Manusia Disebut Bisa Tinggal di Sabuk Asteroid Ini 15 Tahun Mendatang

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Kamis, 21 Januari 2021 | 13:30 WIB
Manusia Disebut Bisa Tinggal di Sabuk Asteroid Ini 15 Tahun Mendatang
Ilustrasi koloni di sekitar planet kerdil Ceres. [O'Neill Cylinder]

Suara.com - Rencana membuat koloni manusia tidak hanya berpusat di Planet Mars. Astrofisikawan Pekka Janhunen dari Institut Meteorologi Finlandia di Helsinki, mengatakan bahwa manusia mungkin bisa hidup dalam koloni di sekitar planet kerdil Ceres.

Makalah baru yang diterbitkan pada 6 Januari ke database pracetak arXiv, Janhunen menjelaskan, visinya tentang "megasatelit" yang terdiri dari ribuan pesawat luar angkasa silinder, di mananya seluruhnya terhubung bersama di dalam bingkai berbentuk cakram yang secara permanen mengorbit Ceres.

Ceres merupakan objek terbesar di sabuk asteroid antara Mars dan Jupiter.

Masing-masing habitat silinder ini dapat menampung hingga 50.000 orang, mendukung atmosfer buatan, dan menghasilkan gravitasi seperti Bumi melalui gaya sentrifugal rotasinya sendiri.

Ilustrasi koloni di sekitar planet kerdil Ceres. [O'Neill Cylinder]
Ilustrasi koloni di sekitar planet kerdil Ceres. [O'Neill Cylinder]

Janhunen mengatakan, Ceres juga memiliki keunggulan unsur yang besar. Planet kerdil itu kaya akan nitrogen, yang akan sangat penting dalam mengembangkan atmosfer pemukiman yang mengorbit.

Alih-alih membangun koloni di permukaan planet kerdil, pemukim dapat menggunakan elevator ruang angkasa untuk mentransfer bahan mentah dari planet langsung ke habitat mereka yang mengorbit.

Gaya hidup orbital ini juga akan mengatasi salah satu peringatan terbesar yang dilihat Janhunen, dalam gagasan koloni permukaan Mars, yaitu dampak kesehatan dari gravitasi rendah.

"Kekhawatiran saya pada rencana koloni manusia di Mars adalah bahwa anak-anak di pemukiman Mars tidak akan berkembang menjadi orang dewasa yang sehat (dalam hal otot dan tulang) karena gravitasi Mars yang terlalu rendah," kata Janhunen, seperti dikutip dari Live Science, Kamis (21/1/2021).

Menurut proposal Janhunen, setiap silinder megasatelit akan menghasilkan gravitasinya sendiri melalui rotasi.
Setiap habitat silinder akan berukuran sekitar 10 kilometer, memiliki radius satu kilometer, dan menyelesaikan rotasi penuh setiap 66 detik untuk menghasilkan gaya sentrifugal yang diperlukan mensimulasikan gravitasi mirip Bumi.

baca juga

Tak hanya itu, silinder yang saling terhubung juga menunjukkan keuntungan besar lainnya. Habitat baru dapat ditambahkan ke tepi silinder untuk waktu yang tidak terbatas, memungkinkan ekspansi berkelanjutan.

"Luas permukaan Mars lebih kecil dari Bumi dan akibatnya tidak dapat menyediakan ruang untuk populasi yang signifikan dan ekspansi ekonomi. Sebaliknya, koloni Ceres dapat tumbuh dari satu hingga jutaan habitat," tambah Janhunen.

Di luar silinder dan bingkai cakramnya, fitur utama koloni adalah dua cermin kaca yang sangat besar. Cermin tersebut bersudut 45 derajat relatif terhadap cakram untuk memantulkan sinar Matahari alami yang cukup ke setiap habitat.

Bagian dari setiap silinder akan dikhususkan untuk menanam tanaman dan pohon, ditanam di alas tanah setebal 1,5 meter yang diambil dari bahan baku Ceres.

Ide Janhunen ini tampak serupa dengan gagasan yang dicetuskan pertama kali pada tahun 1970-an dan dikenal sebagai silinder O'Neill.

Foto Ceres, planet kerdil yang terletak di antara Mars dan Yupiter, hasil potretan wahana antariksa Dawn milik NASA (NASA/JPL-Caltech/UCLA/MPS/DLR/IDA/PSI).
Foto Ceres, planet kerdil yang terletak di antara Mars dan Yupiter, hasil potretan wahana antariksa Dawn milik NASA (NASA/JPL-Caltech/UCLA/MPS/DLR/IDA/PSI).

Janhunen optimis bahwa pemukiman Ceres tersebut dapat dilakukan dalam 15 tahun ke depan. Meski begitu, menutut Manasvi Lingam, asisten profesor astrobiologi di Florida Institute of Technology, yang mempelajari kelayakan planet, mengatakan bahwa ide Janhunen menyajikan alternatif yang masuk akal, tetapi masih ada beberapa kekurangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Elon Musk Siap Kirim Manusia ke Mars pada 2024

Elon Musk Siap Kirim Manusia ke Mars pada 2024

Tekno | Senin, 14 September 2020 | 12:03 WIB

Astronom Temukan Samudera Tersembunyi di Planet Kerdil Ceres

Astronom Temukan Samudera Tersembunyi di Planet Kerdil Ceres

Tekno | Kamis, 13 Agustus 2020 | 13:28 WIB

Ada Lautan Bersembunyi di Ceres, Planet Kerdil Antara Mars dan Yupiter

Ada Lautan Bersembunyi di Ceres, Planet Kerdil Antara Mars dan Yupiter

Tekno | Rabu, 12 Agustus 2020 | 23:11 WIB

Ganti Nama, Klub Pesaing Bali United Terancam Batal Tampil di Piala AFC

Ganti Nama, Klub Pesaing Bali United Terancam Batal Tampil di Piala AFC

Bola | Jum'at, 24 Juli 2020 | 16:02 WIB

Perjalanan Luar Angkasa Bisa Bikin Bahasa Manusia Lebih Berkembang

Perjalanan Luar Angkasa Bisa Bikin Bahasa Manusia Lebih Berkembang

Tekno | Rabu, 15 Juli 2020 | 08:35 WIB

Ini Jumlah Minimum Orang Membuat Koloni di Planet Mars

Ini Jumlah Minimum Orang Membuat Koloni di Planet Mars

Tekno | Jum'at, 03 Juli 2020 | 13:30 WIB

Terkini

Resmi Rilis, Booster Pack Ancaman Bayangan Bawa Strategi Baru Pokemon TCG

Resmi Rilis, Booster Pack Ancaman Bayangan Bawa Strategi Baru Pokemon TCG

Tekno | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:55 WIB

Gigabyte Resmi Rilis AORUS GeForce RTX 5080 INFINITY dan INFINITY WOOD, Punya Desain Premium

Gigabyte Resmi Rilis AORUS GeForce RTX 5080 INFINITY dan INFINITY WOOD, Punya Desain Premium

Tekno | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:47 WIB

7 Rekomendasi HP Murah Rp 1 Jutaan, Solusi Produktivitas Basic hingga Driver Ojek Online

7 Rekomendasi HP Murah Rp 1 Jutaan, Solusi Produktivitas Basic hingga Driver Ojek Online

Tekno | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:19 WIB

GrabUnlimited Gandeng NPD, Member Kini Bisa Nikmati Pengalaman Eksklusif di Luar Diskon

GrabUnlimited Gandeng NPD, Member Kini Bisa Nikmati Pengalaman Eksklusif di Luar Diskon

Tekno | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:00 WIB

ITSEC Asia Investasi AI Rp11 Miliar, Bidik Pertumbuhan Bisnis Software hingga 2031

ITSEC Asia Investasi AI Rp11 Miliar, Bidik Pertumbuhan Bisnis Software hingga 2031

Tekno | Kamis, 02 Juli 2026 | 09:30 WIB

Vivo X500 Pro Max Bocor! Kamera Sony LOFIC 50MP, Periskop 200MP Siap Gebrak Pasar

Vivo X500 Pro Max Bocor! Kamera Sony LOFIC 50MP, Periskop 200MP Siap Gebrak Pasar

Tekno | Kamis, 02 Juli 2026 | 09:15 WIB

Samsung Beri Sinyal Galaxy Z Fold8 dan Z Flip8 Meluncur 22 Juli, Fold8 Ultra Ikut Debut?

Samsung Beri Sinyal Galaxy Z Fold8 dan Z Flip8 Meluncur 22 Juli, Fold8 Ultra Ikut Debut?

Tekno | Kamis, 02 Juli 2026 | 08:10 WIB

Teknologi dan AI Dongkrak UMKM, DANA Beri Penghargaan 35 Pemenang SisBerdaya 2026

Teknologi dan AI Dongkrak UMKM, DANA Beri Penghargaan 35 Pemenang SisBerdaya 2026

Tekno | Kamis, 02 Juli 2026 | 08:04 WIB

3 HP Midrange Vivo Terbaik 2026 Pilihan Reviewer: Layar AMOLED, 5G, hingga Kamera Rasa Flagship

3 HP Midrange Vivo Terbaik 2026 Pilihan Reviewer: Layar AMOLED, 5G, hingga Kamera Rasa Flagship

Tekno | Kamis, 02 Juli 2026 | 07:35 WIB

Suara AI Bisa Meniru Pejabat, Komdigi Peringatkan Modus Scam Baru Rugikan Masyarakat Rp7,5 Triliun

Suara AI Bisa Meniru Pejabat, Komdigi Peringatkan Modus Scam Baru Rugikan Masyarakat Rp7,5 Triliun

Tekno | Kamis, 02 Juli 2026 | 07:05 WIB

×