Ini Jumlah Minimum Orang Membuat Koloni di Planet Mars

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Jum'at, 03 Juli 2020 | 13:30 WIB
Ini Jumlah Minimum Orang Membuat Koloni di Planet Mars
Ilustrasi permukaan planet Mars (Shutterstock).

Suara.com - Pada akhir 2018, para ilmuwan berencana membuat koloni manusia di Mars dan menciptakan lingkungan yang laik huni untuk jangka panjang. Segala sesuatu untuk mendukung misi tersebut harus diperhatikan, termasuk berapa banyak orang yang dibutuhkan di Mars.

Penelitian terbaru berjudul 'Jumlah Minimum Pemukim untuk Bertahan Hidup di Planet Lain', yang ditulis Jean-Marc Salotti, profesor di Bordeaux Institut National Polytechnique, mematok jumlah minimum pemukim adalah 110 orang.

Dalam penelitian yang diterbitkan Scientific Reports berfokus pada satu pertanyaan, berapa banyak orang yang dibutuhkan. Banyak pemikiran telah diutarakan mengenai penjajahan Mars.

SpaceX mengatakan, pesawat antariksa mereka dapat membawa 100 orang ke Mars. Elon Musk juga telah berbicara tentang membangun armada di Mars.

"Saya menunjukkan di sini bahwa model matematika dapat digunakan untuk menentukan jumlah minimum pemukim dan cara hidup untuk bertahan di planet lain, menggunakan Mars sebagai contoh," tulis Salotti dalam penelitiannya, seperti dikutip dari Science Alert, Jumat (3/7/2020).

Penelitian ini juga mencakup bagaimana manusia dapat memanfaatkan sumber daya in-situ untuk bertahan. Gas dapat diekstraksi dari atmosfer dan mineral dari tanah. Ekstraksi sumber daya in-situ dapat menyediakan senyawa organik, besi, dan bahkan kaca.

Salotti menyebut dua variabel yang akan memiliki efek besar pada kelangsungan hidup di Mars, yaitu ketersediaan sumber daya lokal seperti unsur air, oksigen, dan kimia, dan kapasitas produksi seperti peralatan.

Penelitian Salotti mengusung konsep "faktor berbagi". Jika seseorang terisolasi dalam situasi penjajahan di Mars, orang tersebut harus melakukan semua tugas sendiri. Tetapi di koloni yang lebih besar, teknologi untuk menghasilkan hal-hal seperti mendapatkan air minum dan oksigen dapat digunakan oleh lebih banyak orang.

Ketika jumlah orang bertambah, ada ruang untuk spesialisasi yang lebih besar. Jika sebuah koloni hanya ada sepuluh orang, berapa banyak dari mereka yang perlu memperbaiki dan memelihara sistem air minum atau sistem oksigen.

baca juga

Sistem-sistem tersebut tidak dapat dibiarkan gagal, sehingga akan ada tekanan bagi sebagian besar orang untuk dapat mengoperasikan dan memahami sistem-sistem itu.

"Jika setiap pemukim benar-benar terisolasi dan tidak ada pembagian yang memungkinkan, masing-masing individu harus melakukan semua kegiatan dan persyaratan waktu total akan diperoleh dengan penggandaan jumlah individu. Tetapi jika ada seratus orang, berapa banyak orang yang perlu memahami sistem itu? Tidak semua orang. Sehingga memungkinkan orang lain untuk mengkhususkan diri dalam pekerjaan atau sesuatu yang lain," tambah Salotti.

Salotti berpendapat bahwa faktor berbagi ini dapat dihitung dan diperkirakan dengan fungsi matematika yang berbeda. Namun, ada beberapa kendala dan titik awal untuk faktor berbagi.

Menurut Salotti, faktor berbagi tergantung pada kebutuhan, proses, sumber daya, dan kondisi lingkungan yang berbeda pada planet tersebut. Karenanya, Salotti menyarankan tentang domain bertahan hidup.

Ada lima domain yang perlu dipertimbangkan dalam perhitungan ini, seperti pengelolaan sistem, produksi energi, industri, bangunan, dan kegiatan sosial atau faktor manusia.

3D render the planet Mars on a black background, high resolution. Some elements of this image furnished by NASA.
Ilustrasi planet Mars. [Shutterstock]

Pada dasarnya, penelitian yang dilakukan Salotti melibatkan waktu. Berapa banyak waktu yang dibutuhkan untuk bertahan hidup dan berapa banyak waktu yang tersedia. Menurut Salotti, jumlah efektif orang yang diperlukan untuk menyeimbangkan persamaan waktu adalah 110 orang.

"Ini didasarkan pada perbandingan antara waktu kerja yang diperlukan untuk memenuhi semua kebutuhan untuk bertahan hidup dan kapasitas waktu kerja individu," tulis Salotti dalam kesimpulan.

Jika akan ada koloni di Mars, maka manusia perlu mengembangkan model kerja yang pasti untuk memandu pemikiran dan perencanaan. Hingga saat ini, banyak perusahaan antariksa dan lembaga terkait lainnya yang telah membeberkan cara mengenai pembangunan koloni dan bagaimana membawa peralatan ke Planet Merah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Begini Penampakan Bumi dan Venus, Diambil Curiosity dari Mars

Begini Penampakan Bumi dan Venus, Diambil Curiosity dari Mars

Tekno | Rabu, 17 Juni 2020 | 14:00 WIB

Astronom Deteksi Cahaya Hijau Misterius di Atmosfer Planet Mars

Astronom Deteksi Cahaya Hijau Misterius di Atmosfer Planet Mars

Tekno | Selasa, 16 Juni 2020 | 15:45 WIB

Meluncur Juli, UAE Siapkan Misi Mars Pertama

Meluncur Juli, UAE Siapkan Misi Mars Pertama

Tekno | Senin, 15 Juni 2020 | 19:30 WIB

NASA Undur Peluncuran Robot Baru Penjelajah Mars

NASA Undur Peluncuran Robot Baru Penjelajah Mars

Tekno | Jum'at, 12 Juni 2020 | 15:50 WIB

Meluncur 14 Juli, UEA Akan Jadi Negara Arab Pertama yang Capai Mars

Meluncur 14 Juli, UEA Akan Jadi Negara Arab Pertama yang Capai Mars

Tekno | Selasa, 09 Juni 2020 | 11:23 WIB

Astronom Sebut Mars Dapat Berubah Jadi Planet Bercincin

Astronom Sebut Mars Dapat Berubah Jadi Planet Bercincin

Tekno | Jum'at, 05 Juni 2020 | 13:50 WIB

Terkini

Ratusan Ribu Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Jadi Celah Kerawanan Narkoba

Ratusan Ribu Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Jadi Celah Kerawanan Narkoba

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Sales Mission Kadis Parekraf Andhika Permata Bawa Jakarta ke Kancah Dunia

Sales Mission Kadis Parekraf Andhika Permata Bawa Jakarta ke Kancah Dunia

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 20:51 WIB

Mahasiswi di Makassar Meninggal Usai Diduga Aborsi, Kekasih Jadi Tersangka

Mahasiswi di Makassar Meninggal Usai Diduga Aborsi, Kekasih Jadi Tersangka

Sulsel | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 20:50 WIB

Di Tengah Perkembangan AI, Industri Animasi Berpeluang Serap Banyak Tenaga Kerja

Di Tengah Perkembangan AI, Industri Animasi Berpeluang Serap Banyak Tenaga Kerja

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 20:50 WIB

58 Persen Warga Kesulitan Penuhi Kebutuhan Pokok, Harga Sembako Jadi Keluhan Utama!

58 Persen Warga Kesulitan Penuhi Kebutuhan Pokok, Harga Sembako Jadi Keluhan Utama!

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 20:43 WIB

Amnesty: Dandhy Tak Wajib Hadiri Undangan Klarifikasi Polisi soal Film Pesta Babi

Amnesty: Dandhy Tak Wajib Hadiri Undangan Klarifikasi Polisi soal Film Pesta Babi

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 20:31 WIB

Mengenal Permakultur: Gaya Hidup Bertani yang Bekerja Bersama Alam

Mengenal Permakultur: Gaya Hidup Bertani yang Bekerja Bersama Alam

Your Say | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 20:30 WIB

Cara Migrasi Kartu SIM Fisik ke eSIM di HP Android: Panduan Praktis Telkomsel, Indosat, dan XL

Cara Migrasi Kartu SIM Fisik ke eSIM di HP Android: Panduan Praktis Telkomsel, Indosat, dan XL

Tekno | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 20:29 WIB

Malaysia Kirim 1,6 Ton Narkoba ke Indonesia, Dasco Apresiasi Operasi Kapolri Suyudi

Malaysia Kirim 1,6 Ton Narkoba ke Indonesia, Dasco Apresiasi Operasi Kapolri Suyudi

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 20:27 WIB

Jelang Laga Panas di Pakansari: Polres Bogor Pertemukan Suporter Garudayaksa, Persib hingga Jakmania

Jelang Laga Panas di Pakansari: Polres Bogor Pertemukan Suporter Garudayaksa, Persib hingga Jakmania

Bogor | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 20:25 WIB

×