Waspada, Penyebaran Penyakit dari Hewan ke Manusia Meningkat

Dythia Novianty

Kamis, 09 Juli 2020 | 18:30 WIB
Waspada, Penyebaran Penyakit dari Hewan ke Manusia Meningkat
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Para ahli mendesak pemerintah untuk melindungi lingkungan dan menekan perubahan iklim untuk mencegah pandemi di masa depan.

Dunia melihat peningkatan penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia seperti virus corona (Covid-19). Peringatan ini dikeluarakan PBB di mana, menyerukan pemerintah untuk mengambil langkah aktif dalam mencegah pandemi di masa depan.

Sebuah laporan baru (PDF) yang dirilis pada Senin kemarin (6/7/2020), Program Lingkungan PBB (UNEP) dan Lembaga Penelitian Ternak Internasional (ILRI) bersama-sama mengidentifikasi tujuh tren yang bertanggung jawab atas penyakit tersebut, yang dikenal sebagai zoonosis.

Ini termasuk meningkatnya permintaan protein hewani, ekstraksi sumber daya alam dan urbanisasi, pertanian intensif dan tidak berkelanjutan, eksploitasi satwa liar, peningkatan perjalanan dan transportasi, perubahan pasokan makanan dan perubahan iklim.

"Ilmu pengetahuannya jelas bahwa jika kita terus mengeksploitasi satwa liar dan menghancurkan ekosistem kita, maka kita akan melihat aliran yang stabil dari penyakit ini melompat dari hewan ke manusia di tahun-tahun mendatang," kata Direktur Eksekutif UNEP Inger Andersen dalam sebuah pernyataan melansir Aljazeera, Kamis (9/7/2020).

"Kami diperingatkan bahwa pandemi saat ini bukan masalah jika tetapi kapan. Untuk mencegah wabah di masa depan, kita harus menjadi lebih berhati-hati dalam melindungi lingkungan alam kita," tambahnya.

Ilustrasi kelelawar buah. [Shutterstock]
Ilustrasi kelelawar buah. [Shutterstock]

Covid-19, yang kemungkinan besar berasal dari kelelawar, telah menginfeksi lebih dari 11 juta orang dan membunuh setidaknya setengah juta orang secara global, menurut Universitas Johns Hopkins.

Tetapi itu hanya satu dari sejumlah penyakit yang terus meningkat, termasuk Ebola, MERS, demam West Nile, Zika, SARS, dan demam Rift Valley, yang telah melonjak dari hewan inang ke populasi manusia dalam beberapa tahun terakhir.

Sekitar 60 persen dari penyakit menular yang diketahui pada manusia dan 75 persen dari semua penyakit menular yang muncul adalah zoonosis, menurut UNEP, sebagian besar disebabkan oleh meningkatnya interaksi antara manusia, hewan dan lingkungan.

baca juga

"Sementara banyak orang di dunia terkejut dengan Covid-19, kita yang bekerja pada penyakit hewan tidak. Ini adalah pandemi yang sangat mudah diprediksi," kata Delia Randolph, ahli epidemiologi veteriner ILRI dan penulis utama laporan tersebut.

Ilustrasi pandemi ebola. (Shutterstock)
Ilustrasi pandemi ebola. (Shutterstock)

Randolph menggambarkan "tren yang sangat jelas" sejak 1930-an yang menunjukkan bahwa 75 persen penyakit manusia yang muncul berasal dari satwa liar.

Laporan itu juga mencatat bahwa Afrika berisiko tinggi terhadap meningkatnya munculnya penyakit zoonosis, tetapi juga dapat memberikan solusi.

"Dengan pengalaman mereka dengan Ebola dan penyakit lain yang muncul, negara-negara Afrika menunjukkan cara proaktif untuk mengelola wabah penyakit," kata Direktur Jenderal ILRI Jimmy Smith.

Menurut UNEP, sekitar dua juta orang, kebanyakan di negara berkembang, meninggal karena penyakit zoonosis yang terabaikan setiap tahun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Video Eksperimen dari Jepang, Ternyata Secepat Ini Virus Menyebar!

Viral Video Eksperimen dari Jepang, Ternyata Secepat Ini Virus Menyebar!

Health | Kamis, 14 Mei 2020 | 19:10 WIB

Cegah Penyakit Bersumber Hewan, Kemenkes Luncurkan Aplikasi Silantor

Cegah Penyakit Bersumber Hewan, Kemenkes Luncurkan Aplikasi Silantor

Health | Jum'at, 23 Agustus 2019 | 20:40 WIB

Ini Lima Penyakit Bersumber Hewan yang Berpotensi Wabah di Indonesia

Ini Lima Penyakit Bersumber Hewan yang Berpotensi Wabah di Indonesia

Health | Selasa, 14 Mei 2019 | 13:40 WIB

Kerja Sama Antarnegara ASEAN, Cegah Penyebaran Penyakit

Kerja Sama Antarnegara ASEAN, Cegah Penyebaran Penyakit

Health | Kamis, 24 Agustus 2017 | 11:33 WIB

Kasus Baru MERS Terus Bermunculan

Kasus Baru MERS Terus Bermunculan

Health | Minggu, 20 April 2014 | 19:48 WIB

Studi: Twitter Bisa Melacak Penyebaran HIV Aids Secara "Real Time"

Studi: Twitter Bisa Melacak Penyebaran HIV Aids Secara "Real Time"

Tekno | Rabu, 05 Maret 2014 | 14:02 WIB

Terkini

5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang

5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang

Tekno | Selasa, 30 Juni 2026 | 19:07 WIB

Bocoran Xiaomi 18: Baterai 7.200mAh, Snapdragon 2nm, dan Fast Charging 100W Siap Gebrak Pasar

Bocoran Xiaomi 18: Baterai 7.200mAh, Snapdragon 2nm, dan Fast Charging 100W Siap Gebrak Pasar

Tekno | Selasa, 30 Juni 2026 | 16:38 WIB

Apa Bedanya Pad sama Tablet? Ini Perbedaan Sistem Operasi, Hardware, hingga Harga

Apa Bedanya Pad sama Tablet? Ini Perbedaan Sistem Operasi, Hardware, hingga Harga

Tekno | Selasa, 30 Juni 2026 | 16:25 WIB

Bocoran Tablet Gaming iQOO Terungkap, Usung Layar 8,8 Inci dan Snapdragon Terbaru

Bocoran Tablet Gaming iQOO Terungkap, Usung Layar 8,8 Inci dan Snapdragon Terbaru

Tekno | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:45 WIB

Game Lokal Maple Haven City Rush Buka Pre-Registrasi, Rilis 21 Juli 2026

Game Lokal Maple Haven City Rush Buka Pre-Registrasi, Rilis 21 Juli 2026

Tekno | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:10 WIB

Harga RAM Global Diperkirakan Terus Melonjak Sepanjang 2026, Tahun Depan Makin Parah?

Harga RAM Global Diperkirakan Terus Melonjak Sepanjang 2026, Tahun Depan Makin Parah?

Tekno | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:06 WIB

4 HP dengan Baterai Badak 8000 mAh Lebih, Layar AMOLED 144 Hz Kuat 2 Hari Tanpa Cas

4 HP dengan Baterai Badak 8000 mAh Lebih, Layar AMOLED 144 Hz Kuat 2 Hari Tanpa Cas

Tekno | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:05 WIB

Harga HP Terus Naik, Ini 4 Pilihan Terbaru Rp1 Jutaan dengan Performa Mantap

Harga HP Terus Naik, Ini 4 Pilihan Terbaru Rp1 Jutaan dengan Performa Mantap

Tekno | Selasa, 30 Juni 2026 | 14:52 WIB

4 Rekomendasi HP Murah dengan Fitur NFC, Mudahkan Top-Up E-Toll

4 Rekomendasi HP Murah dengan Fitur NFC, Mudahkan Top-Up E-Toll

Tekno | Selasa, 30 Juni 2026 | 14:33 WIB

WhatsApp Segera Luncurkan Username, Pengguna Tak Lagi Perlu Bagikan Nomor Telepon

WhatsApp Segera Luncurkan Username, Pengguna Tak Lagi Perlu Bagikan Nomor Telepon

Tekno | Selasa, 30 Juni 2026 | 14:24 WIB

×