Vaksin Gratis untuk Hentikan Pandemi Covid-19, Mungkinkah Terjadi?

M. Reza Sulaiman | Rosiana Chozanah | Suara.com

Jum'at, 01 Mei 2020 | 10:05 WIB
Vaksin Gratis untuk Hentikan Pandemi Covid-19, Mungkinkah Terjadi?
Ilustrasi vaksin COVID-19. [Shutterstock]

Suara.com - Dalam upaya untuk menekan penyebaran wabah virus corona baru di masyarakat, pemerintah dan pakar kesehatan di seluruh dunia memberlakukan sejumlah protokol, termasuk lockdown dan karantina.

Segala usaha ini dapat memberi kita waktu sampai akhirnya vaksin Covid-19 siap didistribusikan ke seluruh penjuru dunia. Vaksin yang efektif akan mencegah orang-orang dari infeksi Covid-19 dan juga membatasi penularan.

Pakar kesehatan mengatakan setidaknya perlu waktu setahun hingga 18 bulan untuk mengembangkan vaksin, lebih cepat dari waktu pengembangan vaksin Ebola.

Vaksin ini akan tercatat sebagai pengembangan vaksin Covid-19 tercepat dalam sejarah. Hanya 63 hari setelah China berbagi kode genetik SARS-CoV-2, percobaan manusia pertama di Seattle, AS, pada 16 Maret dilakukan. Dua hari kemudian, China menyusul.

Sayangnya, menurut Gavin Yamey, dokter dan profesor kesehatan global dan kebijakan publik di Duke University, tidak ada jaminan ketika vaksin siap akan menjangkau semua orang yang membutuhkannya.

Ilustrasi vaksin Covid-19. [Pixabay/Pete Linforth]
Ilustrasi vaksin Covid-19. [Pixabay/Pete Linforth]

"Ada risiko serius bahwa negara-negara kaya akan memonopoli vaksin, meninggalkan negara-negara miskin. Perilaku ini tentu akan merusak kesehatan dan pemulihan mereka sendiri, dan membuat upaya menghentikan pandemi global ini lebih sulit," katanya, dikutip Time.

Agar hal ini tidak terjadi, Yamey menyarankan perusahaan yang tahu cara membuat vaksin perlu membagikan pengetahuan mereka secara luas.

Hal ini, katanya, juga mengacu pada apa yang telah diserukan oleh direktur Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Ghebreyesus, tentang mendukung data, ilmu pengetahuan, dan kolaborasi secara terbuka.

"Ini termasuk secara suka rela berbagi kekayaan intelektual tentang obat-obatan Covid-19, vaksin, dan diagnositik."

Yamey pun mengusulkan pemerintah di seluruh dunia harus bergabung bersama menjadi 'klub pembelian solidaritas' untuk membuat komitmen membeli miliaran dosis vaksin dan mendanai distribusi untuk populasi prioritas di seluruh dunia.

Vaksin Covid-19 diperkirakan tersedia pada September 2020. Foto: Seorang petugas medis sedang menyuntikkan vaksin flu ke warga Asuncion, Paraguay, pada 15 April kemarin. [AFP/Norberto Duarte]
Vaksin Covid-19 diperkirakan tersedia pada September 2020. Foto: Seorang petugas medis sedang menyuntikkan vaksin flu ke warga Asuncion, Paraguay, pada 15 April kemarin. [AFP/Norberto Duarte]

"Vaksin kemudian harus dibuat gratis untuk penerima pada titik perawatan dan dapat diakses seperti imunisasi flu biasa."

Pertanyaan selanjutnya, berapa banyak uang tunai yang dibutuhkan untuk membeli vaksin agar cukup? Ini semua tergantung pada harga vaksin, ujar Yamey.

"Kita tidak bisa mereka (perusahaan pembuat vaksin) mendapat untung besar, tetapi idealnya mereka harus menjual vaksin secara impas."

Tidak ada yang bisa tahu berapa harga akhir dari vaksin baru. Yamey mengatakan ini tergantung dari banyak faktor, termasuk bagaimana pemberiannya (misal jumlah dosis), kompleksitas proses pembuatan, dan apakah perlu menambahkan bahan pembantu (adjuvant) untuk meningkatkan efektivitas vaksin.

"Tetapi ketika dunia akhirnya mendapatkan vaksin Covid-19 yang aman dan efektif, alokasi dan harga yang adil akan sangat penting untuk mengakhiri pandemi ini," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

India Mulai Produksi Vaksin Covid-19 yang Baru Terbukti Manjur pada Monyet

India Mulai Produksi Vaksin Covid-19 yang Baru Terbukti Manjur pada Monyet

Tekno | Kamis, 30 April 2020 | 19:14 WIB

Percepat Vaksin Corona, Pemerintah AS Gelar 'Operation Warp Speed'

Percepat Vaksin Corona, Pemerintah AS Gelar 'Operation Warp Speed'

News | Kamis, 30 April 2020 | 14:39 WIB

Kabar Baik, Hasil Uji Coba Remdesivir Vaksin Corona Tunjukkan Efek Positif

Kabar Baik, Hasil Uji Coba Remdesivir Vaksin Corona Tunjukkan Efek Positif

News | Kamis, 30 April 2020 | 20:19 WIB

Terkini

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Health | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:31 WIB

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB