Sanggahan Ilmuwan: Kelelawar Mungkin Bukan Penyebar COVID-19

BBC

BBC

Selasa, 23 Juni 2020 | 06:10 WIB
Sanggahan Ilmuwan: Kelelawar Mungkin Bukan Penyebar COVID-19
[BBC].

"Masuknya manusia ke habitat satwa liar serta berkurangnya dan rusaknya habitat akibat ini, ditambah dengan transportasi, penyimpanan, dan perdagangan satwa liar menciptakan kondisi yang ideal bagi penyebaran pathogen di antara spesies yang sebelumnya tidak memiliki kontak langsung."

"Beberapa bukti menunjukkan risiko wabah zoonotik, atau wabah penyakit yang bersumber dari hewan, namun loncat ke manusia meningkat seiring dengan destruksi habitat," kata Tanshi.

Membunuh kelelawar tidak akan melindungi kita dari virus corona. Sebaliknya, membunuh kelelawar secara massal dan menyingkirkan mereka dari habitatnya justru bisa memperburuk suasana, kata konservasionis.

"Sekitar 70 persen dari lebih dari 14.000 spesies kelelawar adalah insektivora, yang berarti mereka hanya makan serangga dan binatang arthropoda lainnya [jenis hewan yang tidak memiliki tulang belakang, dengan kulit luar yang keras, tulang-tulang kakinya menyatu, dan tubuh yang terbagi dalam beberapa bagian yang berbeda]," kata Dr Webala.

"Banyak serangga terbang dan nokturnal yang dimakan kelelawar adalah vektor untuk patogen yang relevan dengan kesehatan manusia," katanya. Dengan kata lain, mereka membawa penyakit yang bisa menyebar ke manusia, seperti demam berdarah dan malaria.

Dengan menargetkan dan mengusir kelelawar, maka jumlah penyakit juga berpotensi meningkat.

Bagaimana kelelawar menguntungkan manusia?

"Jika pakaian Anda terbuat dari katun, jika Anda meminum kopi atau teh, atau jika Anda makan makanan yang berasal dari jagung, atau satu makanan yang berasal dari peternakan, maka Anda telah bersentuhan dengan kelelawar setiap harinya," kata Dr Webela.

Kelelawar menyediakan jasa ekosistem yang vital, seperti sebagai polinator (pembawa serbuk sari ke putik), penyebar biji, dan pengendali hama. Semua hal, dari makanan sampai kosmetik, furnitur, dan obat-obatan, membutuhkan jasa kelelawar.

baca juga

Tanpa kelelawar, Indonesia tidak akan panen durian dengan sukses, Madagaskar akan kehilangan pohon ikonik baobab, dan perkebunan makadamia akan rusak.

"Kelelawar menyebarkan jumlah biji lebih dari dua kali lipat lebih banyak dari burung," kata Dr Webela, "sehingga memungkinkan alur gen dan reforestasi yang vital bagi hutan-hutan yang telah terfragmentasi di wilayah tropis."

Menurut beberapa studi, di Amerika Serikat saja, kelelawar membantu petani berhemat pestisida dan mengurangi kerusakan panen bernilai miliaran dolar setiap tahunnya.

Apa lagi yang membuat kelelawar begitu spesial?

"Kelelawar ternyata adalah binatang yang sukses: mereka ditemukan di semua benua kecuali Antartika," kata Tanshi. "Sebagai periset kelelawar, saya telah menjelajah gua-gua, hutan, pegunungan, dan sabana."

Kelelawar berhasil dalam adaptasi evolusi, tambahnya.

"Jari-jari yang menjadi sayap, navigasi berdasarkan ekolokasi, dan visi yang luar biasa menjadikan mereka sukses menjajah langit malam. Jika menjadi mamalia adalah seni, maka kelelawar adalah karya seni besar!"

Dr Webala memiliki antusiasme yang sama dan menjabarkan alasan kenapa mereka harus dilindungi.

"Baru diketahui bahwa kelelawar mungkin memiliki sistem kekebalan yang sangat baik, yang diadaptasi khusus untuk dapat menoleransi patogen dan penyakit.

Ketahanan yang luar biasa ini... dapat berpotensi menghasilkan terapi baru untuk meningkatkan sistem pertahanan anti-virus pada manusia."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Saat Budaya dan Kehidupan Sehari-Hari Jadi Inspirasi Kompetisi hingga Pameran Seni

Saat Budaya dan Kehidupan Sehari-Hari Jadi Inspirasi Kompetisi hingga Pameran Seni

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:51 WIB

Potret Dunia Lewat Imajinasi 130 Seniman di JICAF 2026

Potret Dunia Lewat Imajinasi 130 Seniman di JICAF 2026

Foto | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 10:00 WIB

Menelisik Pameran 'On Equal Grounds": Saat Hierarki di Dunia Seni Diruntuhkan

Menelisik Pameran 'On Equal Grounds": Saat Hierarki di Dunia Seni Diruntuhkan

Your Say | Jum'at, 18 September 2026 | 19:14 WIB

Mengapa Purbaya Ngotot Danantara Setor Rp120 Triliun ke APBN?

Mengapa Purbaya Ngotot Danantara Setor Rp120 Triliun ke APBN?

Bisnis | Jum'at, 11 September 2026 | 16:19 WIB

Angsa dan Kelelawar: Ketika Kebenaran Tidak Sesederhana Hitam dan Putih

Angsa dan Kelelawar: Ketika Kebenaran Tidak Sesederhana Hitam dan Putih

Your Say | Selasa, 08 September 2026 | 15:30 WIB

Arti Kelelawar Masuk Rumah di Malam Hari Menurut Primbon Jawa, Pertanda Rezeki?

Arti Kelelawar Masuk Rumah di Malam Hari Menurut Primbon Jawa, Pertanda Rezeki?

Lifestyle | Kamis, 27 Agustus 2026 | 13:38 WIB

Menikmati Karya Sang Buddha dari Hamparan Sawah Semarang

Menikmati Karya Sang Buddha dari Hamparan Sawah Semarang

Foto | Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:00 WIB

Menembus Silicon Valley dari Kampus UDEL: Tamparan Pedas Sarjana Kertas

Menembus Silicon Valley dari Kampus UDEL: Tamparan Pedas Sarjana Kertas

Your Say | Rabu, 29 Juli 2026 | 12:38 WIB

Pemerintah Genjot PNBP: Jangan Sampai Tarif Naik, Layanan Publik Jalan di Tempat

Pemerintah Genjot PNBP: Jangan Sampai Tarif Naik, Layanan Publik Jalan di Tempat

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 15:24 WIB

Aturan Prabowo: Lepas dari Status WNI Wajib Bayar Rp5 Juta

Aturan Prabowo: Lepas dari Status WNI Wajib Bayar Rp5 Juta

Bisnis | Senin, 20 Juli 2026 | 18:15 WIB

Terkini

Debit Air Menyusut, Hamparan Sedimen Muncul di Waduk Wonorejo

Debit Air Menyusut, Hamparan Sedimen Muncul di Waduk Wonorejo

Foto | Selasa, 13 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Ted Lasso Season 4: Menghadirkan Pesan Kehidupan di Balik Taktik Lapangan

Ted Lasso Season 4: Menghadirkan Pesan Kehidupan di Balik Taktik Lapangan

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:50 WIB

Industri Event Siapkan Kalkulator Ekonomi untuk Hitung Kontribusi ke PDB Indonesia

Industri Event Siapkan Kalkulator Ekonomi untuk Hitung Kontribusi ke PDB Indonesia

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:43 WIB

IHSG Diguncang Isu MSCI dan Politik, Volatilitas Pasar Modal Gejolak Ekstrem

IHSG Diguncang Isu MSCI dan Politik, Volatilitas Pasar Modal Gejolak Ekstrem

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:42 WIB

Berapa Harga Parfum Mykonos Ori? Intip Keseluruhan Variannya

Berapa Harga Parfum Mykonos Ori? Intip Keseluruhan Variannya

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:38 WIB

4 Shio Paling Beruntung 13 Oktober 2026: Hoki dan Cuan Melimpah

4 Shio Paling Beruntung 13 Oktober 2026: Hoki dan Cuan Melimpah

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:38 WIB

Batam Blackout, Baru Sejumlah Wilayah Menyala Setelah 14 Jam Tanpa Listrik

Batam Blackout, Baru Sejumlah Wilayah Menyala Setelah 14 Jam Tanpa Listrik

Batam | Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:36 WIB

Ada Jakarta! NCT Wish Rilis Jadwal Tur Konser Into The Wish: Face Our Wish

Ada Jakarta! NCT Wish Rilis Jadwal Tur Konser Into The Wish: Face Our Wish

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:30 WIB

Harga BBM Bisa Naik, ICP Melonjak Drastis Jadi 112,81 Dolar AS/Barel

Harga BBM Bisa Naik, ICP Melonjak Drastis Jadi 112,81 Dolar AS/Barel

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:24 WIB

Manuver Bisnis BYAN Setelah Haji Isam Masuk

Manuver Bisnis BYAN Setelah Haji Isam Masuk

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:12 WIB

×