Para Ahli Sebut Indonesia Gagal Kendalikan Wabah Covid-19

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Selasa, 14 Juli 2020 | 09:30 WIB
Para Ahli Sebut Indonesia Gagal Kendalikan Wabah Covid-19
Virus corona baru dari China (2019-nCoV). (Shutterstock)

"Kami berharap bahwa pemerintah melakukan lebih banyak pengujian, pengujian, dan pengujian, sehingga kami dapat melacak kasus-kasus ini," katanya lagi.

Di sisi lain, Prof Pandu telah menyerukan agar penggunaan tes reaksi berantai polimerase menjadi tiga kali lipat dan mengatakan penggunaan tes antobodi harus ditinggalkan.

Dia memperkirakan bahwa tanpa intervensi yang lebih kuat, wabah akan terus tumbuh hingga setidaknya sampai September dan Indonesia dapat mencatat hingag 4.000 kasus baru dalam sehari.

Upaya untuk mengendalikan virus juga dipersulit oleh stigma yang terkait dengan diagnosis positif, di mana sebagian besar orang khawatir itu akan mengakibatkan hilangnya pekerjaan. Pada Juni, ratusan pedangan di pasar tradisional di Bali, Sumatera, dan Jakarta menolak untuk melakukan pengujian.

Pentingnya mengadakan pemakaman secara muslim, di mana anggota keluarga mencuci tubuh jenazah, juga menimbulkan tantangan bagi langkah-langkah pengendalian penyakit. Sebagai contoh, dalam satu insiden di rumah sakit di Sulawesi, lebih dari 100 orang masuk ke bangsal rumah sakit, mengancam petugas, dan membawa jenazah seorang ustadz agar ia dapat dikuburkan.

Selain itu, menurut Arief Bakhtiar, seorang dokter spesialis paru-paru di Surabaya, keluarga-keluarga yang sulit menerima diagnosis Covid-19 juga salah satu aspek tersulit.

"Ada satu kasus yang saya alami ketika seorang perempuan meninggal karena virus Corona, tetapi semua anaknya tidak bisa menerimanya. Mereka menguburkannya dengan pemakaman keagamaan. Setelah dua minggu, saya mendengar dua anggota keluarga mereka meninggal, diduga karena Covid-19," kata Arief.

Lamanya penerimaan hasil tes pun membuat situsasi menjadi lebih sulit untuk memberikan bukti kepada keluarga bahwa almarhum memiliki Covid-19, meskipun Prof Amin Soebandrio, direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman di Jakarta, mengatakan perbaikan dalam proses laboratorium telah mempercepat pengiriman hasil.

Suasana saat tes cepat massal di hari ke-14 yang digelar di halaman Gedung Juang 45 Surabaya, Kamis (11/06/2020) [ANTARA/HO/FA].
Suasana saat tes cepat massal di hari ke-14 yang digelar di halaman Gedung Juang 45 Surabaya, Kamis (11/06/2020) [ANTARA/HO/FA].

Sedangkan di Surabaya, menurut Dr Brahmana Askandar, ketua Perhimpunan Dokter Indonesia di kota tersebut, mengatakan pemerintah daerah telah meningkatkan kesadaran akan perlunya menghindari keramaian dan mengenakan masker penutup wajah.

baca juga

"Kita bisa melihat beberapa hal membaik dalam dua minggu terakhir. Tetapi perilaku masyarakat pada akhirnya akan menentukan masa depan wabah," ucap Dr Brahmana Askandar.

Dalam laporan terakhir tentang Indonesia, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendesak pemerintah untuk memprioritaskan tes untuk pasien yang diduga terinfeksi virus, bukan orang yang sedang memulihkan diri, dan menyebut jumlah kematian "sangat tinggi" di antara kelompok ini.

Menurut data terbaru dari Johns Hopkins Coronavirus Resource Center pada Selasa (14/7/2020), saat ini Indonesia telah mencatat total kasus terkonfirmasi sebanyak 76.981 dengan kasus kematian 3.656.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sst... Ilmuwan China Sebut Pemerintahannya Tutupi Wabah Covid-19

Sst... Ilmuwan China Sebut Pemerintahannya Tutupi Wabah Covid-19

Tekno | Minggu, 12 Juli 2020 | 09:45 WIB

WHO: Masih Ada Harapan untuk Mengendalikan Wabah Covid-19

WHO: Masih Ada Harapan untuk Mengendalikan Wabah Covid-19

Health | Sabtu, 11 Juli 2020 | 16:05 WIB

Studi: Penggemar Film Kiamat Lebih Tabah Hidup di tengah Pandemi Covid-19

Studi: Penggemar Film Kiamat Lebih Tabah Hidup di tengah Pandemi Covid-19

Tekno | Rabu, 08 Juli 2020 | 18:35 WIB

Rekor! Kasus Positif Corona di Indonesia Melejit 1.863 Orang per Hari Ini

Rekor! Kasus Positif Corona di Indonesia Melejit 1.863 Orang per Hari Ini

News | Rabu, 08 Juli 2020 | 15:44 WIB

Sejarah Sejak Pandemi Maret! Hari Ini Sumut Nihil Kasus Baru Corona

Sejarah Sejak Pandemi Maret! Hari Ini Sumut Nihil Kasus Baru Corona

News | Rabu, 08 Juli 2020 | 13:16 WIB

Yurianto: Angka Kematian Covid-19 Indonesia Lebih Rendah Ketimbang Jepang

Yurianto: Angka Kematian Covid-19 Indonesia Lebih Rendah Ketimbang Jepang

News | Senin, 29 Juni 2020 | 17:33 WIB

Terkini

30 Kali Teror Perempuan di Jalan Sepi, Pria Eksibisionis di Gresik Diciduk Berkat Keberanian Korban

30 Kali Teror Perempuan di Jalan Sepi, Pria Eksibisionis di Gresik Diciduk Berkat Keberanian Korban

Jatim | Jum'at, 11 September 2026 | 11:12 WIB

Siap Tutup Majelis Dzikirnya, MUI Bekasi Bakal Bina Abah Setu: Jangan Benci Orangnya

Siap Tutup Majelis Dzikirnya, MUI Bekasi Bakal Bina Abah Setu: Jangan Benci Orangnya

News | Jum'at, 11 September 2026 | 11:09 WIB

Wajan Stainless Steel yang Bagus Merk Apa? Ini Tips Memilih dan Rekomendasinya

Wajan Stainless Steel yang Bagus Merk Apa? Ini Tips Memilih dan Rekomendasinya

Lifestyle | Jum'at, 11 September 2026 | 11:08 WIB

New Balance 530 Sepatu Lari atau Fashion? Ini Penjelasannya

New Balance 530 Sepatu Lari atau Fashion? Ini Penjelasannya

Lifestyle | Jum'at, 11 September 2026 | 11:06 WIB

Cetak 6 Gol 1 Pertandingan, Thierry Henry Bongkar Kengerian PSG yang Bikin Lawan Tak Berkutik

Cetak 6 Gol 1 Pertandingan, Thierry Henry Bongkar Kengerian PSG yang Bikin Lawan Tak Berkutik

Bola | Jum'at, 11 September 2026 | 11:05 WIB

Sarapan Sebaiknya Makanan Manis atau Gurih? Ini Pilihan yang Lebih Baik

Sarapan Sebaiknya Makanan Manis atau Gurih? Ini Pilihan yang Lebih Baik

Lifestyle | Jum'at, 11 September 2026 | 11:04 WIB

Pasar Mobil Bensin China Merosot 40 Persen pada Agustus 2026

Pasar Mobil Bensin China Merosot 40 Persen pada Agustus 2026

Otomotif | Jum'at, 11 September 2026 | 11:01 WIB

Erupsi Anak Krakatau Berdampak Terhadap Konektivitas dan Distribusi di Aceh

Erupsi Anak Krakatau Berdampak Terhadap Konektivitas dan Distribusi di Aceh

Sumut | Jum'at, 11 September 2026 | 11:00 WIB

Sekolah Ditutup karena Kabut Asap, Pekerja Malaysia Protes: Kami Bernapas Pakai Insang?

Sekolah Ditutup karena Kabut Asap, Pekerja Malaysia Protes: Kami Bernapas Pakai Insang?

News | Jum'at, 11 September 2026 | 10:55 WIB

Tragedi Serangan 9/11 WTC Jadi Sajian Teori Konspirasi di Kalangan Gen Z, Bagaimana Bisa?

Tragedi Serangan 9/11 WTC Jadi Sajian Teori Konspirasi di Kalangan Gen Z, Bagaimana Bisa?

News | Jum'at, 11 September 2026 | 10:52 WIB

×