alexametrics

Ada Penumpang Gelap di Penjelajah Mars NASA, Termasuk Sherlock Holmes

RR Ukirsari Manggalani | Lintang Siltya Utami
Ada Penumpang Gelap di Penjelajah Mars NASA, Termasuk Sherlock Holmes
Rover Perseverance yang akan digendong roket Atlas V dan bertujuan berkeliling mengambil sampel di Planet Mars [NASA/JPL-Caltech].

Nama detektif fiktif Sherlock Holmes sangatlah kondang, namun apa ceritanya sehingga bisa ikut serta dalam misi NASA?

Suara.com - Penjelajah Mars terbaru milik NASA yang saat ini sedang dalam perjalanan ke Planet Merah, Perseverance, rupanya memiliki banyak "penumpang gelap" tersembunyi.

Beberapa sudah bisa diidentifikasi, yaitu mencakup microchip dengan 10,9 juta nama dan pelat alumunium berisi nama-nama petugas kesehatan di garis depan selama pandemi virus Corona sebagai bentuk penghargaan.

NASA kemudian membeberkan lebih banyak "penumpang gelap" di Perseverance. Salah satunya adalah instrumen penjelajah berjuluk Sherloc (Scanning Habitable Environments with Raman & Luminescence for Organics & Chemicals).

Instrumen yang diambil dari nama detektif fiksi Sherlock Holmes asal Britania Raya itu terletak di lengan penjelajah dan memiliki kamera bernama Watson (Wide Angle Topographic Sensor for Operations and eNgineering). Jadi lengkaplah nama asosiatif ini, karena dalam kisah detektif itu Sherlock Holmes memiliki asisten bernama Watson.

Baca Juga: NASA Ungkap Tim Lengkap Astronot Artemis Misi Bulan, Ini Daftarnya

Instrumen di Perseverance Sherloc yang bertuliskan 221BBaker [NASA / JPL-Caltech
Instrumen di Perseverance Sherloc yang bertuliskan 221BBaker [NASA / JPL-Caltech

Sherloc dirancang untuk menyelidiki bahan organik dan mineral yang terkait dengan sejarah air di Planet Merah. Penjelajah juga membawa koleksi bahan berbeda yang digunakan untuk mengkalibrasi instrumen. Target kalibrasi ini mencakup koin yang terbuat dari bahan pelindung helm pada pakaian antariksa bertuliskan "221BBaker", alamat kediaman Sherlock Holmes.

Tak hanya itu, Perseverance juga membawa sepotong meteorit Mars untuk menyempurnakan pengaturan instrumen.

Instrumen laser SuperCam penjelajah juga akan menggunakan fragmen meteorit Mars sebagai target kalibrasi.

"Potongan batu khusus di SuperCam ini melakukan perjalanan pulang pergi ke Stasiun Luar Angkasa Internasional sebelum para ilmuwan menambahkannya ke Perseverance," kata NASA, seperti dikutip CNET pada Jumat (11/12/2020).

Dengan kata lain, Perseverance akan mengembalikan sebagian kecil bagian Mars ke planet asalnya.

Baca Juga: Penjelajah NASA Menyelidiki Batu Misterius di Mars

Mastcam-Z pada penjelajah yang digambarkan NASA sebagai "mata" utamanya juga memiliki target kalibrasi yang berfungsi ganda sebagai jam Matahari. Muka jam Matahari ini berisi serangkaian gambar yang menunjukkan dinosaurus, manusia, kapal roket, dan pakis.

NASA memiliki tradisi panjang dalam menyelipkan informasi menarik dalam misi luar angkasa. Hiasan-hiasan seperti itu akan menambahkan elemen artistik pada misi yang biasanya hanya didominasi oleh sains dan teknologi.

Komentar