Baru Berusia 6 Tahun, Bocah Ini Jadi Penulis Karya Ilmiah Termuda

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Jum'at, 03 April 2020 | 13:45 WIB
Baru Berusia 6 Tahun, Bocah Ini Jadi Penulis Karya Ilmiah Termuda
Ilustrasi ilmuwan kecil. [Shutterstock]

Suara.com - Seorang bocah perempuan bernama Grace Fulton yang berusia enam tahun, membuat rekor dengan menuliskan buah pikirnya dalam sebuah makalah ilmiah yang ditinjau oleh para ahli.

Meskipun ada banyak anak kecil yang suka menjelajahi alam dan penasaran dengan berbagai hal, tapi hanya sedikit yang bisa menuliskannya di atas kertas.

Walaupun rekan penulis makalah itu adalah ayahnya sendiri, Graham Fulton, sang ayah ingin menekankan kepenulisan Grace memiliki peran penting pada beberapa tahap penelitian.

Graham Fulton adalah seorang ahli burung di Universitas Queensland. Penelitiannya mencakup seberapa baik burung hantu beradaptasi dengan lingkungan perkotaan.

"Grace benar-benar mengagumi burung hantu. Dia memulainya sejak usia empat tahun ketika menghabiskan malam bersamaku untuk mencari burung hantu dan sekarang anak itu tahu semua nama burung tersebut," ucap Gragam, seperti dikutip laman IFL Science.

Untuk penelitian terbarunya, Graham membandingkan keberadaan burung hantu di taman Brisbane, Australia, dengan hutan hujan Gunung Glorious yang berada di dekatnya.

"Grace mengikuti kerja lapangan di semua kesempatan dan selalu menghadiri sekolah pada hari berikutnya. Dia bisa membaca data dan mengetahui burung hantu mana yang paling umum baik pada data (lembar excel) dan dari berada di kerja lapangan. Dia juga bisa mengingat saat-saat aku lupa," tambah Graham.

Graham menambahkan bahwa Grace juga mengajukan pertanyaan yang menginspirasi penelitian, melihat data, dan bahkan mengoreksinya ketika Graham menandai burung hantu yang salah.

Penulis karya ilmiah termuda, Grace Fulton. [Uq.edu.au]
Penulis karya ilmiah termuda, Grace Fulton. [Uq.edu.au]

Para penulis menemukan hampir tidak ada burung hantu di pinggiran kota, selain penemuan burung hantu Australia boobook. Sementara itu, lima spesies burung hantu menunjukkan kesehatan situs hutan hujan.

baca juga

Grace juga merupakan penulis utama makalah yang saat ini sedang menjalani peninjauan, di mana ia merekam seekor burung bersarang di jenis lingkungan yang sebelumnya tidak tercatat. Meski tertarik pada burung hantu, Grace berniat untuk menjadi peneliti kupu-kupu.

Penelitian Grace dan ayahnya telah diterbitkan di Pacific Conservation Biology.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ilmuwan Kembangkan Aplikasi Deteksi COVID-19 Lewat Suara, Canggih!

Ilmuwan Kembangkan Aplikasi Deteksi COVID-19 Lewat Suara, Canggih!

Tekno | Kamis, 02 April 2020 | 18:35 WIB

5 Senyawa Obat Corona Temuan Ilmuwan Surabaya

5 Senyawa Obat Corona Temuan Ilmuwan Surabaya

Jatim | Kamis, 02 April 2020 | 07:20 WIB

Yuk! Bantu Ilmuwan Perangi Virus Corona Hanya Lewat Komputer

Yuk! Bantu Ilmuwan Perangi Virus Corona Hanya Lewat Komputer

Tekno | Rabu, 01 April 2020 | 08:00 WIB

Ilmuwan Ungkap Berapa Nyawa Bisa Diselamatkan Lewat Physical Distancing

Ilmuwan Ungkap Berapa Nyawa Bisa Diselamatkan Lewat Physical Distancing

Tekno | Selasa, 31 Maret 2020 | 13:00 WIB

Kabar Baik, Ilmuwan Sebut Lapisan Ozon Mulai Pulih

Kabar Baik, Ilmuwan Sebut Lapisan Ozon Mulai Pulih

Tekno | Selasa, 31 Maret 2020 | 11:00 WIB

Penelitian Terbaru! Virus Corona Bermutasi Jadi 40 Jenis

Penelitian Terbaru! Virus Corona Bermutasi Jadi 40 Jenis

Tekno | Minggu, 29 Maret 2020 | 10:39 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×