Suku Kuno Ini Pernah Menyembah Ayam, Namun Hewan Itu Dimakan Setelahnya

Selasa, 21 April 2020 | 07:00 WIB
Suku Kuno Ini Pernah Menyembah Ayam, Namun Hewan Itu Dimakan Setelahnya
Ilustrasi ayam jantan - (Pixabay/rmac8oppo)

Suara.com - Kekinian, ayam merupakan salah satu menu favorit warga dunia maupun warga Inggris. Namun siapa sangka, ribuan tahun yang lalu, suku kuno di Inggris pernah menyembah ayam sebelum mereka memutuskan untuk memakannya.

Penelitian terbaru dari para arkeolog Inggris dari University of Exeter, University of Leicester, dan Oxford University menyimpulkan bahwa ayam dan terwelu (semacam kelinci dengan ukuran lebih besar) pernah dianggap sebagai hewan suci.

Dalam rilis resmi dari University of Exeter, para peneliti meyakini bahwa di Zaman Besi, ayam dan terwelu bukanlah makanan melainkan sesuatu yang sakral.

Bukti arkeologis menunjukkan bahwa ayam dan terwelu pertama yang tiba di Inggris dimakamkan dengan hati-hati secara utuh.

Tidak ada tanda-tanda penjagalan pada tulang yang diperiksa dan penelitian juga menunjukkan kedua hewan itu tidak diimpor untuk dimakan.

Tulang terwelu yang diteliti oleh arkeolog. (University of Exeter)
Tulang terwelu yang diteliti oleh arkeolog. (University of Exeter)

Tim peneliti menganalisis tulang terwelu paling awal yang dapat ditemukan di negara tersebut.

Penanggalan radiokarbon pada tulang yang ditemukan di situs-situs Hampshire menunjukkan bahwa ayam dan terwelu diperkenalkan ke Inggris lebih awal, dan tiba bersamaan di Zaman Besi, antara abad ke-5 dan ke-3 SM.

De Bello Gallico (pengalaman langsung Julius Caesar yang dituangkan dalam bentuk naratif orang ketiga) mengatakan "Orang Inggris menganggap itu bertentangan dengan hukum ilahi untuk memakan terwelu, ayam, atau angsa. Mereka mengangkat kepercayaan ini, bagaimana pun, untuk kebahagiaan dan kesenangan mereka sendiri".

Penulis abad ke-3 Masehi, Dio Cassius melaporkan bahwa Ratu Boudicca melepas seekor kelinci hidup sebagai harapan untuk menentukan kemenangan pertempurannya dengan orang-orang Romawi dan mereka memanggil Dewi Andraste untuk mengamankan kemenangan mereka.

Baca Juga: Bosan Hidup Modern, Pria Ini Tinggal Bareng Suku Pedalaman di Indonesia

Ilustrasi terwelu. (Pixabay/ Pirkko Valtonen)
Ilustrasi terwelu. (Pixabay/ Pirkko Valtonen)

Sebagai referensi Dewi Andraste merupakan dewi kemenangan yang diyakini oleh beberapa suku kuno di Celtic dan Eropa Kontinental.

Namun sakralnya ayam dan terwelu berubah selama periode Romawi (43 M hingga 410 M).

Saat itu, kelinci diperkenalkan ke Inggris dan ayam serta terwelu diternakkan untuk dimakan.

Arkeolog menjelaskan bahwa penelitian di atas sangat bagus karena bukti arkeologis cocok dengan catatan sejarah.

Ilustrasi ayam. (Pixabay/ Capri23auto)
Ilustrasi ayam. (Pixabay/ Capri23auto)

"Ketika suatu spesies langka, itu dipandang sebagai istimewa, tetapi ketika jumlah bertambah, mereka menjadi lebih terbiasa, seperti yang dikatakan pepatah: keakraban melahirkan penghinaan," kata arkeolog bernama Naomi Sykes kepada Gizmodo .

Ayam diasosiasikan dengan dewa pada Zaman Besi, mirip Dewa Merkurius dalam mitologi Romawi Kuno.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI