Ditemukan: Pemicu Kiamat Akbar yang Musnahkan Hampir Seluruh Mahluk di Bumi

Liberty Jemadu

Rabu, 21 Oktober 2020 | 07:15 WIB
Ditemukan: Pemicu Kiamat Akbar yang Musnahkan Hampir Seluruh Mahluk di Bumi
ilustrasi hari kiamat. [Shutterstock]

Suara.com - Para ilmuwan pada pekan ini mengumumkan telah berhasil menemukan penyebab terjadinya kiamat akbar, yang paling dasyat yang pernah terjadi di Bumi sekitar 252 juta tahun silam.

Menurut para ilmuwan, Bumi telah mengalami lima kali kiamat alias kepunahan massal dalam sejarahnya selama miliaran tahun.

Akibat kiamat itu, sekitar 75 persen mahluk hidup di daratan punah dan 95 persen di lautan hilang hanya dalam tempo beberapa ribu tahun. Kiamat akbar itu menandai berakhirnya periode Permian dan dimulainya era Triassic.

Periode Permian berlangsung selama 47 juta tahun, mulai dari 298,9 juta tahun lalu sampai 251,9 tahun silam, ketika masa Triassic bermula yang ditandai dengan munculnya dinosaurus.

Analisis cangkang

Para ilmuwan, dalam studi yang terbit di jurnal Nature Geoscience baru-baru ini, mengungkapkan bahwa kiamat akbar jutaan tahu silam itu dipicu oleh letusan gunung di area yang saat ini dikenal sebagai Siberia, Rusia.

Ilmuwan dari Italia, Jerman, dan Kanada tersebut tidak saja berhasil menemukan pemicu bencana dasyat itu, tetapi juga sukses merunut rangkaian peristiwa yang mendorong Bumi ke kepunahan massal paling mengerikan.

Dalam studi itu, para peneliti memanfaatkan cangkang fosil brakiopoda dan meneliti isotop elemen boron pada cangkang-cangkang tersebut.

"Organisme mirip kerang ini sudah ada di Bumi sejak lebih dari 500 juta tahun lalu. Kami meneliti fosil brakiopoda yang terawat dengan baik dari daerah selatan Pegunungan Alpen," jelas Hana Jurikova, salah satu peneliti yang berasal dari GEOMAR, pusat riset kelautan di Kiel, Jerman.

baca juga

Ia mengatakan bahwa cangkang-cangkang itu tadinya tersimpan di dasar perairan dangkal Samudera Tethys, lautan purba antara Benua Laurasia dan Gondwana, sekitar 252 juta tahun silam.

"Kerang-kerang ini merekam dengan baik kondisi lingkungan sebelum dan sesudah kiamat," jelas Jurikova.

Dari analisis terhadap cangkang-cangkang itu bisa ditemukan proses pembentukan nilai pH (asam basa) lautan sekitar 252 juta tahun lalu. Nilai pH berhubungan erat dengan kadar karbon dioksida di atmosfer.

Untuk mengukur kadar karbon dioksida ini secara tepat, para penstudi menggunakan teknologi analisis isotop mutakhir di GEOMAR dan teknik spektrometri massa ion sekunder beresolusi tinggi pada GFZ, sebuah fasilitas penelitian nasional ilmu Bumi di Postdam, Jerman.

"Dengan teknik ini, kami bukan hanya bisa merekonstruksi evolusi kadar karbon dioksida di atmosfer, tetapi juga merunut hingga ke aktivitas gunung api yang pernah terjadi," kata Marcus Gutjahr dari GEOMAR yang juga terlibat dalam studi itu.

Data-data hasil analisis itu kemudian dimasukan ke dalam sebuah model komputer, yang dirancang untuk mensimulasikan perubahan kondisi Bumi jutaan tahun silam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Inggris 'Kiamat Kecil', 2.000 Penerbangan Mendadak Dibatalkan

Inggris 'Kiamat Kecil', 2.000 Penerbangan Mendadak Dibatalkan

News | Kamis, 10 September 2026 | 15:10 WIB

Kuba 'Kiamat Kecil' Gara-gara Mati Listrik, Negara Lumpuh Total di Tengah Cuaca Panas Ekstrem

Kuba 'Kiamat Kecil' Gara-gara Mati Listrik, Negara Lumpuh Total di Tengah Cuaca Panas Ekstrem

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 10:53 WIB

Kiamat Kecil Bernama Baterai Sisa Satu Persen dan Ponsel Ketinggalan

Kiamat Kecil Bernama Baterai Sisa Satu Persen dan Ponsel Ketinggalan

Your Say | Jum'at, 05 Juni 2026 | 17:14 WIB

Kiamat, Langit Siang Mendadak Gelap! Kesaksian Warga Saat Badai Pasir Raksasa Menerjang

Kiamat, Langit Siang Mendadak Gelap! Kesaksian Warga Saat Badai Pasir Raksasa Menerjang

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 15:30 WIB

Donald Trump Ancam Bikin Iran 'Kiamat Lebih Cepat'

Donald Trump Ancam Bikin Iran 'Kiamat Lebih Cepat'

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:45 WIB

Rudal Kiamat Iran Hantam Pemukiman Eshtaol Israel Hingga 11 Orang Terluka Parah

Rudal Kiamat Iran Hantam Pemukiman Eshtaol Israel Hingga 11 Orang Terluka Parah

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:44 WIB

Arab Saudi Marah ke Iran, Singgung Serangan Rudal Kiamat ke Negara Islam

Arab Saudi Marah ke Iran, Singgung Serangan Rudal Kiamat ke Negara Islam

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 11:00 WIB

Rudal Kiamat Iran Hantam Kota Dekat Tel Aviv Israel, Belasan Warga Sipil Termasuk Anak-Anak Terluka

Rudal Kiamat Iran Hantam Kota Dekat Tel Aviv Israel, Belasan Warga Sipil Termasuk Anak-Anak Terluka

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 06:14 WIB

Kiamat Sudah Dekat Kalau Amerika Nekat Buka Paksa Selat Hormuz Iran

Kiamat Sudah Dekat Kalau Amerika Nekat Buka Paksa Selat Hormuz Iran

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 11:48 WIB

Perisai Davids Sling Israel Gagal Tangkis Rudal Kiamat Iran, 2 Kota Zionis Hancur Lebur

Perisai Davids Sling Israel Gagal Tangkis Rudal Kiamat Iran, 2 Kota Zionis Hancur Lebur

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 09:47 WIB

Terkini

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 23:10 WIB

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 21:43 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 21:20 WIB

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

Sport | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 21:00 WIB

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 20:41 WIB

eK Cross EV: Mobil Listrik Murah Mitsubishi yang Harganya Mirip Wuling Air EV, Jarak Tempuh?

eK Cross EV: Mobil Listrik Murah Mitsubishi yang Harganya Mirip Wuling Air EV, Jarak Tempuh?

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 20:39 WIB

Ramalan Cinta 12 Zodiak pada 14-20 September 2026, Ada yang Dihantui Masa Lalu

Ramalan Cinta 12 Zodiak pada 14-20 September 2026, Ada yang Dihantui Masa Lalu

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 20:10 WIB

×