Melemah Secara Misterius, Apa yang Terjadi dengan Medan Magnet Bumi?

Agung Pratnyawan, Amelia Prisilia

Senin, 25 Mei 2020 | 06:00 WIB
Melemah Secara Misterius, Apa yang Terjadi dengan Medan Magnet Bumi?
Ilustrasi Bumi. Shutterstock

Suara.com - Para ilmuwan baru saja melaporkan bahwa medan magnet Bumi secara misterius melemah. Perlu dikhawatirkan, apa yang terjadi dengan medan magnet Bumi?

Diketahui, medan magnet Bumi di beberapa daerah seperti Amerika Selatan dan Afrika ini tiba-tiba melemah dan menimbulkan pertanyaan besar bagi para ilmuwan. Fenomena ini disebut sebagai South Atlantic Anomaly.

Mengutip Independent.co.uk, melemahnya medan magnet Bumi ini jelas saja tidak bisa dianggap remeh. Pasalnya, hal ini berpengaruh pada gangguan satelit dan pesawat antariksa.

Seperti yang diketahui, medan magnet Bumi merupakan kekuatan dinamis dan kompleks yang bertugas untuk melindungi manusia dari radiasi dan partikel-partikel dari Matahari.

Sejarah mencatat bahwa dalam dua abad ini, medan magnet Bumi mengalami kehilangan 9 persen dari kekuatannya. Karena itu, hal tersebut perlu dianggap serius.

Blue Moon, konsep pesawat antariksa Blue Origin yang rencananya akan dikirim ke Bulan pada 2024. Konsep ini dipamerkan Jeff Bezos, pemilik Blue Origin yang juga pendiri Amazon, di Amerika Serikat, Kamis (9/5/2019). [Blue Origin]
Blue Moon, konsep pesawat antariksa Blue Origin yang rencananya akan dikirim ke Bulan pada 2024. Konsep ini dipamerkan Jeff Bezos, pemilik Blue Origin yang juga pendiri Amazon, di Amerika Serikat, Kamis (9/5/2019). [Blue Origin]

Mengandalkan pengamatan satelit, para ilmuwan dari European Space Ageny atau ESA lalu melakukan penelitian terhadap medan magnet Bumi yang melemah ini.

Menurut para ilmuwan melemahnya medan magnet Bumi ini telah terjadi selama lebih dari satu dekade dan mengejutkannya, dalam beberapa tahun belakangan ini, fenomena tersebut berkembang secara cepat.

Beruntungnya, satelit Bumi mampu melakukan investigasi perkembangan medan magnet Bumi sehingga sangat membantu ilmuwan untuk penelitian lebih lanjut.

Ilustrasi Bumi. (pexels/pixabay)
Ilustrasi Bumi. (pexels/pixabay)

Salah satu tantangan besar yang dihadapi oleh ilmuwan adalah mengenai pemahaman akan proses yang terjadi di inti Bumi hingga kemudian memunculkan perubahan pada medan magnet Bumi tersebut.

baca juga

ESA menjelaskan bahwa fenomena tersebut bisa saja terjadi jika Kutub Utara dan Kutub Selatan Bumi tiba-tiba dapat bertukar tempat. Cukup jarang ditemui, fenomena ini muncul terakhir kali hanya terjadi pada 780 ribu tahun silam.

Lebih lanjut, ESA memperingatkan bahwa beberapa pesawat antariksa yang terbang di wilayah medan magnet Bumi yang melemah ini kemungkinan besar akan mengalami gangguan dan mungkin menyebabkan masalah teknis.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Idul Fitri, Pangandaran Diguncang Gempa Magnitudo 5,1

Idul Fitri, Pangandaran Diguncang Gempa Magnitudo 5,1

Jabar | Minggu, 24 Mei 2020 | 14:54 WIB

Waduh! Matahari Masuki Periode Lockdown, Bisa Bikin Beku dan Gempa Bumi

Waduh! Matahari Masuki Periode Lockdown, Bisa Bikin Beku dan Gempa Bumi

Tekno | Minggu, 17 Mei 2020 | 11:30 WIB

Beri Semangat Lewati Corona, NASA Unggah Foto Sisi Lain Bumi Ini

Beri Semangat Lewati Corona, NASA Unggah Foto Sisi Lain Bumi Ini

Tekno | Jum'at, 15 Mei 2020 | 13:51 WIB

Terkini

Cara Baru Jaring Talenta Keamanan Siber lewat Turnamen Esports

Cara Baru Jaring Talenta Keamanan Siber lewat Turnamen Esports

Tekno | Senin, 13 Juli 2026 | 12:00 WIB

Fosil Tyrannosaurus Rex Gus Jadi Rebutan Miliarder dan Ilmuwan, Harganya Tembus Jutaan Dolar AS

Fosil Tyrannosaurus Rex Gus Jadi Rebutan Miliarder dan Ilmuwan, Harganya Tembus Jutaan Dolar AS

Tekno | Senin, 13 Juli 2026 | 11:57 WIB

5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar

5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar

Tekno | Senin, 13 Juli 2026 | 11:28 WIB

ASUS Resmi Rilis Kontroler ROG Raikiri II Pro PC untuk Gamer Kompetitif

ASUS Resmi Rilis Kontroler ROG Raikiri II Pro PC untuk Gamer Kompetitif

Tekno | Senin, 13 Juli 2026 | 11:15 WIB

HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan

HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan

Tekno | Minggu, 12 Juli 2026 | 15:15 WIB

Grand Finals FFNS 2026 Fall Digelar di Yogyakarta, Garena Padukan Esports dan Festival Rakyat

Grand Finals FFNS 2026 Fall Digelar di Yogyakarta, Garena Padukan Esports dan Festival Rakyat

Tekno | Minggu, 12 Juli 2026 | 14:50 WIB

Bocoran Spesifikasi Gahar Xiaomi Redmi Note 17: Baterai 8000 mAh, Kapan Rilis di Indonesia?

Bocoran Spesifikasi Gahar Xiaomi Redmi Note 17: Baterai 8000 mAh, Kapan Rilis di Indonesia?

Tekno | Minggu, 12 Juli 2026 | 12:30 WIB

Daftar HP Realme Harga Rp1 Jutaan per Juli 2026: RAM Besar higga Baterai Awet

Daftar HP Realme Harga Rp1 Jutaan per Juli 2026: RAM Besar higga Baterai Awet

Tekno | Minggu, 12 Juli 2026 | 10:12 WIB

30 Kode Redeem FF Terbaru 12 Juli 2026: Klaim Skin dan Voucher Langka Sebelum Hangus

30 Kode Redeem FF Terbaru 12 Juli 2026: Klaim Skin dan Voucher Langka Sebelum Hangus

Tekno | Minggu, 12 Juli 2026 | 07:50 WIB

Teknologi untuk Bumi: Sharp Indonesia Ubah Langkah Pelari Jadi 600 Pohon di Habitat Elang Jawa

Teknologi untuk Bumi: Sharp Indonesia Ubah Langkah Pelari Jadi 600 Pohon di Habitat Elang Jawa

Tekno | Sabtu, 11 Juli 2026 | 15:53 WIB

×