Pejabat China Sebut Tak Perlu Vaksinasi Seluruh Warganya, Ini Alasannya

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Selasa, 15 September 2020 | 10:00 WIB
Pejabat China Sebut Tak Perlu Vaksinasi Seluruh Warganya, Ini Alasannya
Penelitian vaksin Covid-19 di China. [Douglas Magno/AFP]

Suara.com - Tidak semua orang di China perlu mendapatkan vaksinasi terhadap Covid-19. Setidaknya, itulah yang dikatakan pejabat medis tertinggi di negara tersebut.

Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) China Gao Fu menegaskan, vaksinasi di China hanya memprioritaskan para pekerja garis depan saja.

Jika vaksinasi dilakukan secara menyeluruh kepada seluruh populasi di negara tersebut, ia mengkhawatirkan adanya risiko atau efek samping yang ditimbulkan di masa depan dan besarnya biaya penelitian vaksin.

"Sejak gelombang pertama Covid-19 muncul di Wuhan, China telah beberapa kali selamat dari dampak Covid-19. Pertanyaannya, memvaksinasi publik harus mempertimbangkan anyara risiko dan manfaat (vaksin)," ujar Gao kepada China News Service, seperti dikutip dari CNN, Selasa (15/9/2020).

Ilustrasi CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serika). [ANDREW CABALLERO-REYNOLDS / AFP]
Ilustrasi CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serika). [ANDREW CABALLERO-REYNOLDS / AFP]

Kebijakan China tersebut seakan kontradiktif dengan sejumlah negara lainnya, terutama Australia, yang telah menguraikan rencananya untuk memperkenalkan program vaksinasi publik massal.

Saat ini, jumlah kasus Covid-19 yang terjadi di China terus menurun sejak musim semi. Bahkan, beberapa wilayah di negara tersebut sudah membuat perayaan bebas Covid-19.

Memang, sebagian wilayah provinsi Jilin, Beijing, Xinjiang, dan Urumqi masih memiliki kasus baru, tapi wabah dapat diatasi dalam beberapa minggu. Oleh karena itu, Gao menilai bahwa pemerintah China berhasil melakukan langkah efektif untuk menangani virus corona.

"Fakta telah membuktikan bahwa kami memiliki beberapa senjata ajaib untuk msnghadapi epidemi," imbuhnya.

Seandainya ada vaksin potensial, Gao menerangkan bahwa vaksin tersebut akan diprioritaskan bagi mereka yang berada di garis depan, seperti pekerja medis; warga negara China yang bekerja di luar negeri yang terdampak Covid-19; hingga orang-orang yang bekerja di lingkungan padat dan berisiko tinggi terpapar virus seperti restoran, sekolah dan pekerja layanan kebersihan.

baca juga

Terlepas dari komentar Gao, China telah menjadi salah satu negara terdepan dalam perlombaan global untuk mengembangkan vaksin virus corona.

Laboratorium P4 di Wuhan, China. [Hector RETAMAL/AFP]
Laboratorium P4 di Wuhan, China. [Hector RETAMAL/AFP]

China adalah produsen dan konsumen vaksin terbesar di dunia, dan dapat memasok lebih dari 1 miliar dosis vaksin setiap tahun yang diperoleh dari 40 produsen di seluruh negeri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Daftar Negara Tidak Mempercayai Vaksin Covid-19, Nomor 5 dan 7 Aneh

Daftar Negara Tidak Mempercayai Vaksin Covid-19, Nomor 5 dan 7 Aneh

Tekno | Minggu, 13 September 2020 | 12:45 WIB

Dapat Lampu Hijau, Uji Coba Vaksin Covid-19 AstraZeneca Dilanjut

Dapat Lampu Hijau, Uji Coba Vaksin Covid-19 AstraZeneca Dilanjut

News | Minggu, 13 September 2020 | 12:24 WIB

Waduh, CDC Ungkap Restoran Berisiko Tinggi Jadi Tempat Penularan Corona

Waduh, CDC Ungkap Restoran Berisiko Tinggi Jadi Tempat Penularan Corona

Health | Sabtu, 12 September 2020 | 06:10 WIB

Peneliti UI Kembangkan Vaksin Covid-19 Tipe DNA

Peneliti UI Kembangkan Vaksin Covid-19 Tipe DNA

Jakarta | Jum'at, 11 September 2020 | 18:01 WIB

WHO Sebut Ada 180 Vaksin Covid-19 yang Tengah Dikembangkan Saat Ini

WHO Sebut Ada 180 Vaksin Covid-19 yang Tengah Dikembangkan Saat Ini

Health | Jum'at, 11 September 2020 | 15:59 WIB

Data Uji Coba Vaksin Covid-19 Rusia Mengkhawatirkan?

Data Uji Coba Vaksin Covid-19 Rusia Mengkhawatirkan?

Tekno | Jum'at, 11 September 2020 | 16:00 WIB

Terkini

4 Rekomendasi Pelembap Viva untuk Kulit Kering, Bantu Perbaiki Skin Barrier

4 Rekomendasi Pelembap Viva untuk Kulit Kering, Bantu Perbaiki Skin Barrier

Lifestyle | Senin, 05 Oktober 2026 | 10:11 WIB

Kinerja BSI Makin Solid, Laba hingga Agustus 2026 Capai Rp5,30 Triliun

Kinerja BSI Makin Solid, Laba hingga Agustus 2026 Capai Rp5,30 Triliun

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2026 | 10:09 WIB

Prediksi Line Up Indonesia vs Thailand, Skema Serang Skuad Garuda

Prediksi Line Up Indonesia vs Thailand, Skema Serang Skuad Garuda

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 10:08 WIB

Istirahat Bagian dari Produktivitas: Belajar Berhenti Tanpa Merasa Bersalah

Istirahat Bagian dari Produktivitas: Belajar Berhenti Tanpa Merasa Bersalah

Your Say | Senin, 05 Oktober 2026 | 10:05 WIB

Djamari Chaniago dan Sjafrie Samsudin Dapat Bintang Mahaputera Adipurna dari Prabowo

Djamari Chaniago dan Sjafrie Samsudin Dapat Bintang Mahaputera Adipurna dari Prabowo

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 10:02 WIB

Skin Barrier Rusak? 5 Cleanser dengan Cholesterol Ini Bikin Kulit Lembap

Skin Barrier Rusak? 5 Cleanser dengan Cholesterol Ini Bikin Kulit Lembap

Your Say | Senin, 05 Oktober 2026 | 10:00 WIB

Harga Emas Antam Mulai Naik Lagi Jadi Rp2,58 Juta/Gram

Harga Emas Antam Mulai Naik Lagi Jadi Rp2,58 Juta/Gram

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2026 | 09:56 WIB

Rupiah Kembali Melemah, Dolar AS Naik ke Level Rp17.918

Rupiah Kembali Melemah, Dolar AS Naik ke Level Rp17.918

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2026 | 09:54 WIB

Pedagang Wanti-wanti Efek Domino Larangan Perisa Rokok, Omzet Bisa Anjlok 30 Persen

Pedagang Wanti-wanti Efek Domino Larangan Perisa Rokok, Omzet Bisa Anjlok 30 Persen

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2026 | 09:53 WIB

Dua Meninggal dan Lima Luka-Luka Usai Motor Roda Tiga Nekat Salip Truk di Cileungsi Bogor

Dua Meninggal dan Lima Luka-Luka Usai Motor Roda Tiga Nekat Salip Truk di Cileungsi Bogor

Bogor | Senin, 05 Oktober 2026 | 09:53 WIB

×