Bosan Hidup Modern, Pria Ini Tinggal Bareng Suku Pedalaman di Indonesia

Rima Sekarani Imamun Nissa, Amertiya Saraswati

Minggu, 19 April 2020 | 13:18 WIB
Bosan Hidup Modern, Pria Ini Tinggal Bareng Suku Pedalaman di Indonesia
Audun Amundsen, Pria yang Hidup dengan Suku Mentawai (youtube.com/CreativeMornings HQ)

Suara.com - Hidup mapan dan modern tak lekas menjadi jaminan seseorang untuk bahagia. Salah satu contohnya adalah Audun Amundsen, insinyur dari Norwegia yang memutuskan untuk tinggal di pedalaman Indonesia.

Audun Amundsen pertama kali berkunjung ke Pulau Siberut, Indonesia pada tahun 2004 silam. Saat itu, umurnya masih 24 tahun.

Melansir laman The Sun, pria yang kini berusia 40 tahun ini awalnya tinggal di apartemen di Kota Trondheim. Dia memiliki pekerjaan dengan gaji mencukupi dan bisa hidup nyaman.

Namun, Amundsen malah memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya dan pergi traveling. Amundsen sempat pergi ke India dan Nepal, sebelum tiba di Sumatra Barat dan memutuskan untuk berpetualang sejauh mungkin dari kehidupannya yang lama.

"Aku mendengar ada suku pedalaman yang tinggal di hutan di Pulau Siberut dan aku berpikir itu sangat menarik. Aku ingin melihatnya," ujar Amundsen.

Perjalanan Amundsen awalnya tentu tidak mudah. Namun, terlepas dari keterbatasan bahasa, Amundsen dengan cepat berteman dengan suku Mentawai yang ada di Pulau Siberut.

Audun Amundsen, Pria yang Hidup dengan Suku Mentawai (youtube.com/CreativeMornings HQ)
Audun Amundsen, Pria yang Hidup dengan Suku Mentawai (youtube.com/CreativeMornings HQ)

Salah satu anggota suku tersebut, Aman Paksa, setuju menerima Amundsen. Sekadar informasi, suku Mentawai adalah salah satu suku tertua di Indonesia dan memiliki populasi sampai 64.000 orang.

"Dia menyukaiku dan kami membuat kesepakatan bahwa aku boleh tinggal selama beberapa minggu," ungkap Amundsen.

Selama beberapa minggu itulah, Amundsen hidup dengan cara tradisional. Dirinya membantu berburu monyet, kelelawar, dan udang, hingga merangkai peralatan seperti kano, anak panah, dan keranjang.

baca juga

Amundsen berakhir tinggal selama sebulan di Pulau Siberut sebelum pulang. Namun, di tahun 2009, dirinya kembali dengan peralatan yang lebih lengkap beserta kamera.

Audun Amundsen, Pria yang Hidup dengan Suku Mentawai (youtube.com/CreativeMornings HQ)
Audun Amundsen, Pria yang Hidup dengan Suku Mentawai (youtube.com/CreativeMornings HQ)

Pengalaman Amundsen itu sendiri lantas dirilis dalam bentuk film dokumenter berjudul Newtopia.

Di sana pula, Amundsen menunjukkan gaya hidupnya yang baru, termasuk momen-momen ketika Amundsen sempat mengalami infeksi hingga matanya berubah merah.

Meski begitu, pria Norwegia ini juga mendapat pelajaran soal bagaimana gaya hidup suku pedalaman mulai berpengaruh dalam kehidupan modern.

Salah satunya adalah dalam hal penggunaan plastik, yang kini mulai dikurangi dan digantikan bahan-bahan lain yang lebih ramah lingkungan.

Di sisi lain, Amundsen jjuga berhasil membangun panel tenaga surya sekaligus memperkenalkan listrik pada Aman Paksa.

"Aku berpikir bahwa pada akhirnya kita akan menemukan keseimbangan antara alam dan teknologi modern," ungkap Amundsen mengenai petualangannya.

"Sayangnya, aku curiga jika banyak spesies dan ekosistem yang akan hilang sebelum kita mencapai keseimbangan."

Film dokumenter Amundsen sendiri kini sedang dalam proses distribusi yang lebih luas. Rencananya, semua pendapatan dari film tersebut akan diberikan ke suku Mentawai.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Puskesmas Terkepung Wabah Corona, 58 Perawat di Sumbar Terpaksa Diisolasi

Puskesmas Terkepung Wabah Corona, 58 Perawat di Sumbar Terpaksa Diisolasi

News | Kamis, 16 April 2020 | 19:24 WIB

Kasus Pertama, Satu Remaja Suku Pedalaman Amazon Meninggal akibat Covid-19

Kasus Pertama, Satu Remaja Suku Pedalaman Amazon Meninggal akibat Covid-19

Health | Rabu, 15 April 2020 | 16:55 WIB

Besesanding Besesandingon, Tradisi Jaga Jarak Orang Rimba Tangkal Penyakit

Besesanding Besesandingon, Tradisi Jaga Jarak Orang Rimba Tangkal Penyakit

Lifestyle | Rabu, 25 Maret 2020 | 19:30 WIB

Terkini

Olahraga Sambil Berburu Tiket Online Week 2026

Olahraga Sambil Berburu Tiket Online Week 2026

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

37.000 Pelari JRF 2026 Dapat Perlindungan Asuransi dari Generali Indonesia

37.000 Pelari JRF 2026 Dapat Perlindungan Asuransi dari Generali Indonesia

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

Dari Lokal ke Global, Kemenekraf Luncurkan Creative by Indonesia

Dari Lokal ke Global, Kemenekraf Luncurkan Creative by Indonesia

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

Usai KMP Batu Mandi Terbakar, BKI Telaah Aspek Teknis Kapal

Usai KMP Batu Mandi Terbakar, BKI Telaah Aspek Teknis Kapal

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

Karhutla di Way Kambas Sulit Dipadamkan, Lahan Gambut dan Jarak Sumber Air Jadi Kendala

Karhutla di Way Kambas Sulit Dipadamkan, Lahan Gambut dan Jarak Sumber Air Jadi Kendala

Lampung | Minggu, 25 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Jusuf Kalla Ajak Dunia Utamakan Solidaritas Kemanusiaan Hadapi Bencana dan Perang

Jusuf Kalla Ajak Dunia Utamakan Solidaritas Kemanusiaan Hadapi Bencana dan Perang

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Palembang Diguyur Hujan Usai Kemarau Panjang, BMKG Ungkap Peran OMC dan Dinamika Atmosfer

Palembang Diguyur Hujan Usai Kemarau Panjang, BMKG Ungkap Peran OMC dan Dinamika Atmosfer

Sumsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:55 WIB

OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka

OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:35 WIB

Napi Tewas di Lapas Muaradua, 4 Tersangka Ditetapkan, Petugas Jaga Ikut Diperiksa

Napi Tewas di Lapas Muaradua, 4 Tersangka Ditetapkan, Petugas Jaga Ikut Diperiksa

Sumsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Liga Catur Nasional Segera Digulirkan, Percasi Bidik April 2027

Liga Catur Nasional Segera Digulirkan, Percasi Bidik April 2027

Sport | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:05 WIB

×