Ilmuwan Temukan Bunga Hawaii Baru, Satu-satunya di Dunia

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Kamis, 31 Desember 2020 | 18:00 WIB
Ilmuwan Temukan Bunga Hawaii Baru, Satu-satunya di Dunia
Bunga Hawaii Baru, Cyanea heluensis. [Phytokeys]

Suara.com - Para ilmuwan menemukan bunga asli Hawaii jenis baru yang tersisa satu-satunya di dunia. Meskipun ditemukan pada 2010 di salah satu lereng hutan curam Helu di Lahaina, Maui Barat, Hawaii, bunga ini baru sekarang dideskripsikan secara resmi.

Dinamai Cyanea heluensis, bunga tersebut ditemukan oleh ahli botani Hank Oppenheimer dan ahli biologi Jennifer Higashino.

Meskipun para ahli berusaha memanjat tebing untuk menemukan yang lain dari jenisnya, Oppenheimer tidak mendapatkannya.

Sejak itu, Oppenheimer menggunakan bagian bunga yang dikembangkan secara khusus untuk mendorong pertumbuhan baru dengan harapan dapat menyebarkannya di Olinda Rare Plant Facility.

Bunga Hawaii Baru, Cyanea heluensis. [Phytokeys]
Bunga Hawaii Baru, Cyanea heluensis. [Phytokeys]

Setelah berupaya, para ilmuwan akhirnya berhasil menumbuhkan satu biji dari buah yang dikumpulkan tahun lalu.

Cyanea heluensis termasuk dalam kelompok tumbuhan yang disebut Cyanea, genus paling kaya di Hawaii, yang berasal dari 8 hingga 10 juta tahun lalu.

Sejak itu, spesies ini terdiversifikasi menjadi 80 spesies berbeda dan beberapa di antaranya hanya ditemukan di satu gunung berapi.

Oppenheimer menyadari bahwa daun Cyanea heluensis berbeda dari genus lainnya ketika para ahli pertama kali memantaunya dari jarak jauh melalui teropong dan memastikan keunikannya dengan pemeriksaan lebih dekat.

Dari pertengahan musim panas hingga Oktober, tanaman tropis ini menghasilkan bunga putih seperti jari dan diikuti oleh buah-buahan yang berwarna hijau, kemudian matang dan tampak seperti jeruk.

baca juga

"Cyanea heluensis dengan mudah masuk ke dalam kategori terancam punah, yang menunjukkan spesies menghadapi risiko kepunahan yang sangat tinggi di alam liar," kata Oppenheimer dalam penelitian yang dipublikasikan di Phytokeys, seperti dikutip dari Science Alert, Kamis (31/12/2020).

Tanaman seperti ini juga rentan mengalami penurunan atau kehilangan penyerbuk dan penyebarannya, menghadapi ancaman alam seperti tanah longsor dan pohon tumbang, dimakan oleh siput dan tikus asing, hingga persaingan dengan tanaman asing.

Kelompok konservasi berupaya untuk mengendalikan beberapa ancaman tersebut dengan menjebak tikus dan mencoba mengendalikan kambing serta babi liar yang merambah kawasan itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Punya Nyanyian Unik, Populasi Paus Biru Baru Ditemukan di Samudra Hindia

Punya Nyanyian Unik, Populasi Paus Biru Baru Ditemukan di Samudra Hindia

Tekno | Selasa, 29 Desember 2020 | 13:28 WIB

Ilmuwan Ungkap Kelompok Hewan Terbesar yang Pernah Tercatat di Dunia

Ilmuwan Ungkap Kelompok Hewan Terbesar yang Pernah Tercatat di Dunia

Tekno | Selasa, 29 Desember 2020 | 11:00 WIB

Pertama Kalinya, Ilmuwan Temukan Mikroplastik di Plasenta Manusia

Pertama Kalinya, Ilmuwan Temukan Mikroplastik di Plasenta Manusia

Tekno | Minggu, 27 Desember 2020 | 07:30 WIB

Senjata dari Tulang Manusia Berusia 11.000 Tahun Ditemukan

Senjata dari Tulang Manusia Berusia 11.000 Tahun Ditemukan

Batam | Sabtu, 26 Desember 2020 | 09:30 WIB

Ilmuwan Temukan Senjata dari Tulang Manusia Berusia 11.000 Tahun

Ilmuwan Temukan Senjata dari Tulang Manusia Berusia 11.000 Tahun

Tekno | Sabtu, 26 Desember 2020 | 07:47 WIB

Masih Terpelihara, Bunga Ini Terjebak di Batu Berusia 100 Juta Tahun

Masih Terpelihara, Bunga Ini Terjebak di Batu Berusia 100 Juta Tahun

Tekno | Kamis, 24 Desember 2020 | 14:31 WIB

Terkini

Diskon Khusus 17 Agustus di Kopi Kenangan, Nasabah BRI Merapat!

Diskon Khusus 17 Agustus di Kopi Kenangan, Nasabah BRI Merapat!

Bri | Minggu, 16 Agustus 2026 | 21:03 WIB

Volume Kendaraan di Tol Jakarta-Cikampek Melonjak Jelang 17 Agustus

Volume Kendaraan di Tol Jakarta-Cikampek Melonjak Jelang 17 Agustus

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 20:44 WIB

BNPB Minta Warga Segera Laporkan Kerusakan Rumah Usai Gempa NTT

BNPB Minta Warga Segera Laporkan Kerusakan Rumah Usai Gempa NTT

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 20:32 WIB

Daftar e-Wallet yang Dapat Promo Top-up BRImo Spesial 17 Agustus

Daftar e-Wallet yang Dapat Promo Top-up BRImo Spesial 17 Agustus

Bri | Minggu, 16 Agustus 2026 | 20:21 WIB

Gempa Dahsyat NTT, BMKG: Baru Terjadi Lagi Setelah 30 Tahun Silam

Gempa Dahsyat NTT, BMKG: Baru Terjadi Lagi Setelah 30 Tahun Silam

Video | Minggu, 16 Agustus 2026 | 20:10 WIB

Top-Up E-Wallet dan Pulsa di BRImo Langsung Dapat Cashback! Buruan, Kuota Terbatas

Top-Up E-Wallet dan Pulsa di BRImo Langsung Dapat Cashback! Buruan, Kuota Terbatas

Bri | Minggu, 16 Agustus 2026 | 20:09 WIB

Deretan Sepeda Lipat Pacific Paling Populer, Cocok untuk Gowes Harian

Deretan Sepeda Lipat Pacific Paling Populer, Cocok untuk Gowes Harian

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Binance Perpanjang Airdrop RLUSD, Ini Cara Klaim 1 Juta XRP yang Dibagikan

Binance Perpanjang Airdrop RLUSD, Ini Cara Klaim 1 Juta XRP yang Dibagikan

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:58 WIB

Daftar Atlet Wakil Indonesia di BWF World Championship 2026

Daftar Atlet Wakil Indonesia di BWF World Championship 2026

Sport | Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:51 WIB

Kapal Tenggelam di Perairan Rupat, 3 Pekerja Migran Masih Hilang

Kapal Tenggelam di Perairan Rupat, 3 Pekerja Migran Masih Hilang

Riau | Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:50 WIB

×