasar

Daftar HP Flagship Mei 2026: Oppo Find X9 Ultra hingga Vivo X300 Ultra Siap Mengguncang Pasar

Tekno | Rabu, 29 April 2026 | 08:36 WIB

Acer Predator Helios Neo 16S AI Diperkenalkan, Laptop Gaming Tipis RTX 5060 untuk Gamer dan Kreator

Acer Predator Helios Neo 16S AI Diperkenalkan, Laptop Gaming Tipis RTX 5060 untuk Gamer dan Kreator

Tekno | Rabu, 29 April 2026 | 08:08 WIB

51 Kode Redeem FF Terbaru 29 April 2026, Event Gintama Hadirkan Bundle Eksklusif

51 Kode Redeem FF Terbaru 29 April 2026, Event Gintama Hadirkan Bundle Eksklusif

Tekno | Rabu, 29 April 2026 | 07:54 WIB