Punya Nyanyian Unik, Populasi Paus Biru Baru Ditemukan di Samudra Hindia

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Selasa, 29 Desember 2020 | 13:28 WIB
Punya Nyanyian Unik, Populasi Paus Biru Baru Ditemukan di Samudra Hindia
Ilustrasi paus biru. [Pexel/Pixabay]

Suara.com - Para ilmuwan menemukan populasi paus biru baru di Samudra Hindia bagian barat. Populasi paus biru ini mungkin mewakili subspesies berbeda.

Temuan ini bermula pada tahun 2017 ketika para ilmuwan dari African Aquatic Conservation Fund (AACF), mendeteksi suara nyanyian paus yang belum pernah terdengar sebelumnya di perairan antara Mozambik dan Madagaskar.

Nyanyian paus dapat dideteksi hingga sejauh 150 kilometer dalam kondisi baik, sehingga dengan menggunakan peralatan yang tepat akan jauh lebih mudah menemukannya daripada deteksi visual.

Menariknya, populasi paus biru ini memiliki dialek nyanyian yang sangat berbeda dengan nyanyian paus biru lainnya. Para ilmuwan menggunakannya untuk mengidentifikasi suku paus, tetapi suara nyanyian ini berbeda dari apa pun yang telah direkam sebelumnya.

Penemuan Paus Biru di Samudera Hindia. [Endangered Species Research]
Penemuan Paus Biru di Samudera Hindia. [Endangered Species Research]

Dr. Salvatore Cerchio dari AACF yang juga terlibat dalam mempelajari paus bungkuk di lepas pantai Oman, meninjau rekaman tersebut dan mengatakan mengenali nyanyian yang sangat mirip yang direkam beberapa tahun sebelumnya.

Berdasarkan kemiripan dengan jenis nyanyian lain, Cerchio menyimpulkan bahwa nyanyian ini berasal dari paus biru tetapi dari populasi yang sebelumnya tidak diketahui.

"Itu sangat luar biasa. Untuk menemukan nyanyian paus dalam data yang benar-benar unik, belum pernah dilaporkan, dan mengenalinya sebagai paus biru," kata Cerchio, seperti dikutip IFL Science, Selasa (29/12/2020).

Para ilmuwan dari Universitas New South Wales mendengar laporan Cerchio kepada Komite Ilmiah Komisi Perburuan Paus Internasional dan menyadari bahwa rekaman yang dibuat di timur Kepulauan Chagos di Samudra Hindia tengah memiliki nyanyian yang sama.

Dalam Endangered Species Research, ilmuwan dari kedua tim melaporkan temuan mereka dan menyajikan bukti bahwa populasi paus biru tersebut rupanya yang diburu oleh kapal penangkap ikan paus Soviet pada tahun 1960-an.

baca juga

Dipercaya bahwa 1.294 paus biru ditangkap dalam perburuan tersebut dan mengurangi populasi hingga mendekati ambang kepunahan.

"Kami belum tahu berapa banyak paus yang memiliki nyanyian ini dan apakah jumlah mereka pulih dari pemusnahan sebelumnya. Fakta bahwa jenis nyanyian tersebut sebelumnya tidak terdeteksi menunjukkan populasi kecil yang sangat membutuhkan penilaian status dan tindakan konservasi," tulis para ilmuwan dalam penelitian.

Populasi ini kemungkinan besar merupakan bagian dari subspesies brevicauda yang juga dikenal sebagai paus biru kerdil.

Paus biru saat ini tidak lagi diburu untuk minyak atau daging, tetapi hewan itu menghadapi ancaman pemanasan global dan tabrakan kapal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Masih Terpelihara, Bunga Ini Terjebak di Batu Berusia 100 Juta Tahun

Masih Terpelihara, Bunga Ini Terjebak di Batu Berusia 100 Juta Tahun

Tekno | Kamis, 24 Desember 2020 | 14:31 WIB

Terkubur Es Selama 57.000 Tahun, Ilmuwan Temukan Mumi Anak Serigala

Terkubur Es Selama 57.000 Tahun, Ilmuwan Temukan Mumi Anak Serigala

Tekno | Kamis, 24 Desember 2020 | 09:26 WIB

Ilmuwan Identifikasi 100.000 Kawah Bulan Baru

Ilmuwan Identifikasi 100.000 Kawah Bulan Baru

Tekno | Kamis, 24 Desember 2020 | 07:22 WIB

Dijuluki Komandan Nyamuk, Adi Utarini Masuk 10 Tokoh Berpengaruh Dunia

Dijuluki Komandan Nyamuk, Adi Utarini Masuk 10 Tokoh Berpengaruh Dunia

Jogja | Rabu, 23 Desember 2020 | 09:29 WIB

Terancam Punah, 2 Anak Paus Langka Terlihat di Perairan AS

Terancam Punah, 2 Anak Paus Langka Terlihat di Perairan AS

Tekno | Selasa, 22 Desember 2020 | 15:39 WIB

Beri Akses Ilmuwan Internasional, China Buka Teleskop Radio Terbesar Dunia

Beri Akses Ilmuwan Internasional, China Buka Teleskop Radio Terbesar Dunia

Tekno | Senin, 21 Desember 2020 | 16:50 WIB

Terkini

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

News | Rabu, 30 September 2026 | 23:12 WIB

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 22:41 WIB

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Sumsel | Rabu, 30 September 2026 | 22:34 WIB

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Sumut | Rabu, 30 September 2026 | 22:20 WIB

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

News | Rabu, 30 September 2026 | 22:15 WIB

Gus Kikin Umumkan Susunan Pengurus PBNU: Gus Ipul Waketum, Gudfan Arif Jadi Sekjen

Gus Kikin Umumkan Susunan Pengurus PBNU: Gus Ipul Waketum, Gudfan Arif Jadi Sekjen

News | Rabu, 30 September 2026 | 21:50 WIB

Sidang Ijazah Gibran di MK, Mantan Komisioner KPU: Verifikasi Dokumen Itu Harus Datang Langsung!

Sidang Ijazah Gibran di MK, Mantan Komisioner KPU: Verifikasi Dokumen Itu Harus Datang Langsung!

News | Rabu, 30 September 2026 | 21:28 WIB

Kasus KM Virgo Transport 8, Pemilik Kapal Bisa Terjerat Pidana

Kasus KM Virgo Transport 8, Pemilik Kapal Bisa Terjerat Pidana

Video | Rabu, 30 September 2026 | 21:20 WIB

×