Dipertanyakan Kemanjurannya, Remdesivir Tetap Digunakan untuk Covid-19

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Jum'at, 23 Oktober 2020 | 11:30 WIB
Dipertanyakan Kemanjurannya, Remdesivir Tetap Digunakan untuk Covid-19
Ilustrasi obat Covid-19 remdesivir. (Dok. Elements.envato)

Suara.com - Pusat Nasional untuk Penyakit Menular (NCID) meninjau temuan bertentangan terbaru seputar remdesivir, meskipun obat tersebut tetap menjadi pilihan pengomatan untuk pasien virus Corona (Covid-19) di Singapura.

Peninjauan ini terjadi setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menerbitkan hasil sementara uji coba pada 15 Oktober.

Hasil uji coba WHO menunjukkan bahwa remdesivir memiliki sedikit atau tidak memberikan efek, pada berapa lama pasien Covid-19 berada di rumah sakit atau pada peluang pasien untuk bertahan hidup.

Karena itu, tim terapeutik Covid-19 NCID secara aktif meninjau laporan akhir dari uji coba pengobatan Covid-19 adaptif United States National Institutes of Health (ACTT1) pertama yang dirilis baru-baru ini.

Logo Organisasi Kesehatan Dunia, WHO. [AFP]
Logo Organisasi Kesehatan Dunia, WHO. [AFP]

ACTT1 mempelajari kemanjuran remdesivir pada pasien Covid-19 dalam dokumen pra-cetak. WHO juga telah mengumpulkan lebih lanjut tim internasional yang mencakup perwakilan dari Singapura, untuk membahas lebih lanjut temuan terbaru sebelum mengeluarkan pembaruan tentang rekomendasi pengobatan.

Remdesivir sendiri dikembangkan oleh Gilead Science, pembuat obat asal Amerika Serikat. Itu menerima persetujuan bersyarat dari Otoritas Ilmu Kesehatan Singapura untuk digunakan di luar uji klinis pada Juni. Sementara itu, tidak ada perubahan pendekatan pengobatan saat ini di Singapura.

Spesialis penyakit infeksi dapat memberikan remdesivir kepada pasien dengan tingkat saturasi oksigen rendah, kurang dari atau sama dengan 94 persen, atau pasien yang mungkin memerlukan oksigen tambahan atau bantuan pernapasan yang lebih intensif.

"Penting untuk menegaskan kembali bahwa ini adalah penyakit baru dan penelitian berkelanjutan serta uji klinis, sedang berlangsung untuk memberikan pilihan dan strategi pengobatan terbaik kepada pasien. Pedoman pengobatan adalah dokumen hidup yang memerlukan pembaruan saat pengetahuan baru tersedia," kata NCID, seperti dikutip Straits Times, Jumat (23/10/2020).

NCID menekankan bahwa deteksi kasus dini, pemantauan ketat perkembangan penyakit dan intervensi dini harus diperhatikan.

baca juga

Remdesivir adalah salah satu obat pertama yang digunakan dalam pengobatan Covid-19. Itu juga salah satu obat yang baru-baru ini digunakan untuk merawat Presiden Trump setelah dinyatakan terinfeksi.

Di sisi lain, Gilead menyuarakan keprihatinan atas data WHO dengan mengatakan bahwa data tersebut tampak tidak konsisten, temuannya terlalu dini, dan penelitian lain telah memvalidasi manfaat obat tersebut.

Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

WHO kemudian menanggapi untuk mempertahankan data uji coba tersebut. Menurut Dr Richard Peto, ahli statistik independen yang bermitra dengan WHO untuk mengevaluasi uji coba mengatakan bahwa setiap manfaat remdesivir mungkin terjadi secara kebetulan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anak Muda Sehat Siap-siap Tak Dapat Vaksin Covid-19 Hingga 2022

Anak Muda Sehat Siap-siap Tak Dapat Vaksin Covid-19 Hingga 2022

News | Kamis, 15 Oktober 2020 | 11:30 WIB

Astaga! Angka Positivity Rate Covid-19 Sumbar Melebihi Standar WHO

Astaga! Angka Positivity Rate Covid-19 Sumbar Melebihi Standar WHO

Riau | Rabu, 14 Oktober 2020 | 23:00 WIB

Ngeri... Penilaian WHO soal Lockdown Dikaitkan pada Herd Immunity

Ngeri... Penilaian WHO soal Lockdown Dikaitkan pada Herd Immunity

Tekno | Rabu, 14 Oktober 2020 | 14:30 WIB

WHO: Lockdown Wilayah Upaya Terakhir Pengendalian Covid-19

WHO: Lockdown Wilayah Upaya Terakhir Pengendalian Covid-19

Health | Selasa, 13 Oktober 2020 | 20:46 WIB

Siap-siap, WHO Prediksi Vaksin Covid-19 Generasi Awal Meluncur Desember

Siap-siap, WHO Prediksi Vaksin Covid-19 Generasi Awal Meluncur Desember

Health | Selasa, 13 Oktober 2020 | 16:50 WIB

Studi tentang Remdesivir Jadi Obat Covid-19 Akhirnya Terbit, Apa Hasilnya?

Studi tentang Remdesivir Jadi Obat Covid-19 Akhirnya Terbit, Apa Hasilnya?

Health | Selasa, 13 Oktober 2020 | 14:29 WIB

Terkini

Mendengar 'Sambutlah' Denada: Saat Tren TikTok Bikin Lagu 90-an Candu Lagi

Mendengar 'Sambutlah' Denada: Saat Tren TikTok Bikin Lagu 90-an Candu Lagi

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:30 WIB

Bahas Gugatan Ijazah Gibran di MK, Anwar Usman: Itu Sepenuhnya Ranah MK!

Bahas Gugatan Ijazah Gibran di MK, Anwar Usman: Itu Sepenuhnya Ranah MK!

Video | Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:24 WIB

Esensi Jeda: Bukan Hadiah setelah Lelah, tapi Bagian dari Menjalani Hidup

Esensi Jeda: Bukan Hadiah setelah Lelah, tapi Bagian dari Menjalani Hidup

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Phuwin Tangsakyuen Sukses Gelar Fancon Perdana di Indonesia, Bikin Fans Ikut Sing Along

Phuwin Tangsakyuen Sukses Gelar Fancon Perdana di Indonesia, Bikin Fans Ikut Sing Along

Entertainment | Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:14 WIB

Anak Usaha GGRM Resmi Kelola Bandara Dhoho, Skema KSO Angkasa Pura Berakhir

Anak Usaha GGRM Resmi Kelola Bandara Dhoho, Skema KSO Angkasa Pura Berakhir

Bisnis | Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:09 WIB

Mengapa Keadilan Gender Sering Kali Kandas di Dapur Rumah Tangga

Mengapa Keadilan Gender Sering Kali Kandas di Dapur Rumah Tangga

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:00 WIB

Pisau Bermata Dua Homeless Media: Cepat Berbagi Rentan Tersandera Algoritma

Pisau Bermata Dua Homeless Media: Cepat Berbagi Rentan Tersandera Algoritma

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 11:50 WIB

Indonesia vs Thailand: Laga Final Dua Rival Klasik di Kawasan ASEAN

Indonesia vs Thailand: Laga Final Dua Rival Klasik di Kawasan ASEAN

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 11:40 WIB

Rumah Terlalu Lembap Bisa Ganggu Kesehatan, Ini Cara Mengatasinya

Rumah Terlalu Lembap Bisa Ganggu Kesehatan, Ini Cara Mengatasinya

Health | Minggu, 04 Oktober 2026 | 11:37 WIB

Harga Cabai Kompak Meroket, Ada yang Tembus  Rp100 Ribu per Kilogram

Harga Cabai Kompak Meroket, Ada yang Tembus Rp100 Ribu per Kilogram

Bisnis | Minggu, 04 Oktober 2026 | 11:35 WIB

×