Arkeolog Temukan Situs Upacara Suku Maya Tertua dan Terbesar

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Minggu, 07 Juni 2020 | 14:15 WIB
Arkeolog Temukan Situs Upacara Suku Maya Tertua dan Terbesar
Ilustrasi peninggalan Suku Maya. [Shutterstock]

Suara.com - Para arkeolog menemukan situs suku Maya tertua dan terbesar, sebuah platform buatan raksasa yang digunakan sekitar 3.000 tahun lalu untuk memahami astronomi dan Bumi di alam semesta.

Situs Aguada Fénix ditemukan para arkeolog di wilayah Meksiko Tabasco, tidak jauh dari Sungai Usumacinta. Penemuan ini menggunakan survei udara yang dilengkapi dengan LiDAR, terknologi pemindaian laser yang dapat mengambil fitur lansekap lama yang telah hilang karena terhalang oleh pertumbuhan hutan selama berabad-abad.

Dilaporkan dalam jurnal Nature, survei tim LiDAR mengungkapkan bahwa struktur monumental terdiri dari platform buatan setinggi 15 meter berukuran 1.413 meter utara ke selatan dan di bawah 400 meter timur ke barat, dikelilingi oleh setidaknya sembilan jalan lintas memanjang dari platform. Jika dilihat dari sudut tajam dan garis lurus struktur, para ilmuwan mengatakan ini jelas dibuat oleh manusia dan bukan proses geologi alami.

"Dalam hal volumenya, ini adalah bangunan terbesar sepanjang sejarah pra-sejarah dari wilayah Maya. Volumenya 3,8 juta meter kubik, lebih besar dari piramida besar Giza, mesi, yang hanya 2,6 juta meter kubik," ucap Takeshi Inomata, profesor di School of Anthropology Arizona dan penulis utama penelitian, seperti dikutip dari IFL Science, Minggu (7/6/2020).

Penanggalan radiokarbon dari hampir 70 sampel dari daerah tersebut menunjukkan bahwa bangunan itu berumur sekitar 3.000 tahun, mungkin dibangun antara 1.000 SM dan 800 SM, yang menjadikannya sebagai struktur monumental tertua yang ditemukan di daerah Maya sejauh ini.

Alasan mengapa suku Maya membuat proyek pembangunan ini kemungkinan digunakan sebagai platform pangamatan astronomi, seperti pengamatan Matahari terbit di titik balik Matahari musim panas dan musim dingin.

Situs upacara suku Maya. [Iflscience]
Situs upacara suku Maya. [Iflscience]

Penanggalan situs ini memiliki beberapa implikasi besar dalam apa yang manusia saat ini ketahui tentang bagaimana suku Maya awal bertransformasi dari pengumpul-pemburu menjadi masyarakat pertanian yang menetap. Mengingat bahwa Aguada Fénix berasal dari masa sebelum pembangunan desa-desa kecil di dataran rendah Maya, para ilmuwan berpendapat itu menunjukkan peradaban Maya berkembang setelah pertemuan komunal.

Para arkeolog sebelumnya berpikir bahwa pertemuan massa dan monuman kolosal seperti yang baru ditemukan ini hanya terjadi setelah perkembangan kehidupan yang tidak menentu di permukiman teroganisir. Namun, penemuan ini menunjukkan sebaliknya.

Selain itu, Aguada Fénix tidak menunjukkan tanda-tanda hierarki sosial yang ketat atau indikator yang jelas tentang ketidaksetaraan sosial, seperti patung individu berstatus tinggi. Ini juga menunjukkan bahwa pembangunan situs ini bukan diperintahkan oleh elit tiran, tetapi oleh rakyat sendiri.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ditemukan Gerbang Dunia Bawah Suku Maya, Isinya Mengerikan

Ditemukan Gerbang Dunia Bawah Suku Maya, Isinya Mengerikan

Tekno | Jum'at, 02 November 2018 | 20:45 WIB

Laser Canggih Bantu Arkeolog Ungkap 60.000 Bangunan Maya Kuno

Laser Canggih Bantu Arkeolog Ungkap 60.000 Bangunan Maya Kuno

Tekno | Selasa, 02 Oktober 2018 | 06:30 WIB

Ilmuwan Temukan Puluhan Ribu Struktur Maya Kuno

Ilmuwan Temukan Puluhan Ribu Struktur Maya Kuno

Tekno | Jum'at, 28 September 2018 | 09:00 WIB

Hasil Penelitian Terbaru, Ini Penyebab Hilangnya Suku Maya

Hasil Penelitian Terbaru, Ini Penyebab Hilangnya Suku Maya

Tekno | Jum'at, 03 Agustus 2018 | 20:30 WIB

Ditemukan! Istana Misterius Berteknologi Canggih Usia 2.300 Tahun

Ditemukan! Istana Misterius Berteknologi Canggih Usia 2.300 Tahun

News | Jum'at, 31 Maret 2017 | 19:35 WIB

Dua Kota Kuno Suku Maya Ditemukan di Belantara Meksiko

Dua Kota Kuno Suku Maya Ditemukan di Belantara Meksiko

Tekno | Sabtu, 23 Agustus 2014 | 10:51 WIB

Terkini

AS Blokir Visa Presiden Mahmoud Abbas, Isu Palestina Tetap Bergema di Sidang PBB

AS Blokir Visa Presiden Mahmoud Abbas, Isu Palestina Tetap Bergema di Sidang PBB

News | Kamis, 24 September 2026 | 14:43 WIB

Apakah Sepatu Lari Boleh Dicuci? Ini Panduannya Menurut Dokter Tirta

Apakah Sepatu Lari Boleh Dicuci? Ini Panduannya Menurut Dokter Tirta

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 14:43 WIB

KPA Sebut UU Reforma Agraria Lahir dari Desakan Puluhan Tahun

KPA Sebut UU Reforma Agraria Lahir dari Desakan Puluhan Tahun

News | Kamis, 24 September 2026 | 14:42 WIB

Kedatangan Jenazah Korban Hilang Kapal Arupadhatu 1 Disambut Isak Tangis Keluarga

Kedatangan Jenazah Korban Hilang Kapal Arupadhatu 1 Disambut Isak Tangis Keluarga

Banten | Kamis, 24 September 2026 | 14:39 WIB

Lipstik Wardah Colorfit untuk Kulit Sawo Matang, Harus Pilih Shade Mana?

Lipstik Wardah Colorfit untuk Kulit Sawo Matang, Harus Pilih Shade Mana?

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 14:36 WIB

BRI Buka Kesempatan Ekstra 27.000 GarudaMiles Bagi Nasabah Infinite Prioritas

BRI Buka Kesempatan Ekstra 27.000 GarudaMiles Bagi Nasabah Infinite Prioritas

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 14:36 WIB

Ancam Turunkan 100 Ribu Buruh ke Jakarta, KSPSI Beri Tenggat hingga 30 September

Ancam Turunkan 100 Ribu Buruh ke Jakarta, KSPSI Beri Tenggat hingga 30 September

News | Kamis, 24 September 2026 | 14:36 WIB

Ombudsman Minta Evaluasi Menyeluruh Tata Kelola Lapas Pascatemuan Fasilitas Mewah di Cibinong

Ombudsman Minta Evaluasi Menyeluruh Tata Kelola Lapas Pascatemuan Fasilitas Mewah di Cibinong

News | Kamis, 24 September 2026 | 14:34 WIB

Promo! Belanja Vitamin di Kimia Farma Pakai BRImo Dapat Cashback 25%

Promo! Belanja Vitamin di Kimia Farma Pakai BRImo Dapat Cashback 25%

Bri | Kamis, 24 September 2026 | 14:33 WIB

Ke Mana Perginya Kunang-Kunang? Mengungkap Krisis Ekologi di Balik Polusi Cahaya

Ke Mana Perginya Kunang-Kunang? Mengungkap Krisis Ekologi di Balik Polusi Cahaya

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 14:31 WIB

×