Ular Berbisa Punya Kulit Berpola Zig-Zag, Ternyata Ini Fungsinya

Agung Pratnyawan, Rezza Dwi Rachmanta

Rabu, 27 Mei 2020 | 15:45 WIB
Ular Berbisa Punya Kulit Berpola Zig-Zag, Ternyata Ini Fungsinya
Ilustrasi ular berbisa. (Pixabay/ Ian Lindsay)

Suara.com - Sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan di jurnal Animal Behavior berhasil mengungkapkan fungsi tersembunyi dari pola zig-zag yang dimiliki ular berbisa. Pola zig-zag pada kulit ular berbisa ternyata dapat berfungsi untuk menakuti sekaligus melindungi diri mereka sendiri.

Sebagian besar spesies ular berbisa di Eropa diketahui memiliki kulit tubuh dengan pola zig-zag.

Ilmuwan menemukan bahwa pola zig-zag yang dimiliki oleh ular berbisa di Eropa mempunyai tiga fungsi pertahanan sekaligus.

Dipimpin oleh para ilmuwan dari Universitas Jyväskylä, Finlandia, penelitian ini mengungkap bagaimana pola warna tunggal dapat memungkinkan ular dalam menjebak atau menghindari hewan lain.

Pewarnaan pelindung atau protective coloration adalah cara yang sangat umum untuk menghindari predator.

Tetapi kebanyakan hewan menunjukkan strategi pertahanan menggunakan warna yang berbeda untuk tujuan yang berbeda pula.

Spesies viper atau ular berbisa. (Pixabay/ Ian Lindsay)
Spesies viper atau ular berbisa. (Pixabay/ Ian Lindsay)

Beberapa menggunakan milik mereka sebagai cara mengaburkan diri, seperti bunglon, yang berbaur dengan lingkungannya.

Atau bisa juga sebagai aposematic, yang melindungi hewan dengan membuat mereka terlihat mengancam, seperti tawon.

Strategi lain adalah menghasilkan ilusi optik yang dapat membingungkan atau menakuti predator cukup lama sehingga hewan bisa melarikan diri.

baca juga

Tetapi serangkaian percobaan yang dilakukan oleh para peneliti di Universitas Jyväskylä, telah menemukan bahwa ular berbisa Eropa (Vipera sp.) dapat mencapai ketiga trik di atas dengan pola warna tunggal, pola zig-zag mereka.

Dikutip dari IFLScience, pertama-tama ilmuwan menguji manfaat zig-zag untuk bersembunyi dengan bantuan para relawan.

Relawan diminta untuk melangkah di sepanjang jalan setapak di mana para ilmuwan telah meletakkan banyak model ular plastik dengan pola kulit berbeda.

Hasilnya menunjukkan bahwa ular berwarna polos lebih jelas terlihat jika dibandingkan ular dengan pola zig-zag.

Viper atau ular berbisa. (Pixabay/ 272447)
Viper atau ular berbisa. (Pixabay/ 272447)

Penelitian sebelumnya telah menetapkan bahwa pola zig-zag ular beludak berfungsi sebagai peringatan aposematic terhadap gigitan ganas mereka.

Selain bersembunyi dan menakuti predator, pola zig-zag pada ular berbisa di Eropa ternyata berfungsi sebagai alat untuk melarikan diri.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Melemah Secara Misterius, Apa yang Terjadi dengan Medan Magnet Bumi?

Melemah Secara Misterius, Apa yang Terjadi dengan Medan Magnet Bumi?

Tekno | Senin, 25 Mei 2020 | 06:00 WIB

Usai Denmark, Ilmuwan Kanada Teliti Kemungkinan Ganja jadi Obat Covid-19?

Usai Denmark, Ilmuwan Kanada Teliti Kemungkinan Ganja jadi Obat Covid-19?

Tekno | Jum'at, 22 Mei 2020 | 09:56 WIB

Terinpirasi Burung Merak, Sensor Pintar Masa Depan Dikembangkan Ilmuwan

Terinpirasi Burung Merak, Sensor Pintar Masa Depan Dikembangkan Ilmuwan

Tekno | Jum'at, 22 Mei 2020 | 07:00 WIB

Terkini

Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif

Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 00:04 WIB

Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor

Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:49 WIB

Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel

Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel

Banten | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:45 WIB

Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis

Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta

Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta

Entertainment | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD

Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan

Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan

Video | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama

Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:00 WIB

28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu

28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung

Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 22:48 WIB

×