Waspada! Skema Phishing Terbaru Mencuri Akun Facebook

Dythia Novianty

Rabu, 27 Januari 2021 | 16:00 WIB
Waspada! Skema Phishing Terbaru Mencuri Akun Facebook
Ilustrasi Facebook. [Austin Distel/Unsplash]

Suara.com - Jika pernah menerima pesan yang mengatakan akun Facebook kamu telah diblokir karena pelanggaran hak cipta, jangan panik. Kemungkinan besar itu hanya penipuan phishing.

Saat ini, aktivitas phishing terbaru yang bertujuan mencuri akun Facebook sedang sangat marak. Kamu akan menerima email massal yang memberitahu ancaman berupa larangan atas pelanggaran hak cipta.

Tujuannya adalah mencuri kredensial login pengguna. Pesan tersebut mengatakan sesuatu seperti: “Akun Facebook Anda telah dinonaktifkan karena melanggar ketentuan Facebook. Jika Anda yakin bahwa keputusan ini tidak benar, Anda dapat mengajukan banding melalui tautan berikut.”

Takut akan kehilangan akun dan tanpa melihat tanda bahaya di alamat tautan, kamu dapat memasukkan nama lengkap dan nama kamu, seperti yang diminta.

Ilustrasi phising. [Shutterstock]
Ilustrasi phising. [Shutterstock]

Skema berikutnya adalah permintaan yang sepatutnya tidak boleh dilakukan oleh siapa pun, yaitu: "Demi keamanan Anda, mohon untuk memasukkan sandi Anda"

Kaspersky melihat, ketika itu terjadi, seluruh akun kamu sekarang menjadi milik pelaku kejahatan siber.

"Kami telah mengatakannya sebelumnya dan tidak bosan untuk mengulanginya lagi bahwa jangan pernah ikuti tautan di email yang mencurigakan," tulis pihak Kaspersky.

Bahkan, pengguna paling cerdas pun dapat terperangkap oleh pesan yang ditulis dan dirancang dengan baik, yang masuk melalui filter spam, kontennya dilengkapi tautan yang bagus, dan secara umum tampak sah.

Kaspersky menerangkan bahwa dalam skema ini ada beberapa hal yang bisa dilihat.

baca juga

"Mari kita mulai dengan email. Pertama, teks itu sendiri menunjukkan ciri khas para scammer. Meskipun tidak memiliki kesalahan bahasa fatal yang sering kita lihat di spam, siapa pun yang akrab dengan komunikasi Facebook akan melihat bahwa surat itu tidak tertulis dengan baik," jelas pihak Kaspersky.

Kemudian, untuk mengelabui filter spam, para pelaku kejahatan siber memasukkan kesalahan ketik kecil yang disengaja ke dalam badan email.

Dalam hal ini, mereka menggunakan trik huruf-besar-I-bukannya-huruf-L-kecil. Jika email kamu menggunakan font serif, penggantian huruf mungkin akan mudah dikenali.

Kedua, perhatikan alamat pengirimnya. Nama pengirim memang menunjukkan dari Facebook, tetapi alamat sebenarnya (sayangnya tampilan di beberapa klien adalah warna abu-abu yang tidak mencolok), tidak memiliki hubungan sama sekali dengan jejaring sosial terkait.

Notifikasi resmi Facebook tidak akan pernah datang dari alamat seperti itu.

Ilustrasi hacker
Ilustrasi hacker. [Shutterstock]

Kemudian, tautan di email tersebut mengarah ke Facebook. Seperti yang disebutkan Kaspersky, itu adalah trik lain yang dirancang untuk mengelabui filter spam.

Tetapi halaman tersebut tidak memuat pemberitahuan resmi, melainkan hanya sebuah catatan. Hingga Oktober lalu, setiap pengguna dapat membuatnya menggunakan catatan Facebook (Facebook notes).

Pada saat penulisan ini, alat tersebut telah dinonaktifkan, tetapi catatan lama masih dapat diakses. Di bagian atas halaman juga terdapat nama pengguna.

Kemudian, bilah alamat menunjukkan bahwa teks tersebut adalah catatan Facebook seseorang. Tautan tersebut adalah eksternal tetapi disamarkan sebagai internal. Jika kursor diarahkan ke atasnya, kita dapat melihat bahwa itu dialihkan dari Facebook ke situs web luar yang telah dipersingkat menggunakan Bitly.

Alamat tautan terlihat di sudut kiri bawah. Sekilas, ini mungkin tampak internal, tetapi mengarah ke sumber daya.

Tautan tersebut akan membawa kamu kepada formulir yang menanyakan alamat email atau nomor telepon yang ditautkan ke akun Facebook kamu.

Halaman antarmukanya sendiri terlihat seperti Facebook, tetapi jika dilihat lebih dekat, ini tidak ada hubungannya dengan jaringan sosial tersebut.

Setelah diklik tombol kirim (send), maka formulir entri kata sandi akan muncul. Ketika kamu memasukkan sandi yang sebenarnya di halaman ini, maka permainan selesai.

Akun kamu akan sampai di tangan para pelaku kejahatan siber!

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kisah Korban Reruntuhan Rumah Gempa Mamuju, Selamat Berkat Status Facebook

Kisah Korban Reruntuhan Rumah Gempa Mamuju, Selamat Berkat Status Facebook

Hits | Kamis, 21 Januari 2021 | 15:02 WIB

Pakar Keamanan Sebut Aplikasi Ini Lebih Aman dari Facebook Messenger

Pakar Keamanan Sebut Aplikasi Ini Lebih Aman dari Facebook Messenger

Malang | Selasa, 19 Januari 2021 | 16:45 WIB

Perhatian! Data-data Ini Diketahui Facebook Messenger

Perhatian! Data-data Ini Diketahui Facebook Messenger

Batam | Selasa, 19 Januari 2021 | 16:07 WIB

Tak Habis Pikir, Warganet Ini Jual Minyak Mie Instan Seharga Rp 40.000

Tak Habis Pikir, Warganet Ini Jual Minyak Mie Instan Seharga Rp 40.000

Tekno | Selasa, 19 Januari 2021 | 09:00 WIB

Pakar Keamanan Sebut WhatsApp Lebih Aman dari Facebook Messenger

Pakar Keamanan Sebut WhatsApp Lebih Aman dari Facebook Messenger

Tekno | Selasa, 19 Januari 2021 | 08:00 WIB

Bikin Pengguna Khawatir, WhatsApp Tunda Pembaruan Fitur Bisnis

Bikin Pengguna Khawatir, WhatsApp Tunda Pembaruan Fitur Bisnis

Riau | Sabtu, 16 Januari 2021 | 12:35 WIB

Terkini

Demi Puas Belanja, Masyarakat Nekat Ajukan Paylater

Demi Puas Belanja, Masyarakat Nekat Ajukan Paylater

Bisnis | Minggu, 11 Oktober 2026 | 10:42 WIB

Ferry Boboho Disebut Berperan dalam Dugaan Pemerasan Rp 55 Miliar, Pengamat: Ada yang Janggal

Ferry Boboho Disebut Berperan dalam Dugaan Pemerasan Rp 55 Miliar, Pengamat: Ada yang Janggal

News | Minggu, 11 Oktober 2026 | 10:32 WIB

Ulasan Kuasa Gelap: Perjanjian Darah, Sekuel Horor Religi yang Penuh Drama!

Ulasan Kuasa Gelap: Perjanjian Darah, Sekuel Horor Religi yang Penuh Drama!

Your Say | Minggu, 11 Oktober 2026 | 10:30 WIB

Rumah Dinas TNI Jalankan Bisnis Judol, Ini Regulasi dan Hukumannya

Rumah Dinas TNI Jalankan Bisnis Judol, Ini Regulasi dan Hukumannya

Bisnis | Minggu, 11 Oktober 2026 | 10:28 WIB

Cara Pakai Moisturizer yang Benar untuk Kulit Berminyak agar Wajah Tidak Kusam

Cara Pakai Moisturizer yang Benar untuk Kulit Berminyak agar Wajah Tidak Kusam

Lifestyle | Minggu, 11 Oktober 2026 | 10:27 WIB

7 Cara Mengatasi Sepatu Kebesaran agar Pas Dipakai Jalan, Cek Insole hingga Heel Grip

7 Cara Mengatasi Sepatu Kebesaran agar Pas Dipakai Jalan, Cek Insole hingga Heel Grip

Lifestyle | Minggu, 11 Oktober 2026 | 10:15 WIB

Semarang Heritage Night Run 2026, Strategi Hidupkan Wisata dan Ekonomi Kota Lama

Semarang Heritage Night Run 2026, Strategi Hidupkan Wisata dan Ekonomi Kota Lama

Jawa Tengah | Minggu, 11 Oktober 2026 | 10:06 WIB

Netflix Umumkan 16 Peserta The Devil's Plan Season 3, Ada Jang Dong Min!

Netflix Umumkan 16 Peserta The Devil's Plan Season 3, Ada Jang Dong Min!

Your Say | Minggu, 11 Oktober 2026 | 10:00 WIB

IHSG Menguat ke Level 6.093 Sepekan, Nilai Transaksi Harian BEI Melonjak 28,52%

IHSG Menguat ke Level 6.093 Sepekan, Nilai Transaksi Harian BEI Melonjak 28,52%

Bisnis | Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:44 WIB

Inovasi Kadis Parekraf Andhika Permata Dorong Penguatan SDM Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jakarta

Inovasi Kadis Parekraf Andhika Permata Dorong Penguatan SDM Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jakarta

News | Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:43 WIB

×