alexametrics

Pandi Gelar Sayembara Website Beraksara Lontara

Liberty Jemadu
Pandi Gelar Sayembara Website Beraksara Lontara
Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi) akan menggencarkan pemasaran domain .id di luar negeri pada 2020. [Suara.com/Tivan Rahmat]

Sebelum website beraksara Lontara, Pandi sudah menggelar sayembara website beraksara Jawa dan Sunda.

Suara.com - Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi) melanjutkan program Merajut Indonesia Melalui Digitalisasi Aksara Nusantara dengan menggelar lomba pembuatan website berkonten aksara Lontara milik suku Bugis.

Sebelumnya Pandi sudah menggelar sayembara pembuatan website beraksara Jawa atau Hanacaraka. Lomba website aksara Sunda juga sedang digelar.

“Rangkaian program Merajut Indonesia melalui digitalisasi aksara Nusantara telah bergeser ke Sulawesi, saatnya masyarakat Bugis dan sekitarnya ikut andil dalam pelestarian aksara daerahnya melalui internet,” kata Ketua Pandi Yudho Giri Sucahyo dalam pernyataan pers, Selasa(8/12/2020).

Yudho berharap agar lomba tersebut bisa mendapatkan antusias tinggi dari masyarakat agar bisa menjadi pembuktian kepada ICANN (The Internet Corporation for Assigned Names and Number) bahwa aksara Lontara masih banyak dipergunakan hingga saat ini.

Baca Juga: Wow! Digitalisasi Aksara Jawa Sudah Mencapai 80 Persen

Ketua Dewan Pembina Yayasan Aksara Lontara Nusantara (YALN) Nurhayati Rahman mengatakan lomba pembuatan website berkonten aksara Lontara menjadi momentum penting dalam menyelamatkan warisan bangsa dari kepunahan.

"Ikut dan berpartisipasi dalam lomba website ini, berarti ikut menyelamatkan warisan literasi kita," katanya.

Sementara Dewan Pembina YALN Nirwan Ahmad Arsuka mengatakan bahwa lomba ini merupakan momen penting untuk membuka portal yang menghubungkan masa kini dengan masa silam Nusantara, khususnya masyarakat pemakai aksara lontara yang terbukti mampu menghasilkan kaya akan khazanah, antara lain mengandung epik La Galigo yang merupakan wiracarita terpanjang di dunia.

"Kegiatan ini juga menghubungkan masa silam dan masa kini dengan masa depan yang penuh kemungkinan kreatif, di mana masyarakat yang punya akar sejarah, budaya dan literasi yang kuat akan punya peluang yang lebih besar untuk aktif membentuk kenyataan masa depan tersebut," ujar Nirwan Ahmad. [Antara]

Baca Juga: Peringati Hari Aksara Internasional dengan Menulis Aksara Jawa

Komentar