Ilmuwan Ungkap Kelompok Hewan Terbesar yang Pernah Tercatat di Dunia

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Selasa, 29 Desember 2020 | 11:00 WIB
Ilmuwan Ungkap Kelompok Hewan Terbesar yang Pernah Tercatat di Dunia
Ilustrasi rusa dewasa (Shutterstock).

Suara.com - Ahli burung Noah Strycker, menemukan satu juta kawanan burung membuatnya bertanya-tanya apa kelompok hewan terbesar yang pernah tercatat di dunia.

Menjawab pertanyaannya, burung jalak dengan satu juta per kawanan adalah pesaing tinggi untuk gelar kelompok paling banyak.

Namun, jumlah burung jalak dengan mudah dikalahkan oleh penguin chinstrap yang bisa mencapai dua juta di Kepulauan Sandwich Selatan, di lepas pantai Antartika.

Sayangnya, jumlah burung yang tak bisa terbang itu tertinggal jauh di belakang quelea berparuh merah, seekor burung kecil yang dapat berkumpul dalam kawanan tunggal dari beberapa juta ekor di atas padang rumput di sub-Sahara Afrika.

Formasi burung jalak ini menarik perhatian. [Twitter]
Formasi burung jalak ini menarik perhatian. [Twitter]

"Saya pikir mereka memang membuat kawanan yang sangat besar dalam jumlah jutaan, bahkan puluhan juta dan mungkin ratusan juta," kata Strycker, seperti dikutip Live Science, Selasa (29/12/2020).

Meski begitu, Strycker merasa jumlah quelea dapat dikalahkan oleh merpati penumpang yang memiliki populasi melimpah di Amerika.

"Ada orang yang pernah menyaksikan sekawanan merpati penumpang terbang di atas mereka selama berjam-ja atau bahkan berhari-hari. Sungguh gila," ucap Strycker.

Satu kumpulan merpati penumpang yang tercatat pada tahun 1866 memiliki lebar 1,6 kilometer dan panjang 482 kilometer serta diperkirakan berisi sekitar 3,5 miliar burung.

Di sisi lain, masih ada beberapa pesaing lain yang dapat dipertimbangkan. Tak hanya di udara, spesies ikan herring di Atlantik dapat berkumpul melebihi empat miliar ekor.

baca juga

Namun tampaknya, untuk melebihi jumlah kawanan sebesar itu, hewan darat tetap menjadi pemenangnya. Awal tahun ini di Afrika Timur, para ahli menemukan sekumpulan belalang gurun, spesies yang muncul dalam jumlah besar secara sporadis di Afrika Timur dan Utara serta beberapa bagian Timur Tengah dan Asia Selatan.

Kawanan belalang gurun itu membentang hampir 2.400 kilometer persegi di atas langit dan tampak seperti selimut hitam yang bergerak. Peristiwa khusus itu adalah kawanan terbesar yang pernah terlihat di Tanduk Afrika dalam 25 tahun.

Para ilmuwan memperkirakan bahwa belalang berkerumun dengan kepadatan sekitar 50 juta ekor per 1 kilometer persegi. Dengan kata lain, kawanan belalang tersebut berisi sekitar 200 miliar ekor.

Menurut ilmuwan, spesies itu dapat meningkat hingga 20 kali populasinya dalam rentang tiga bulan.

Terlepas dari ratusan miliar belalang, Strycker masih menggarisbawahi pertanyaan hewan apa yang membentuk kelompok terbesar.

Wabah belalang di Afrika. [AFP/Tony Karumba]
Wabah belalang di Afrika. [AFP/Tony Karumba]

Baginya, semakin ia menggali lebih dalam maka semakin sulit untuk mendefinisikan apa yang dimaksud dengan "kelompok". Terlebih ledakan populasi hewan dan penurunannya tidak terlepas dari pengaruh manusia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkubur Es Selama 57.000 Tahun, Ilmuwan Temukan Mumi Anak Serigala

Terkubur Es Selama 57.000 Tahun, Ilmuwan Temukan Mumi Anak Serigala

Tekno | Kamis, 24 Desember 2020 | 09:26 WIB

Ilmuwan Identifikasi 100.000 Kawah Bulan Baru

Ilmuwan Identifikasi 100.000 Kawah Bulan Baru

Tekno | Kamis, 24 Desember 2020 | 07:22 WIB

Dijuluki Komandan Nyamuk, Adi Utarini Masuk 10 Tokoh Berpengaruh Dunia

Dijuluki Komandan Nyamuk, Adi Utarini Masuk 10 Tokoh Berpengaruh Dunia

Jogja | Rabu, 23 Desember 2020 | 09:29 WIB

Terancam Punah, 2 Anak Paus Langka Terlihat di Perairan AS

Terancam Punah, 2 Anak Paus Langka Terlihat di Perairan AS

Tekno | Selasa, 22 Desember 2020 | 15:39 WIB

Beri Akses Ilmuwan Internasional, China Buka Teleskop Radio Terbesar Dunia

Beri Akses Ilmuwan Internasional, China Buka Teleskop Radio Terbesar Dunia

Tekno | Senin, 21 Desember 2020 | 16:50 WIB

Seorang Ilmuwan Rusia yang Kembangkan Vaksin Covid-19, Ditemukan Tewas

Seorang Ilmuwan Rusia yang Kembangkan Vaksin Covid-19, Ditemukan Tewas

News | Senin, 21 Desember 2020 | 09:54 WIB

Terkini

Dorong Mitigasi Bencana Jabar, Iwan Suryawan Minta Kalkulasi Anggaran Realistis dan Nyata

Dorong Mitigasi Bencana Jabar, Iwan Suryawan Minta Kalkulasi Anggaran Realistis dan Nyata

Jabar | Kamis, 01 Oktober 2026 | 00:57 WIB

Bantu UMKM Hadapi Biaya Operasional Membengkak, Toco Academy Bagikan Strategi Pecah Telur di Bogor

Bantu UMKM Hadapi Biaya Operasional Membengkak, Toco Academy Bagikan Strategi Pecah Telur di Bogor

Jabar | Kamis, 01 Oktober 2026 | 00:45 WIB

Mengenal Praktik Bisnis Hijau: Tren Gaya Hidup Berkelanjutan yang Kini Merambah Dunia Industri

Mengenal Praktik Bisnis Hijau: Tren Gaya Hidup Berkelanjutan yang Kini Merambah Dunia Industri

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:57 WIB

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

News | Rabu, 30 September 2026 | 23:12 WIB

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 22:41 WIB

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Sumsel | Rabu, 30 September 2026 | 22:34 WIB

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Sumut | Rabu, 30 September 2026 | 22:20 WIB

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

News | Rabu, 30 September 2026 | 22:15 WIB

×