Array

Vaksin Covid-19 Bisa Jadi Baru Ditemukan pada 2036?

Senin, 04 Mei 2020 | 10:00 WIB
Vaksin Covid-19 Bisa Jadi Baru Ditemukan pada 2036?
Ilustrasi vaksin COVID-19. [Shutterstock]

Suara.com - Sejak virus corona mewabah, para ahli terus berlomba-lomba untuk menemukan vaksin yang bisa mengobati Covid-19. Namun, beberapa ahli memperingatkan bahwa vaksin Covid-19 kemungkinan tidak tersedia hingga 2036.

Mereka mengatakan, kegiatan pemindahan mikroorganisme baik berupa bakteri maupun jamur dari tempat atau sumber asalnya ke medium baru yang telah dibuat dengan tingkat ketelitian yang sangat tinggi dan aseptis, atau yang biasa dikenal dengan inokulasi, tidak akan siap dalam waktu satu tahun.

Bahkan, pakar penyakit menular dari Amerika Serikat (AS), dr. Anthony Fauci menyebut bahwa vaksin tidak akan tersedia minimal 12 hingga 18 bulan ke depan.

Menurutnya, vaksin Covid-19 bisa saja ditemukan pada Januari 2021 mendatang. Hanya saja, agar memberikan efek yang lebih signifikan, vaksin membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk dipersiapkan.

Sebagaimana dikutip laman Mirror, Senin (4/5/2020), banyak perusahaan medis yang berharap untuk segera memiliki vaksin virus corona pada Agustus 2021 mendatang.

Kendati demikian, para ahli sudah memperingatkan bahwa ada kemungkinan butuh waktu hingga 20 Mei 2036 sampai produk vaksin tersebut bisa dikomersialkan dan dijual kepada masyarakat umum. Seandainya dipercepat pun, paling mentok maju sekitar dua hingga empat tahun.

Di sisi lain, para ahli juga menyiapkan alternatif lain dengan mengambil sampel pada teknologi eksperimen vaksin yaitu, Messenger RNA (mRNA). Hanya saja, vaksin mRNA sendiri belum bisa diproduksi untuk masyarakat luas.

Vaksin ini juga dapat disuntikkan pada manusia menggunakan antigen khusus untuk merangsang produksi antibodi pada tubuh. Konon, penggunaan vaksin mRNA akan jauh lebih cepat untuk diproduksi.

Novel Coronavirus (nCoV) alias virus corona yang sedang mewabah di China. (Shutterstock)
Novel Coronavirus (nCoV) alias virus corona yang sedang mewabah di China. (Shutterstock)

Meskipun belum teruji secara klinis, namun para ahli berharap agar vaksin mRNA dapat berguna sebagai senjata ampuh untuk melawan Covid-19.

Baca Juga: Bikin Gemas, Induk Kucing Ini Bawa Anaknya yang Sakit ke UGD

Sialnya, masalah tidak berhenti sampai di situ saja. Jika para ahli bekerja sama dan mempercepat pengembangan vaksin, perkara selanjutnya yang menanti adalah ketika mengumumkannya ke masyarakat umum.

Pasalnya, negara yang pertama kali memproduksi vaksin punya hak untuk memprioritaskan warganya terlebih dahulu sebelum disebarkan ke seluruh dunia.

Selain itu, pembuat vaksin juga harus mengimbangi permintaan vaksin dengan alat pelindung untuk pengirimannya, misalnya botol. Apalagi, memobilisasi vaksin ke setiap negara di dunia akan menjadi pekerjaan yang menguras waktu, tenaga, dan biaya yang tidak sedikit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI