Kabar Baik, Ilmuwan Temukan Fakta Baru tentang Tikus Tanpa Rambut

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Jum'at, 03 Juli 2020 | 11:30 WIB
Kabar Baik, Ilmuwan Temukan Fakta Baru tentang Tikus Tanpa Rambut
Tikus tanpa rambut. [Shutterstock]

Suara.com - Para ilmuwan mendapatkan penemuan baru yang mengejutkan tentang tikus tanpa rambut dan keriput, yang hidup di bawah tanah karena dapat membuka jalan untuk cara mencegah kanker pada manusia.

Tikus-tikus "telanjang" itu berasal dari Afrika Timur dan telah lama menjadi perhatian ilmuwan karena kekuatan misteriusnya.

Makhluk bergigi besar, bermata kecil, dan berdarah dingin ini kebal terhadap jenis rasa sakit tertentu. Mereka dapat bertahan hidup selama 18 menit tanpa oksigen, dan dapat hidup selama lebih dari 30 tahun, yang menentang hukum biologis penuaan.

Tikus-tikus tersebut juga sangat tahan terhadap kanker, suatu sifat yang membuat hewan itu menjadi fokus tim ilmuwan yang mempelajari penyakit kanker di seluruh dunia.

Penelitian sebelumnya menyimpulkan bahwa tikus ini hampir tidak pernah mengembangkan penyakit, dengan hanya segelintir kasus yang pernah diamati pada spesies, karena sel sehat tikus hanya kebal dari sel kanker.

Namun, para ilmuwan dari Universitas Cambridge sekarang telah menunjukkan untuk pertama kalinya bahwa gen yang diketahui menyebabkan kanker pada sel-sel hewan pengerat lainnya dapat mengubah sel-sel tikus "telanjang" menjadi kanker.

Para ilmuwan menyimpulkan, yang membedakan tikus tanpa rambut itu adalah sistem sel dan molekul kompleks di sekitar sel, termasuk sistem kekebalan tubuh. Para ahli percaya interaksi dengan sistem ini, yang dikenal sebagai lingkungan mikro, menghentikan tahap awal kanker berkembang menjadi tumor.

"Hasilnya mengejutkan bagi kami dan telah sepenuhnya mengubah pemahaman kami tentang resistensi kanker pada tikus 'telanjang'. Jika kita dapat memahami apa yang spesial tentang sistem kekebalan hewan ini dan bagaimana mereka melindunginya dari kanker, kita mungkin dapat mengembangkan intervensi untuk mencegah penyakit pada manusia," ucap Dr Walid Khaled, farmakologis di Universitas Cambridge dan salah satu penulis senior penelitian, seperti dikutip dari Independent, Jumat (3/7/2020).

Dalam penelitian yang dipublikasikan di jurnal Nature, para ilmuwan menganalisis 79 garis sel berbeda yang tumbuh dari usus, ginjal, pankreas, paru-paru, dan jaringan kulit yang diambil dari 11 tikus tanpa rambut.

baca juga

Tim ahli menginfeksi sel dengan virus yang dimodifikasi untuk memperkenalkan gen yang diketahui menyebabkan kanker pada sel tikus lain, tetapi tak terduga itu mampu mengubah sel tikus tanpa rambut menjadi kanker.

"Yang mengejutkan kami, sel-sel tikus 'telanjang' yang terinfeksi mulai berkembang biak dan dengan cepat membentuk koloni di laboratorium. Kami tahu dari percepatan pertumbuhan ini bahwa itu menjadi kanker," kata Fazal Hadi, ilmuwan pascadoktoral dan ilmuwan utama dalam penelitian ini.

Ilustrasi kanker (Pixabay/PDPics)
Ilustrasi kanker (Pixabay/PDPics)

Tim ilmuwan kemudian menyuntikkan sel-sel ini ke tikus dan dalam beberapa minggu membentuk tumor. Hasil yang para ilmuwan katakan menunjukkan itu adalah lingkungan tubuh tikus-tikus yang mencegah kanker berkembang.

Menariknya, penemuan ini bertentangan dengan penelitian sebelumnya, termasuk studi pada 2013 yang menyimpulkan sel tikus tanpa rambut telah mengembangkan sifat bawaan yang menghentikan sel menjadi kanker.

Namun, penulis studi sebelumnya menanggapi tim ilmuwan dari Universitas Cambridge. Dalam sebuah tanggapan yang dipublikasikan di Nature, para ilmuwan yang sebagian besar berbasis di University of Rochester New York berpendapat bahwa penelitian baru ini mencapai hasil yang berbeda karena penelitian tersebut mengekspos sel-sel pada tingkat gen penyebab kanker yang "sangat tinggi".

Tim ilmuwan dari Universitas Cambridge mengatakan, mereka akan terus menyelidiki mekanisme di mana tikus-tikus menghentikan sel kanker agar tidak berkembang menjadi tumor, dengan maksud mengungkapkan cara-cara baru untuk mengobati atau mencegah kanker pada manusia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kajian Ilmiah: Tikus Dijual di Pasar Asia Tenggara Mengandung Virus Corona

Kajian Ilmiah: Tikus Dijual di Pasar Asia Tenggara Mengandung Virus Corona

Tekno | Minggu, 21 Juni 2020 | 16:14 WIB

Wanita Ini Beli Cincin Tunangan dari Ekor Tikus, Begini Penampakannya

Wanita Ini Beli Cincin Tunangan dari Ekor Tikus, Begini Penampakannya

Lifestyle | Selasa, 16 Juni 2020 | 08:35 WIB

Selama Pandemi Covid-19, Tikus Kelaparan Jadi Agresif

Selama Pandemi Covid-19, Tikus Kelaparan Jadi Agresif

Tekno | Kamis, 28 Mei 2020 | 13:14 WIB

Peneliti Duga Virus HEV Tikus Sudah Ada Sejak Lama, ini Saran Pencegahannya

Peneliti Duga Virus HEV Tikus Sudah Ada Sejak Lama, ini Saran Pencegahannya

Health | Selasa, 12 Mei 2020 | 12:01 WIB

Ditemukan Virus Hepatitis E Baru, dari Tikus Menular ke Manusia

Ditemukan Virus Hepatitis E Baru, dari Tikus Menular ke Manusia

Health | Selasa, 12 Mei 2020 | 10:19 WIB

Waspada! Tikus Tularkan Hepatitis Tipe Baru, Ilmuwan Dibikin Kebingungan

Waspada! Tikus Tularkan Hepatitis Tipe Baru, Ilmuwan Dibikin Kebingungan

Tekno | Minggu, 10 Mei 2020 | 07:00 WIB

Terkini

Persija Hancurkan Brisbane Roar di JIS

Persija Hancurkan Brisbane Roar di JIS

Bola | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 22:02 WIB

Voting Jadi Penentu Ketua Umum PBNU

Voting Jadi Penentu Ketua Umum PBNU

News | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 21:58 WIB

DPR Ungkap 13 Tindak Pidana yang Bisa Dikenai RUU Perampasan Aset

DPR Ungkap 13 Tindak Pidana yang Bisa Dikenai RUU Perampasan Aset

News | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 21:38 WIB

Jakmania Boikot Launching Persija Jakarta, Bung Ferry Sampaikan Peringatkan

Jakmania Boikot Launching Persija Jakarta, Bung Ferry Sampaikan Peringatkan

Bola | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 21:33 WIB

Diwarnai Aksi Boikot Jakmania, Persija Kenalkan 29 Pemain dan Jersey Baru Merah Menyala

Diwarnai Aksi Boikot Jakmania, Persija Kenalkan 29 Pemain dan Jersey Baru Merah Menyala

Bola | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 20:38 WIB

Rilis Skuad dan Jersey Musim 2026/2027, Bhayangkara Presisi Lampung FC Bidik Tiga Besar Super League

Rilis Skuad dan Jersey Musim 2026/2027, Bhayangkara Presisi Lampung FC Bidik Tiga Besar Super League

Bola | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Ini 5 HP Bekas Murah 2-4 Jutaan dengan Skor AnTuTu 11 Tembus Sejuta, Main Game Berat Lancar!

Ini 5 HP Bekas Murah 2-4 Jutaan dengan Skor AnTuTu 11 Tembus Sejuta, Main Game Berat Lancar!

Tekno | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 20:19 WIB

SE Menkomdigi soal Perlindungan Kuota Internet Sudah Tepat, Tak Perlu Tergesa Revisi Aturan

SE Menkomdigi soal Perlindungan Kuota Internet Sudah Tepat, Tak Perlu Tergesa Revisi Aturan

Tekno | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 20:11 WIB

RUU Perampasan Aset Segera Disahkan, Akademisi: Kewenangan Besar Tanpa Pengawasan Bisa Jadi Bumerang

RUU Perampasan Aset Segera Disahkan, Akademisi: Kewenangan Besar Tanpa Pengawasan Bisa Jadi Bumerang

Jogja | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 19:59 WIB

5 Rekomendasi Bedak Touch-Up Praktis dengan Kaca dan Spons untuk Aktivitas Seharian

5 Rekomendasi Bedak Touch-Up Praktis dengan Kaca dan Spons untuk Aktivitas Seharian

Lifestyle | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 19:58 WIB

×