Lebih Tinggi dari Menara Eiffel, Ilmuwan Temukan Terumbu Karang Raksasa

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Kamis, 29 Oktober 2020 | 08:30 WIB
Lebih Tinggi dari Menara Eiffel, Ilmuwan Temukan Terumbu Karang Raksasa
Terumbu karang raksasa lebih tinggi dari menara Eiffel. [IFL Science]

Suara.com - Para ilmuwan menemukan terumbu karang raksasa di ujung utara Great Barrier Reef Australia, dengan tinggi lebih dari Menara Eiffel. Ini merupakan penemuan terumbu karang pertama dalam 120 tahun.

Terumbu karang tersebut memiliki panjang 1,5 kilometer dan menjulang setinggi 500 meter, lebih tinggi dari Menara Eiffel dan Empire State Building di New York, serta terletak hanya 40 meter di bawah permukaan laut.

Schmidt Ocean Institute saat ini melakukan misi 12 bulan untuk menjelajahi perairan yang kurang dipelajari di sekitar terumbu ini, yang terpisah dari Great Barrier Reef di lepas pantai Queensland.

Tim menggunakan robot bawah air untuk menjelajahi terumbu karang tersebut. Disebut SuBastian, robot itu merekam video penemuan tersebut dan mengunggahnya di akun YouTube Schmidt Ocean pada 25 Oktober. Meskipun berhasil merekam penampakannya, tim belum memiliki kesempatan untuk mengambil sampel makhluk hidup secara langsung.

Menara Eiffel. (Wonders List)
Menara Eiffel. (Wonders List)

"Terumbu karang mendukung semua bahan utama dari terumbu tropis yang berkembang, dengan karang keras, karang lunak, ikan, dan bahkan hiu," kata Dr Robin Beaman dari James Cook University, seperti dikutip IFL Science, Kamis (29/10/2020).

Hal ini berbeda dengan terumbu karang perairan dangkal di dekat zona utara Great Barrier Reef, yang sebagian besar belum pulih dari peristiwa pemutihan massal tahun 2016 di wilayah tersebut.

Menurut penuturan Mardi McNeil, anggota tim dari Queensland University of Technology, hal ini mengkhawatirkan karena terumbu karang di perairan dangkal dikelilingi oleh air yang memanas.

Itu bisa menjadi ancaman besar, terutama di ujung utara Great Barrier Reef, di mana karang mendekati batas termalnya. Di sisi lain, terumbu karang yang terlepas, dikelilingi oleh samudera dalam yang sejuk yang digerakkan oleh gelombang yang lebih kuat sehingga cenderung tidak terlalu terpengaruh oleh kenaikan suhu, setidaknya dalam jangka pendek.

Temuan ini mendasari pengetahuan manusia yang masih terbatas tentang dasar laut. Meskipun terumbu karang yang terpisah di dekatnya dipelajari beberapa tahun yang lalu dengan menggunakan LIDAR melalui udara, daerah di sekitarnya masih diabaikan.

baca juga

Penemuan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya Schmidt Ocean Institute untuk mengubahnya, memetakan seluruh area di sekitar Great Barrier Reef utara menggunakan kapal penelitian Falkor dan ROV SuBastian.

Beaman mengatakan bahwa pemetaan sudah mencakup 90 persen. Sementara itu, hanya 20 persen lautan dalam di seluruh dunia yang telah dipetakan dengan peralatan modern dan institut telah berpartisipasi dalam proyek yang bertujuan mengubahnya pada 2030.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ilmuwan Sebut Risiko Penularan Covid-19 di Pesawat Sangat Rendah?

Ilmuwan Sebut Risiko Penularan Covid-19 di Pesawat Sangat Rendah?

Tekno | Rabu, 28 Oktober 2020 | 13:00 WIB

Djab Wurrung Tempat Perempuan Suku Asli Australia Kubur Plasenta Ditebang

Djab Wurrung Tempat Perempuan Suku Asli Australia Kubur Plasenta Ditebang

News | Rabu, 28 Oktober 2020 | 11:10 WIB

Melbourne Rayakan "Dobel Donat" Dua Hari Nol Kasus dan Siap Dibuka Kembali

Melbourne Rayakan "Dobel Donat" Dua Hari Nol Kasus dan Siap Dibuka Kembali

News | Rabu, 28 Oktober 2020 | 11:01 WIB

Picu Kemarahan Warga, Pohon Keramat Ditebang Demi Proyek Jalan Raya

Picu Kemarahan Warga, Pohon Keramat Ditebang Demi Proyek Jalan Raya

News | Selasa, 27 Oktober 2020 | 14:31 WIB

NASA Yakin Ada Kandungan Air di Bulan, Tanda Kehidupan?

NASA Yakin Ada Kandungan Air di Bulan, Tanda Kehidupan?

Tekno | Selasa, 27 Oktober 2020 | 14:15 WIB

Memiliki Sayap, Kemampuan Terbang Dinosaurus Ini Lebih Buruk dari Ayam

Memiliki Sayap, Kemampuan Terbang Dinosaurus Ini Lebih Buruk dari Ayam

Tekno | Selasa, 27 Oktober 2020 | 13:30 WIB

Terkini

3 Rekomendasi Sabun Mandi Non-SLS yang Ampuh Jaga Kelembapan Kulit, Bebas Iritasi!

3 Rekomendasi Sabun Mandi Non-SLS yang Ampuh Jaga Kelembapan Kulit, Bebas Iritasi!

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 13:15 WIB

Belajar dari Bungo: Saat Hutan Adat Jadi Benteng Pertahanan Alam

Belajar dari Bungo: Saat Hutan Adat Jadi Benteng Pertahanan Alam

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 13:15 WIB

Apakah Mustika Ratu Punya Sunscreen? Segini Harga dan Ulasan Penggunanya

Apakah Mustika Ratu Punya Sunscreen? Segini Harga dan Ulasan Penggunanya

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 13:15 WIB

Ikhtiar Pramono Anung Putus Rantai Narkoba di Kampung Bahari

Ikhtiar Pramono Anung Putus Rantai Narkoba di Kampung Bahari

News | Selasa, 03 November 2026 | 13:14 WIB

Saham TMPO Terbang 26 Persen, Influencer Timothy Ronald Kempit 1,26 Persen

Saham TMPO Terbang 26 Persen, Influencer Timothy Ronald Kempit 1,26 Persen

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 13:09 WIB

Cara Memilih Powerbank yang Bagus dan Baik 2026, Jangan Asal Lihat Kapasitas!

Cara Memilih Powerbank yang Bagus dan Baik 2026, Jangan Asal Lihat Kapasitas!

Sumut | Selasa, 03 November 2026 | 13:02 WIB

Jay Idzes Dapat Rapor Merah saat Comeback di Sassuolo, Jadi Pemain dengan Rating Terendah

Jay Idzes Dapat Rapor Merah saat Comeback di Sassuolo, Jadi Pemain dengan Rating Terendah

Bola | Selasa, 03 November 2026 | 13:02 WIB

Bahas RUU Perampasan Aset, Jamdatun Ingatkan Risiko Kesewenang-Wenangan Negara

Bahas RUU Perampasan Aset, Jamdatun Ingatkan Risiko Kesewenang-Wenangan Negara

News | Selasa, 03 November 2026 | 13:00 WIB

Menabung Tanpa Kehilangan Masa Muda: Bisakah Gen Z Temukan Keseimbangan?

Menabung Tanpa Kehilangan Masa Muda: Bisakah Gen Z Temukan Keseimbangan?

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 13:00 WIB

Jelang IGA 2026, Kemendagri Dorong Pemda Jadikan Inovasi Sebagai Budaya Kerja

Jelang IGA 2026, Kemendagri Dorong Pemda Jadikan Inovasi Sebagai Budaya Kerja

News | Selasa, 03 November 2026 | 12:59 WIB

×