Ini Lima Penyakit Bersumber Hewan yang Berpotensi Wabah di Indonesia

Vania Rossa, Firsta Nodia

Selasa, 14 Mei 2019 | 13:40 WIB
Ini Lima Penyakit Bersumber Hewan yang Berpotensi Wabah di Indonesia
Rabies, salah satu penyakit bersumber hewan yang masih banyak ditemukan di Indonesia. (Shutterstock)

Suara.com - Penyakit bersumber hewan atau zoonosis masih membayangi Indonesia. Setiap tahunnya, angka kasus demam berdarah maupun malaria yang ditularkan melalui gigitan nyamuk masih terus ada. Bahkan menjadi KLB (kejadian luar biasa) di beberapa daerah.

Beberapa waktu lalu juga dilaporkan kasus rabies dan leptospirosis masih terjadi di beberapa daerah. Namun menurut Dr. Tb. A Choesni, Plt. Deputi Peningkatan Kesehatan, Kemenko PMK, sejauh ini, pemerintah telah menetapkan lima penyakit prioritas berpotensi wabah, antara lain rabies, flu burung, leptospirosis, bruselosis, dan antraks.

"Penyakit-penyakit tersebut diprioritaskan karena kerap menelan korban jiwa serta kerugian ekonomi yang sangat besar nilainya setiap tahun," ujar Choesni dalam temu media di Kemenko PMK, Selasa (14/5/2019).

Choesni mengatakan bahwa Indonesia, kata dia, sebenarnya sudah siap dalam menghadapi zoonosis. Tapi tentu kesiapan ini tidak hanya dilakukan pemerintah pusat tapi juga pemerintah daerah.

"Indonesia sudah siap dalam menghadapi zoonosis. Tapi tentu kita harus meningkatkan kapasitas baik dari segi pemantauan, pengendalian dan pencegahan, serta tenaga kesehatan. Kita punya 34 provinsi, sektor kesehatan termasuk tugas yang harus dilakukan pemerintah kab/kota. INDOHUN dan para universitas bertanggung jawab meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan di provinsi dan kabupaten," ujar Choesni.

Dalam kesempatan yang sama, Prof. Ali Ghufron selaku Direktur Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Kemenrisdikti, mengatakan pentingnya pendekatan one health dalam mengantisipasi zoonosis di Indonesia. Ia menjelaskan dengan pendekatan one health maka yang bertanggung jawab bukan hanya sektor kesehatan, namun juga sektor dan keahlian lainnya termasuk universitas.

"Penyakit timbul tidak saja dari individu, tapi lingkungan, dan ada agennya. Sehingga terjadinya penyakit itu banyak faktor yang memengaruhi, sehingga penyelesaiannya tidak hanya multidisiplin tapi transdisiplin. Pendekatan keseluruhan, keahlian, kementerian, dan seluruh sektor harus bekerjasama," imbuhnya.

Untuk melatih petugas lapangan lintas sektor dalam menangani kejadian luar biasa zoonosis, Kemenko PMK hari ini meluncurkan 'Pelatihan Investigasi Kejadian Luar Biasa (KLB)/Wabah Terpadu dengan Pendekatan One Health'.

Choesni mengatakan, pelatihan yang menggunakan metode pembelajaran campuran ini menggabungkan metode belajar tatap muka di kelas, praktik lapangan, dan pembelajaran jarak jauh melalui platform e-learning, untuk meningkatkan kapasitas Indonesia dalam memperkuat sistem kesiapsiagaan secara terpadu, terutama bagi petugas epidemiologi lapangan di tingkat kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

baca juga

"Pelatihan terpadu investigasi wabah ini akan memperkuat respons terhadap wabah penyakit di tingkat kabupaten/kota, khususnya bagi Indonesia yang menerapkan sistem pemerintahan desentralisasi. Pada akhirnya, pelatihan ini akan memperkuat kesiapsiagaan Indonesia terhadap wabah penyakit," tandas Choesni.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wanita Ini Tewas Digigit Anak Anjing saat Bermain

Wanita Ini Tewas Digigit Anak Anjing saat Bermain

News | Senin, 13 Mei 2019 | 12:57 WIB

Meski Banyak Manfaatnya, Kunyit Harus Dihindari Orang dengan 4 Kondisi Ini

Meski Banyak Manfaatnya, Kunyit Harus Dihindari Orang dengan 4 Kondisi Ini

Health | Jum'at, 10 Mei 2019 | 20:18 WIB

Waspada, 5 Penyakit Ini Rentan Menyerang di Musim Kemarau

Waspada, 5 Penyakit Ini Rentan Menyerang di Musim Kemarau

Health | Senin, 29 April 2019 | 16:05 WIB

Terkini

Aspal Jalan Kebon Sirih Terus Rusak, DKI Akhirnya Ganti dengan Beton

Aspal Jalan Kebon Sirih Terus Rusak, DKI Akhirnya Ganti dengan Beton

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 18:56 WIB

Usai OTT, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Resmi Ditahan KPK

Usai OTT, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Resmi Ditahan KPK

Foto | Selasa, 21 Juli 2026 | 18:50 WIB

3 Rekomendasi Moisturizer untuk Mengecilkan Pori-Pori, Wajah Mulus dan Glowing

3 Rekomendasi Moisturizer untuk Mengecilkan Pori-Pori, Wajah Mulus dan Glowing

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 18:49 WIB

Di Balik Hibah Kapal Induk Italia, Ada Ambisi Kejar Tayang 5 Oktober yang Bisa Sedot Anggaran Jumbo

Di Balik Hibah Kapal Induk Italia, Ada Ambisi Kejar Tayang 5 Oktober yang Bisa Sedot Anggaran Jumbo

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 18:48 WIB

Resmi Pakai Rompi Oranye KPK, Bupati Lombok Barat Bungkam Soal 3 Perkara yang Menjeratnya

Resmi Pakai Rompi Oranye KPK, Bupati Lombok Barat Bungkam Soal 3 Perkara yang Menjeratnya

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 18:42 WIB

4 Hydrating Sheet Mask Ampuh Berikan Hidrasi Ekstra untuk Skin Barrier Kuat

4 Hydrating Sheet Mask Ampuh Berikan Hidrasi Ekstra untuk Skin Barrier Kuat

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 18:40 WIB

Keluh Kesah PPPK Paruh Waktu Dinkes DKI di Balai Kota: Janji Setara ASN, Realita Jauh dari Kata

Keluh Kesah PPPK Paruh Waktu Dinkes DKI di Balai Kota: Janji Setara ASN, Realita Jauh dari Kata

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 18:38 WIB

Pabrik Tekstil di Jepara Tumbang, 670 Orang Menganggur

Pabrik Tekstil di Jepara Tumbang, 670 Orang Menganggur

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 18:36 WIB

Ironi Makan Bergizi Gratis: Mengapa Daerah 3T Masih Dianaktirikan?

Ironi Makan Bergizi Gratis: Mengapa Daerah 3T Masih Dianaktirikan?

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 18:35 WIB

Jangan Jerat Tersangka saja, Komnas HAM Dorong Korban Dapat Pemenuhan Hak Atas Pidana Korupsi

Jangan Jerat Tersangka saja, Komnas HAM Dorong Korban Dapat Pemenuhan Hak Atas Pidana Korupsi

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 18:31 WIB

×