Keren! Pencarian Google Prediksi Wilayah Penyebaran Covid-19 Selanjutnya

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Selasa, 15 September 2020 | 15:00 WIB
Keren! Pencarian Google Prediksi Wilayah Penyebaran Covid-19 Selanjutnya
Ilustrasi Google Search. [Shutterstock]

Suara.com - Penelitian terbaru mengukur popularitas pencarian gejala medis di Google dan menemukan bahwa volume pencarian itu dapat membantu memprediksi kejadian kasus virus Corona (Covid-19), yang akan muncul beberapa minggu kemudian di daerah tersebut.

Gejala paling umum yang terkait Covid-19 mencakup batuk, demam, dan kesulitan bernapas. Dalam kasus ini, para ilmuwan ingin memeriksa apakah ada korelasi antara kasus Covid-19 dan lonjakan dalam pencarian subjek gejala gastrointestinal (GI) yang disebabkan oleh penyakit, seperti sakit perut dan diare.

"Kami mengidentifikasi gejala GI umum yang dikaitkan dengan Covid-19 dari penelitian sebelumnya sebagai istilah penelusuran, yang mencakup ageusia (kehilangan rasa), sakit perut, kehilangan nafsu makan, anoreksia, diare, dan muntah," kata Imama Ahmad, penulis utama penelitian dan gastroenterologi dari North Shore Medical Centre di Salem, Massachusetts.

Dengan menggunakan Google Trends, para ilmuwan membandingkan volumen penelusuran anonim untuk istilah-istilah ini di 15 negara bagian Amerika Serikat, dengan kasus Covdi-19 yang dilaporkan dalam periode antara Januari dan April 2020.

Ilustrasi Google Search di ponsel. [Shutterstock]
Ilustrasi Google Search di ponsel. [Shutterstock]

Para ahli menemukan pencarian Google untuk gejala GI umum yang spesifik, memang terkait dengan kasus Covid-19 berikutnya di sebagian besar negara bagian yang diteliti, dengan korelasi terkuat terbukti sekitar tiga hingga empat minggu setelah pencarian di lakukan.

Meskipun ini berpotensi membantu, temuan ini bukan sesuatu yang baru. Selama beberapa tahun, telah diketahui bahwa kueri mesin telusur dapat membantu mengingatkan manusia tentang hal-hal seperti wabah influenza.

Kesimpulan utama dalam penelitian ini adalah teknik yang sama juga dapat membantu memberi tahu para ahli tentang penyebaran Covid-19, yang berpotensi menandakan pinggiran kota mana yang mungkin akan menjadi wilayah penyebaran selanjutnya.

"Pencarian gejala GI mendahului kenaikan Covid-19 yang dilaporkan dengan cara yang dapat diprediksi, sedikit lebih lama dari jeda waktu satu hingga dua minggu yang diamati dalam penelitian sebelumnya tentang influenza," tulis para ilmuwan.

Menurut para ahli, perbedaan waktu yang diamati dapat terkait dengan perbedaan dalam ketersediaan pengujian, pelaporan, atau masa inkubasi Covid-19 yang lebih lama dibandigkan dengan influenza.

baca juga

Dalam penelitian ini, negara bagian dengan insiden kasus tertinggi selama masa penelitian adalah New York, New Jersey, California, Massachusetts, dan Illinois.

Para ilmuwan mengakui keterbatasan lain dari penelitian yang telah diterbitkan dalam Clinical Gastroenterology and Hepatology ini, yaitu sifat informasi pencarian yang sebagian besar dianonimkan di Google Trends menyulitkan para ahli untuk menyaring variabel perancu yang dapat berpengaruh pada data.

Logo Google. [Shutterstock]
Logo Google. [Shutterstock]

Di sisi lain, dengan tujuan untuk membantu peneliti kesehatan, Google mengumumkan akan membuat data pencarian semacam ini lebih banyak tersedia bagi para ilmuwan yang mencoba memastikan kasus Covid-19 dari pencarian.

Dilansir dari Science Alert, Selasa (15/9/2020), harapannya dengan peningkatan akses ke minat penelusuran dan tren untuk lebih dari 400 gejala, tanda, dan kondisi medis, akan lebih mudah bagi para profesional kesehatan untuk memvisualisasikan dan memperkirakan sebelumnya area dampak virus Corona di Amerika Serikat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penyebaran Covid-19 Bisa Lewat AC? 24 Penumpang Bus Jadi Korbannya

Penyebaran Covid-19 Bisa Lewat AC? 24 Penumpang Bus Jadi Korbannya

Tekno | Kamis, 03 September 2020 | 15:30 WIB

Di Tengah Pandemi, Serangan Panik Topik Paling Dicari di Google

Di Tengah Pandemi, Serangan Panik Topik Paling Dicari di Google

Tekno | Senin, 31 Agustus 2020 | 15:00 WIB

Penyebaran COVID-19 Belum Reda, Legiun Asing Persita Kesulitan ke Indonesia

Penyebaran COVID-19 Belum Reda, Legiun Asing Persita Kesulitan ke Indonesia

Bola | Kamis, 27 Agustus 2020 | 16:14 WIB

Peneliti Ungkapkan Risiko Penyebaran Virus Corona di Kereta

Peneliti Ungkapkan Risiko Penyebaran Virus Corona di Kereta

Health | Sabtu, 01 Agustus 2020 | 17:23 WIB

Unik, Analisis Penyebaran Covid-19 Lewat Konser

Unik, Analisis Penyebaran Covid-19 Lewat Konser

Tekno | Rabu, 22 Juli 2020 | 16:00 WIB

Cegah Penyebaran Covid-19, Bioskop Apung Dibuka di Paris

Cegah Penyebaran Covid-19, Bioskop Apung Dibuka di Paris

News | Selasa, 21 Juli 2020 | 17:17 WIB

Terkini

Ekosistem Kota Mandiri Jadi Penentu Nilai Investasi Properti

Ekosistem Kota Mandiri Jadi Penentu Nilai Investasi Properti

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:40 WIB

30 Ucapan Hari Sumpah Pemuda 2026 yang Singkat dan Penuh Semangat untuk Caption Medsos

30 Ucapan Hari Sumpah Pemuda 2026 yang Singkat dan Penuh Semangat untuk Caption Medsos

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:35 WIB

Industri Kreatif Butuh Outsourcing, Regulasi Jangan Hambat Investasi

Industri Kreatif Butuh Outsourcing, Regulasi Jangan Hambat Investasi

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:29 WIB

48 Adegan Prarekonstruksi Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Tiga Lokasi Ditelusuri

48 Adegan Prarekonstruksi Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Tiga Lokasi Ditelusuri

Jatim | Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:22 WIB

Bukan Sekadar Penerima Bantuan, Penyandang Disabilitas Didorong Jadi Aktor Penanggulangan Bencana

Bukan Sekadar Penerima Bantuan, Penyandang Disabilitas Didorong Jadi Aktor Penanggulangan Bencana

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:11 WIB

Indonesia Siap Kuasai Pasar Rumput Laut Global, Jajaki Pasar Bioplastik dan Perdagangan Karbon

Indonesia Siap Kuasai Pasar Rumput Laut Global, Jajaki Pasar Bioplastik dan Perdagangan Karbon

Sulsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:42 WIB

Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor

Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor

Bogor | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:28 WIB

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Jabar | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:05 WIB

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:58 WIB

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:42 WIB

×