Badan Antariksa Eropa Ingin Buat Pembangkit Listrik Tenaga Surya di Angkasa

Arief Apriadi, Lintang Siltya Utami

Sabtu, 12 Desember 2020 | 10:45 WIB
Badan Antariksa Eropa Ingin Buat Pembangkit Listrik Tenaga Surya di Angkasa
Ilustrasi solar disk di luar angkasa. [Dok. IFL Science]

Suara.com - Badan Antariksa Eropa (ESA) berencana membuat pembangkit listrik tenaga surya di luar angkasa, sebagai respons dari perubahan iklim di Bumi yang terus menjadi tantangan besar.

Kenaikan suhu global hingga pola cuaca yang tak menentu membuat manusia harus mengubah cara menghasilkan dan mengonsumsi energi.

Teknologi energi terbarukan bisa menjadi jawaban, tetapi memiliki masalah dalam penyerapan energi yang tidak konstan, sebagaimana dilansir dari IFL Science.

Di Bumi, energi baru bisa didapatkan jika angin bertiup dan Matahari bersinar, sementara manusia membutuhkan listrik sepanjang waktu.

Cara yang paling memungkinkan untuk menyiasatinya adalah dengan menghasilkan energi Matahari dari tempat yang selalu tersangkau cahaya, yakni di luar angkasa.

Opsi ini memiliki banyak keuntungan. Pembangkit listrik tenaga surya berbasis luar angkasa dapat mengorbit menghadap ke arah Matahari dalam 24 jam.

Atmosfer Bumi juga menyerap dan memantulkan sebagian cahaya Matahari, sehingga sel surya di atas atmosfer akan menerima lebih banyak sinar Matahari dan menghasilkan lebih banyak energi.

Tetapi salah satu tantangan utama yang harus diatasi adalah bagaimana merakit, meluncurkan, dan menerapkan struktur berukuran besar seperti itu.

Sebuah pembangkit listrik tenaga surya mungkin harus memiliki luas 10 kilometer persegi atau setara dengan 1.400 lapangan sepak bola. Perancang harus menggunakan bahan ringan, mengingat biaya terbesar terletak pada peluncuran ke luar angkasa dengan roket.

baca juga

Salah satu solusi yang diusulkan adalah mengembangkan ribuan satelit yang lebih kecil yang akan disatukan dan dikonfigurasi untuk membentuk satu generator surya besar.

Sebelumnya pada tahun 2017, para ilmuwan di California Institute of Technology menguraikan desain untuk pembangkit listrik modular, yang terdiri dari ribuan ubin sel surya ultralight. Tim ahli juga mendemonstrasikan ubin prototipe dengan berat hanya 280 gram per meter persegi.

Dilansir dari IFL Science pada Sabtu (12/12/2020), tantangan besar lainnya adalah mendapatkan daya yang dikirim kembali ke Bumi.

Para ilmuwan berencana untuk mengubah listrik dari sel surya menjadi gelombang energi dan menggunakan medan elektromagnetik untuk mentransfernya ke antena di permukaan Bumi.

Antena tersebut akan mengubah gelombang kembali menjadi listrik. Sebelumnya, tim ilmuwan yang dipimpin oleh Badan Eksplorasi Dirgantara Jepang telah mengembangkan desain dan mendemonstrasikan sistem pengorbit yang dapat melakukan hal ini.

Meski masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan di bidang ini, para ilmuwan berharap pembangkit listrik tenaga surya di luar angkasa akan segera menjadi kenyataan dalam beberapa dekade mendatang.

Para ilmuwan di China telah merancang sistem yang disebut Omega yang ditargetkan akan beroperasi pada tahun 2050. Sistem ini diperkirakan mampu memasok daya 2GW ke jaringan Bumi.

Sebagai perbandingan, untuk mendapatkan tenaga sebesar itu dengan panel surya di Bumi maka membutuhkan lebih dari enam juta panel surya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Puluhan Rumah di Indramayu Rusak Diguncang Gempa Bumi

Puluhan Rumah di Indramayu Rusak Diguncang Gempa Bumi

Jabar | Jum'at, 11 Desember 2020 | 15:17 WIB

Ilmuwan Ungkap Penampakan Bimasakti 400 Ribu Tahun Mendatang

Ilmuwan Ungkap Penampakan Bimasakti 400 Ribu Tahun Mendatang

Tekno | Jum'at, 11 Desember 2020 | 12:56 WIB

Bagaimana Cara Melindungi Kulit Bayi dari Bahaya Sinar Matahari?

Bagaimana Cara Melindungi Kulit Bayi dari Bahaya Sinar Matahari?

Health | Jum'at, 11 Desember 2020 | 08:03 WIB

Terkini

Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement

Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement

Bogor | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:17 WIB

Singapura Tahan Indonesia: Garuda Terhenti, Wasit Oman Dituding Biang Kerok

Singapura Tahan Indonesia: Garuda Terhenti, Wasit Oman Dituding Biang Kerok

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:07 WIB

PDIP Minta Kenaikan Gaji Kepala Daerah Ditunda, Ini Alasannya

PDIP Minta Kenaikan Gaji Kepala Daerah Ditunda, Ini Alasannya

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:06 WIB

1O1 STYLE Yogyakarta Malioboro Kembali dengan 'Rasa Merdeka': Sambut Agustusan dengan Rasa dan Tawa

1O1 STYLE Yogyakarta Malioboro Kembali dengan 'Rasa Merdeka': Sambut Agustusan dengan Rasa dan Tawa

Jogja | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 21:51 WIB

3 Fakta Kontroversi Wasit Oman Khalfan Al Amouri Laga Singapura vs Indonesia

3 Fakta Kontroversi Wasit Oman Khalfan Al Amouri Laga Singapura vs Indonesia

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 21:47 WIB

Rotasi Pasmar 1: Kolonel Sri Utomo Pimpin Brigif 1, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti

Rotasi Pasmar 1: Kolonel Sri Utomo Pimpin Brigif 1, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 21:45 WIB

Usai Diperiksa 7 Jam, Febrie Adriansyah Bungkam soal Kasus Emas 74 Kilogram

Usai Diperiksa 7 Jam, Febrie Adriansyah Bungkam soal Kasus Emas 74 Kilogram

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 21:42 WIB

Suzuki XL7 Tampil Perkasa di GIIAS 2026

Suzuki XL7 Tampil Perkasa di GIIAS 2026

Otomotif | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 21:39 WIB

Profil Wasit VAR Pansa Chaisanit yang Batalkan Kartu Merah Song Ui-young Laga Indonesia vs Singapura

Profil Wasit VAR Pansa Chaisanit yang Batalkan Kartu Merah Song Ui-young Laga Indonesia vs Singapura

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 21:35 WIB

UGM Nonaktifkan Elda Putri dari PPDS 3 Bulan Imbas Komentar Merendahkan Pasien BPJS

UGM Nonaktifkan Elda Putri dari PPDS 3 Bulan Imbas Komentar Merendahkan Pasien BPJS

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 21:28 WIB

×