alexametrics

Dituduh Membahayakan Nyawa Pekerjanya, Facebook Buka Suara

RR Ukirsari Manggalani | Dicky Prastya
Dituduh Membahayakan Nyawa Pekerjanya, Facebook Buka Suara
Ilustrasi Facebook. [Shutterstock]

Inilah penjelasan dari Facebook, mengapa kini menerapkan WFO bagi karyawannya.

Suara.com - Keputusan Facebook untuk menerapkan kembali bekerja dari kantor (Work from Office atau WFO) di tengah pandemi COVID-19 menuai kecaman dari para pekerjanya. Lebih dari 200 Moderator Konten Facebook melayangkan surat terbuka yang mendesak perusahaan untuk kembali mengizinkan mereka bekerja dari rumah (Work form Home atau WFH).

Vice President of Integrity Facebook, Guy Rosen mengatakan, perusahaan saat ini sedang membutuhkan beberapa konten yang paling sensitif untuk ditinjau berdasarkan pengaturan dari kantor.

Guy Rosen juga menjamin bahwa Facebook telah menerapkan langkah-langkah untuk membuat lingkungan kantor aman dari virus COVID-19.

"Kami tidak dapat mengarahkan konten-konten sensitif ke para pekerja yang bekerja di rumah masing-masing. Pasalnya, rumah adalah tempat tinggal bagi Anda dan keluarga," jelas Guy Rosen, dikutip dari CNBC, Sabtu (21/11/2020).

Baca Juga: BMW S 1000 R Model 2021 Tampil Lebih Sporty, Bertabur Fitur

Ilustrasi work from home (freepik)
Ilustrasi work from home (freepik)

Selain moderator konten, Facebook juga memanggil para pekerja di bidang keamanan dan perangkat keras untuk WFO. Guy Rosen menyatakan bahwa mereka ditugaskan penuh waktu untuk membantu meninjau dan menindak konten sensitif di platform Facebook.

Ia menyebut, Facebook telah memiliki standar keamanan yang sangat ketat untuk menerapkan WFO. Beberapa langkah yang dilakukan Facebook yaitu wajib jaga jarak fisik, pemeriksaan suhu, masker, pembersihan ruangan tiap hari, menyediakan hand sanitizer, hingga rutin mengganti filter udara.

"Fasilitas kantor sudah memenuhi atau melampaui pedoman tentang ruang kerja yang aman," jelas Guy Rosen.

Perusahaan juga membahas kritik surat terbuka yang menyatakan perangkat lunak AI Facebook tidak mampu mendeteksi semua jenis konten yang melanggar kebijakan perusahaan.

"Investasi kami dalam AI membantu kami mendeteksi dan menghapus konten ini untuk menjaga keamanan pengguna Facebook. Kami membawa beberapa pekerja kembali ke kantor untuk memastikan adanya keseimbangan antara orang-orang dan AI yang bekerja di area ini," pungkasnya.

Baca Juga: Facebook Akui Sudah Tindak 44,6 Juta Konten Ujaran Kebencian

Ia tak merinci berapa banyak pegawainya yang sudah menerapkan WFO. Guy Rosen hanya menjelaskan sampai saat ini sebagian besar karyawan masih bekerja dari rumah.

Komentar