Array

Astronom Amatir Temukan Bintik Baru di Planet Jupiter

Rabu, 08 Juli 2020 | 10:00 WIB
Astronom Amatir Temukan Bintik Baru di Planet Jupiter
Penampakan planet Jupiter terbaru dengan menggunakan hubble. [NASA]

Suara.com - Jupiter terkenal dengan Bintik Merah Raksasa yang seukuran Bumi. Tapi seorang astronom amatir, menemukan bintik baru dalam planet raksasa tersebut.

Clyde Foster, seorang pensiunan insinyur kimia dan astronom amatir dari Centurion, Afrika Selatan, memperhatikan tempat yang sebelumnya tak pernah terlihat di bagian tenggara Bintik Merah Raksasa melalui teleskopnya pada 31 Mei 2020. Dalam gambar yang ditangkap oleh para astronom di Australia beberapa jam sebelumnya, fitur yang ditemukan Foster tidak terlihat.

Untungnya, pesawat ruang angkasa Juno milik NASA melakukan penerbangan jarak dekat dengan Jupiter, hanya dua hari setelah Foster melakukan pengamatan.

Meskipun tidak melakukan pendekatan langsung ke bintik yang dituju, instrumen JunoCam berhasil memberikan pandangan rinci tentang titik baru tersebut yang secara informal dinamai Clyde's Spot.

"Mengingat waktunya, fakta bahwa Juno berada dalam orbit 53 hari yang sangat memanjang dan hanya mampu menangkap sebagian Jupiter selama terbang, itu adalah kebetulan yang luar biasa," tulis Foster di situs web Masyarakat Astronomi Afrika Selatan, seperti dikutip dari IFL Science, Rabu (8/7/2020).

Berbeda dengan badai antisiklon atau Bintik Merah Raksasa di dekatnya, Clyde's Spot sebenarnya adalah "erupsi" konvektif yang kuat, semburan gas yang meluas di lapisan awan atas atmosfer Jovian. Dalam filter tertentu, sensitivitas terhadap panjang gelombang cahaya di mana gas metana sangat diserap, "wabah" muncul sebagai tambalan yang terang dan menandakan keberadaan Clyde's Spot.

Jupiter Clyde's Spot. [NASA]
Jupiter Clyde's Spot. [NASA]

"Erupsi" atau semburan ini biasa terjadi di sabuk Khatulistiwa Utara dan Selatan Jupiter, tetapi di Sabuk Beriklim Selatan Jupiter, tempat bintik baru ini terakhir terlihat, jauh lebih jarang terjadi. Penemuannya tersebut membuat para astronom lain sangat tertarik dengan temuannya.

"Gambar-gambar menunjukkan struktur yang menarik dalam sistem badai yang menyebabkan kegembiraan dalam komunitas Sains Planet," tambah Foster.

Foster dan sisa waktu untuk misi Juno akan menunggu penerbangan pesawat luar angkasa berikutnya pada 20 Juli 2020 untuk melihat bagaimana "erupsi" akan berkembang.

Baca Juga: NASA Pamer Foto Gerhana Matahari di Planet Jupiter, Ini Penampakannya

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI