Berantas Pemain Toxic, Dota 2 Benamkan Sistem "Overwatch"

Agung Pratnyawan, Rezza Dwi Rachmanta

Senin, 01 Februari 2021 | 22:05 WIB
Berantas Pemain Toxic, Dota 2 Benamkan Sistem "Overwatch"
Ilustrasi hero di Dota 2. (Blog.dota2.com)

Suara.com - Sudah menjadi rahasia umum bahwa terkadang kita bertemu dengan banyak player toxic di game MOBA, termasuk Dota 2. Kini Valve bertindak untuk memberantas player Toxic dengan membenamkan sistem "Overwatch".

Itu bukan dari game FPS Blizzard Entertainment, namun ini semacam sistem yang diklaim mampu memberantas player dengan perilaku negatif.

Pembaruan sistem Overwatch diketahui melalui akun dan blog resmi Dota 2.

"Update mengenalkan alat ampuh untuk membantu komunitas mengatur perilaku negatif di antara jajarannya - Overwatch," tulis akun resmi Dota 2 pada 28 Januari 2021.

Dikutip dari PC Invasion, sistem Overtwatch Dota 2 didasarkan pada komunitas yang meninjau dirinya sendiri.

Dota 2 didukung dengan sistem Overwatch anyar. (Twitter/ Dota 2)
Dota 2 didukung dengan sistem Overwatch anyar. (Twitter/ Dota 2)

Dengan kata lain, selain sistem yang dikelola oleh Valve, ada bantuan dari orang lain, terutama komunitas untuk memerangi player toxic. Bisa dibilang ini semacam bantuan dari "good guy" vs "bad guy".

Pemain dengan skor tinggi berperilaku baik dalam game akan diminta untuk meninjau tayangan ulang untuk perilaku player toxic. Bagian tertentu dari pemutaran ulang akan ditandai, jadi Anda tidak perlu menonton semuanya.

Setelah meninjau kasus tersebut, Anda akan dapat memutuskan apakah akun yang dipermasalahkan itu bersalah, tidak bersalah, atau buktinya tidak cukup.

Sistem Overwatch pada Dota 2. (blog.dota2.com)
Sistem Overwatch pada Dota 2. (blog.dota2.com)

Jika Valve menganggap ulasan Anda akurat, pemain akan diberi skor akurasi tinggi. Menyalahgunakan sistem dan memalsukan akun akan memberi Anda skor akurasi yang rendah. Akhirnya, Anda bisa kehilangan kemampuan untuk berpartisipasi dalam Overwatch sepenuhnya.

baca juga

"Sama seperti di CS: GO, Overwatch untuk Dota 2 menyediakan sistem yang memungkinkan anggota komunitas yang bereputasi baik untuk memverifikasi validitas laporan yang menandai tindakan mengganggu dalam game.Pemain yang memenuhi syarat terkadang akan diberi tahu di bawah foto profil mereka bahwa mereka memiliki opsi untuk meninjau kasus. Peninjau akan mendapatkan skor akurasi untuk upaya mereka, dan mereka yang bersalah akan menerima skor yang lebih rendah," tulis keterangan pada blog resmi Dota 2.

Jika Overwatch ini benar-benar efektif ke depannya, semoga saja player toxic dengan skill atau umpatan negatif bisa berkurang di game Dota 2.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Game Perang Android Terbaik, Tawarkan Grafis Menawan!

5 Game Perang Android Terbaik, Tawarkan Grafis Menawan!

Tekno | Minggu, 31 Januari 2021 | 21:00 WIB

Dapat Review Positif, Hitman 3 Balik Modal Kurang dari Seminggu

Dapat Review Positif, Hitman 3 Balik Modal Kurang dari Seminggu

Tekno | Minggu, 31 Januari 2021 | 20:30 WIB

Apa itu GameStop? Sahamnya Melambung Gara-gara Elon Musk

Apa itu GameStop? Sahamnya Melambung Gara-gara Elon Musk

Tekno | Kamis, 28 Januari 2021 | 20:17 WIB

Terkini

Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Gojek dan Grab Terapkan Kebijakan Baru Mulai 1 Juli 2026

Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Gojek dan Grab Terapkan Kebijakan Baru Mulai 1 Juli 2026

Tekno | Rabu, 24 Juni 2026 | 12:43 WIB

HP Vivo Rp1 Jutaan Seri Apa? Ini 3 Pilihan Terbaik untuk Multitasking Stabil

HP Vivo Rp1 Jutaan Seri Apa? Ini 3 Pilihan Terbaik untuk Multitasking Stabil

Tekno | Rabu, 24 Juni 2026 | 12:29 WIB

7 Laptop dengan Baterai Paling Awet, Tetap Produktif saat Mati Listrik

7 Laptop dengan Baterai Paling Awet, Tetap Produktif saat Mati Listrik

Tekno | Rabu, 24 Juni 2026 | 12:22 WIB

Microchip: Tren Migrasi Teknologi Menuju Edge AI Mulai Saingi Dominasi Cloud

Microchip: Tren Migrasi Teknologi Menuju Edge AI Mulai Saingi Dominasi Cloud

Tekno | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:56 WIB

Lenovo ThinkPad Siap Tempur di Lapangan dan Dunia Digital, Tahan Ekstrem hingga Serangan Siber

Lenovo ThinkPad Siap Tempur di Lapangan dan Dunia Digital, Tahan Ekstrem hingga Serangan Siber

Tekno | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:52 WIB

Musisi Global Siap Buka Kompetisi Esports World Cup 2026 di Paris

Musisi Global Siap Buka Kompetisi Esports World Cup 2026 di Paris

Tekno | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:39 WIB

Kolaborasi Ini Siapkan Teknologi Intel 14A untuk Chip AI, HPC, dan Smartphone Generasi Baru

Kolaborasi Ini Siapkan Teknologi Intel 14A untuk Chip AI, HPC, dan Smartphone Generasi Baru

Tekno | Rabu, 24 Juni 2026 | 09:42 WIB

4 HP Baterai 7000 mAh di Bawah Rp3 Juta: Performa Mantap, Anti Lowbat Seharian

4 HP Baterai 7000 mAh di Bawah Rp3 Juta: Performa Mantap, Anti Lowbat Seharian

Tekno | Rabu, 24 Juni 2026 | 08:23 WIB

Meta Glasses Resmi Meluncur, Harga Mulai Rp5 Jutaan, Siap Tantang Pasar Kacamata AI

Meta Glasses Resmi Meluncur, Harga Mulai Rp5 Jutaan, Siap Tantang Pasar Kacamata AI

Tekno | Rabu, 24 Juni 2026 | 08:00 WIB

AI Agents Diprediksi Bernilai 450 Miliar Dolar AS, Drife Perkuat Adopsi Agentic Automation

AI Agents Diprediksi Bernilai 450 Miliar Dolar AS, Drife Perkuat Adopsi Agentic Automation

Tekno | Rabu, 24 Juni 2026 | 07:48 WIB