Bikin Takjub, NASA Rilis Video Timelapse 10 Tahun Aktivitas Matahari

Dinar Surya Oktarini, Rezza Dwi Rachmanta

Selasa, 30 Juni 2020 | 21:00 WIB
Bikin Takjub, NASA Rilis Video Timelapse 10 Tahun Aktivitas Matahari
Ilustrasi Matahari. [Shutterstock]

Suara.com - Pesawat luar angkasa SDO (Solar Dynamics Observatory) milik NASA telah meluncur pada Februari 2010 dan berhasil mengambil sekitar 425 juta foto Matahari beresolusi tinggi. Memperingati satu dekade misi SDO pertama, NASA mengunggah video timelapse spektakuler aktivitas Matahari selama 10 tahun terakhir.

Pesawat luar angkasa SDO dikembangkan oleh Goddard Space Flight Center NASA dan berhasil diluncurkan pada 11 Februari 2010.

Solar Dynamics Observatory merupakan bagian dari program Living With a Star atau LWS milik NASA.

Tujuan dari program LWS adalah untuk mengembangkan pemahaman ilmiah yang diperlukan secara efektif dalam menangani aspek-aspek sistem Matahari-Bumi yang terhubung secara langsung dengan kehidupan manusia.

Untuk merayakan misi SDO, NASA merilis video timelapse spektakuler yang menunjukkan satu gambar Matahari per detik di mana itu mewakili perputaran setiap hari selama 10 tahun terakhir.

Radiasi Matahari pada 29 Mei 2020. (NASA)
Radiasi Matahari pada 29 Mei 2020. (NASA)

Sangat menarik, kamu bisa melihat video timelapse Matahari dalam resolusi 4K.

Dilansir dari ILFScience, video luar biasa ini terdiri dari foto-foto yang diambil pada panjang gelombang ultraviolet ekstrim 17,1 nanometer.

Kita bisa melihat lapisan atmosfer terluar Matahari yang dikenal sebagai korona.

Dikompresi menjadi 61 menit, pergerakan Matahari dalam satu dekade terakhir mengikuti pola yang cukup khas.

baca juga

Seperti yang bisa dilihat dalam video, "keributan" Matahari mencapai puncaknya pada sekitar tahun 2014.

Ketika itu, terdapat pusaran riak dari bintik Matahari dan atmosfer terluarnya mengeluarkan semburan api.

Titik dalam siklus ini disebut sebagai Solar Maximum dan terjadi ketika kutub magnet Matahari berpindah tempat.

Setelah pembalikan ini terjadi, aktivitas Matahari mulai berkurang dan Solar Minimum tercapai di pertengahan siklus ketika permukaan Matahari tampak halus dan tenang.

Terdapat pemadaman yang cukup lama pada SDO karena pesawat luar angkasa sempat berhenti merekam sebagai akibat dari kesalahan teknis sehingga membutuhkan waktu seminggu untuk memperbaikinya.

Misi pengamatan Matahari pada SDO sangat penting bagi ilmuwan NASA agar mereka bisa mendeteksi radiasi cahaya Matahari terhadap astronot dan mengamati pergerakannya secara ilmiah.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anda Jago Desain? Ikut Lomba NASA Berhadiah Rp 501 Juta

Anda Jago Desain? Ikut Lomba NASA Berhadiah Rp 501 Juta

Tekno | Selasa, 30 Juni 2020 | 11:45 WIB

Gandeng Ahli Kimia, NASA Kembangkan Parfum Aroma Luar Angkasa

Gandeng Ahli Kimia, NASA Kembangkan Parfum Aroma Luar Angkasa

Tekno | Selasa, 30 Juni 2020 | 09:30 WIB

NASA Bakal Ganti Komponen Penting Stasiun Luar Angkasa ISS

NASA Bakal Ganti Komponen Penting Stasiun Luar Angkasa ISS

Tekno | Senin, 22 Juni 2020 | 20:15 WIB

Terkini

Panas! Korea Utara Luncurkan 10 Rudal Balistik saat Korsel dan AS Latihan Militer

Panas! Korea Utara Luncurkan 10 Rudal Balistik saat Korsel dan AS Latihan Militer

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:22 WIB

Nasib Ribuan Mahasiswa Jakarta Terancam Data Desil

Nasib Ribuan Mahasiswa Jakarta Terancam Data Desil

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:22 WIB

Mendag Dorong Pelaku Industri Manfaatkan Trade Expo Indonesia

Mendag Dorong Pelaku Industri Manfaatkan Trade Expo Indonesia

Jawa Tengah | Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:20 WIB

81 Tahun Merdeka: Memaknai Ulang Ikigai di Tengah Realitas Anak Muda Indonesia

81 Tahun Merdeka: Memaknai Ulang Ikigai di Tengah Realitas Anak Muda Indonesia

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:20 WIB

Diskon Belanja di GrandLucky Spesial dari BRI, Ini Syaratnya

Diskon Belanja di GrandLucky Spesial dari BRI, Ini Syaratnya

Bri | Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:16 WIB

5 Contoh Susunan Acara Maulid Nabi 2026 di Masjid, Rundown Lengkap dengan Jam

5 Contoh Susunan Acara Maulid Nabi 2026 di Masjid, Rundown Lengkap dengan Jam

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:15 WIB

3 Rekomendasi Smartwatch dengan Sensor VO2 Max Akurat

3 Rekomendasi Smartwatch dengan Sensor VO2 Max Akurat

Tekno | Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:10 WIB

Febrie Adriansyah Ingin Emas 74 Kg dan Uangnya Kembali, Begini Faktanya

Febrie Adriansyah Ingin Emas 74 Kg dan Uangnya Kembali, Begini Faktanya

Video | Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:09 WIB

RUU Pemilu Harus Perkuat Peran Perempuan!

RUU Pemilu Harus Perkuat Peran Perempuan!

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:06 WIB

Update Gempa NTT: 75 Meninggal, 907 Luka, Gempa Susulan 3.752 Kali

Update Gempa NTT: 75 Meninggal, 907 Luka, Gempa Susulan 3.752 Kali

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:03 WIB

×