Gagang Pintu Harus Dilapisi Tembaga untuk Cegah Covid-19, Ini Alasannya

Dythia Novianty | Lintang Siltya Utami
Gagang Pintu Harus Dilapisi Tembaga untuk Cegah Covid-19, Ini Alasannya
Ilustrasi handle pintu dari tembaga. [Shutterstock]

Menurut para ilmuwan di Inggris, gagang pintu, pegangan tangan, dan troli belanja harus dilapisi tembaga.

Suara.com - Menurut para ilmuwan di Inggris, gagang pintu, pegangan tangan, dan troli belanja harus dilapisi tembaga untuk mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19).

Alih-alih menggunakan baja dan plastik yang membuat virus Corona dapat bertahan hingga tiga hari, penelitian menunjukkan, virus akan terbunuh dalam waktu empat jam pada tembaga karena sifat antibakteri logam.

William Keevil, seorang ahli mikrobiologi senior di University of Southampton, mengatakan Inggris tertinggal dari negara-negara lain ketika menggunakan tembaga di daerah-daerah komunal.

"Pegangan pintu, troli belanja, pegangan tangan di angkutan umum, dan bahkan peralatan olahraga harus dilapisi logam," ucap Keevil dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Dailymail, Senin (1/6/2020).

Ketika virus Corona mendarat di atas tembaga, ion logam atau atom bermuatan listrik menyerang membran lipid virus, struktur yang melindunginya. Tembaga kemudian menyerang sel dan menghancurkan DNA virus, itu membunuh virus sepenuhnya.

Profesor Keevil mengatakan kepada The Times bahwa bus di Polandia sudah dilengkapi dengan pegangan tangan berlapis tembaga, sementara bandara di Chile dan kios imigrasi Brasil dilapisi logam. Tak hanya itu, pusat kebugaran di Amerika juga telah menutupi barbel dan peralatan lainnya dengan tembaga.

Ia menambahkan bahwa layar di restoran cepat saji dan mesin kas juga bisa terlindung dari virus jika dipasang dengan logam.

Sebuah penelitian di Amerika Serikat pada November lalu menemukan bahwa tempat tidur rumah sakit yang terbuat dari tembaga di unit perawatan intensif, rata-rata mengandung bakteri 95 persen lebih sedikit daripada tempat tidur rumah sakit konvensional.

Para ilmuwan Universitas Kedokteran di South Carolina menulis dalam laporan penelitian bahwa temuan menunjukkan lapisan tembaga antimikroba dapat membantu para praktisi pengendalian infeksi, dalam upaya mereka untuk menjaga permukaan peralatan kesehatan higenis sehingga mengurangi potensi risiko penularan bakteri.

Ilustrasi virus corona. [Shutterstock]
Ilustrasi virus corona. [Shutterstock]

Di sisi lain, penelitian juga menunjukkan virus Corona dapat dideteksi hingga 24 jam setelah berada di atas kertas. Hasil serupa diperoleh dari tes yang dilakukan para ilmuwan pada virus yang menyebabkan wabah SARS pada 2003.

Sementara itu, dua penelitian yang berbeda juga menunjukkan bahwa cuaca yang lebih hangat tidak menghentikan penyebaran virus Corona. Ilmuwan di Amerika Serikat dan Kanada mengatakan risiko penularan hanya berkurang sekitar 1,5 persen untuk setiap derajat Fahrenheit di atas 77F atau 25 derajat Celcius.

Para ahli menganalisis lebih dari 370.000 kasus di ribuan kota berbeda di Amerika Utara dan mengatakan musim panas tidak akan membuat virus hilang. Ini menghancurkan harapan global yang menyebut penyebaran akan mereda saat musim panas datang.

Para pejabat kesehatan dari seluruh dunia menekankan protokol cuci tangan yang ketat sangat penting untuk menghentikan penyebaran virus.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS