Ini Jumlah Minimum Orang Membuat Koloni di Planet Mars

Dythia Novianty | Lintang Siltya Utami
Ini Jumlah Minimum Orang Membuat Koloni di Planet Mars
Ilustrasi permukaan planet Mars (Shutterstock).

Para ilmuwan berencana membuat koloni manusia di Mars dan menciptakan lingkungan yang laik huni untuk jangka panjang.

Suara.com - Pada akhir 2018, para ilmuwan berencana membuat koloni manusia di Mars dan menciptakan lingkungan yang laik huni untuk jangka panjang. Segala sesuatu untuk mendukung misi tersebut harus diperhatikan, termasuk berapa banyak orang yang dibutuhkan di Mars.

Penelitian terbaru berjudul 'Jumlah Minimum Pemukim untuk Bertahan Hidup di Planet Lain', yang ditulis Jean-Marc Salotti, profesor di Bordeaux Institut National Polytechnique, mematok jumlah minimum pemukim adalah 110 orang.

Dalam penelitian yang diterbitkan Scientific Reports berfokus pada satu pertanyaan, berapa banyak orang yang dibutuhkan. Banyak pemikiran telah diutarakan mengenai penjajahan Mars.

SpaceX mengatakan, pesawat antariksa mereka dapat membawa 100 orang ke Mars. Elon Musk juga telah berbicara tentang membangun armada di Mars.

"Saya menunjukkan di sini bahwa model matematika dapat digunakan untuk menentukan jumlah minimum pemukim dan cara hidup untuk bertahan di planet lain, menggunakan Mars sebagai contoh," tulis Salotti dalam penelitiannya, seperti dikutip dari Science Alert, Jumat (3/7/2020).

Penelitian ini juga mencakup bagaimana manusia dapat memanfaatkan sumber daya in-situ untuk bertahan. Gas dapat diekstraksi dari atmosfer dan mineral dari tanah. Ekstraksi sumber daya in-situ dapat menyediakan senyawa organik, besi, dan bahkan kaca.

Salotti menyebut dua variabel yang akan memiliki efek besar pada kelangsungan hidup di Mars, yaitu ketersediaan sumber daya lokal seperti unsur air, oksigen, dan kimia, dan kapasitas produksi seperti peralatan.

Penelitian Salotti mengusung konsep "faktor berbagi". Jika seseorang terisolasi dalam situasi penjajahan di Mars, orang tersebut harus melakukan semua tugas sendiri. Tetapi di koloni yang lebih besar, teknologi untuk menghasilkan hal-hal seperti mendapatkan air minum dan oksigen dapat digunakan oleh lebih banyak orang.

Ketika jumlah orang bertambah, ada ruang untuk spesialisasi yang lebih besar. Jika sebuah koloni hanya ada sepuluh orang, berapa banyak dari mereka yang perlu memperbaiki dan memelihara sistem air minum atau sistem oksigen.

Sistem-sistem tersebut tidak dapat dibiarkan gagal, sehingga akan ada tekanan bagi sebagian besar orang untuk dapat mengoperasikan dan memahami sistem-sistem itu.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS