Usai Vaksinasi Covid-19, 36 Orang di AS Alami Kelainan Darah Langka

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Rabu, 10 Februari 2021 | 11:30 WIB
Usai Vaksinasi Covid-19, 36 Orang di AS Alami Kelainan Darah Langka
Sebuah botol vaksin Pfizer untuk Covid-19. [AFP/Jean Francois Monier]

Suara.com - Sebanyak 36 orang mengalami kelainan darah langka yang mengancam jiwa, yang disebut trombositopenia, setelah menerima salah satu dari dua vaksin Covid-19 yang disahkan di Amerika Serikat (AS).

Salah satunya, Dr Gregory Michael yang merupakan dokter kandungan di Miami, meninggal dunia setelah trombositopenia menyebabkan trombositnya turun hingga hampir nol.

Ia baru berusia 56 tahun dan meninggal karena pendarahan otak hanya 16 hari setelah menerima vaksin Pfizer.

Trombositopenia juga terlihat pada pemberian vaksin lain dan para ahli menduga vaksin itu bertindak sebagai pemicu dalam beberapa cara, meskipun belum diketahui mengapa.

Ilustrasi vaksin COVID-19. (unsplash/@dimitrihou)
Ilustrasi vaksin COVID-19. (unsplash/@dimitrihou)

Namun sejauh ini, kondisi penekanan trombosit sangat langka dan hanya memengaruhi 36 orang dari 43 juta dosis yang diberikan di Amerika Serikat.

Para ilmuwan berteori hanya sebagian kecil dari populasi yang mungkin memiliki kecenderungan yang dapat menyebabkan vaksin memicu kelainan darah.

Dari 15 orang yang termasuk dalam penelitian, hanya satu orang memiliki riwayat jumlah trombosit rendah baru-baru ini.

Hal ini membuat para ahli bingung untuk memprediksi golongan seperti apa yang mungkin paling sedikit untuk mengembangkan trombositopenia setelah vaksinasi.

Selain kasus Dr Michael, semua orang sejauh ini telah pulih setelah perawatan.

baca juga

Sayangnya, tidak ada kasus trombositopenia yang dilaporkan selama uji coba vaksin Moderna atau Pfizer.

Pfizer mengatakan pihaknya sedang menyelidiki kematian Dr Michael.

Dokter itu menerima dosis pertama vaksin Pfizer pada 18 Desember dan tidak langsung bereaksi terhadap vaksin tersebut.

Tiga hari kemudian, terlihat bercak merah di sekujur tubuhnya.

Bercak merah di tubuhnya adalah petechiae, tanda-tanda perdarahan di bawah kulit. Dr Michael akhirnya pergi ke Mount Sinai Medical Center di Miami.

ruam merah pada leher bayi [shutterstock]
ruam merah pada leher bayi [shutterstock]

Hasil pemeriksaan darah menunjukkan jumlah trombositnya nol. Jumlah trombosit di bawah 150.000 sudah disebut sebagai trombositopenia, tetapi kondisi Dr. Michael sangat buruk.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

ICJR: Napi dan Petugas Lapas Harus Diprioritaskan Vaksinasi Tahap Kedua

ICJR: Napi dan Petugas Lapas Harus Diprioritaskan Vaksinasi Tahap Kedua

News | Selasa, 09 Februari 2021 | 17:53 WIB

Polemik Vaksin Covid-19 Selebgram Helena Lim, Ini Penjelasan Dinkes Jakbar

Polemik Vaksin Covid-19 Selebgram Helena Lim, Ini Penjelasan Dinkes Jakbar

Jakarta | Selasa, 09 Februari 2021 | 17:19 WIB

Vaksin Pfizer Ampuh Lawan Varian Baru Virus Corona? Ini Kata Studi

Vaksin Pfizer Ampuh Lawan Varian Baru Virus Corona? Ini Kata Studi

Health | Selasa, 09 Februari 2021 | 17:12 WIB

Perkembangan Terkini Vaksin Merah Putih, Target Bisa Dipakai Akhir 2021

Perkembangan Terkini Vaksin Merah Putih, Target Bisa Dipakai Akhir 2021

News | Selasa, 09 Februari 2021 | 16:35 WIB

Vaksin Sinovac Boleh Disuntikkan ke Lansia, Bagaimana Hasil Uji Klinisnya?

Vaksin Sinovac Boleh Disuntikkan ke Lansia, Bagaimana Hasil Uji Klinisnya?

Health | Selasa, 09 Februari 2021 | 16:44 WIB

Wagub DKI: 75 Persen Nakes di Jakarta Sudah Divaksin Covid-19

Wagub DKI: 75 Persen Nakes di Jakarta Sudah Divaksin Covid-19

Jakarta | Selasa, 09 Februari 2021 | 15:52 WIB

Terkini

Cara Jualan di ShopeeFood, Penuhi Syarat Ini!

Cara Jualan di ShopeeFood, Penuhi Syarat Ini!

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 13:15 WIB

Kenapa Kulkas Tidak Dingin tapi Lampu Menyala? Ini Penyebab dan Solusinya

Kenapa Kulkas Tidak Dingin tapi Lampu Menyala? Ini Penyebab dan Solusinya

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 13:13 WIB

Danny Setiawan, Birokrat Karier yang Menembus Kursi Gubernur Jawa Barat

Danny Setiawan, Birokrat Karier yang Menembus Kursi Gubernur Jawa Barat

Jabar | Sabtu, 19 September 2026 | 13:12 WIB

Prabowo Pekik Tiga Kali 'Free Palestine', Lalu Peluk Hangat Dubes Palestina di Gontor

Prabowo Pekik Tiga Kali 'Free Palestine', Lalu Peluk Hangat Dubes Palestina di Gontor

News | Sabtu, 19 September 2026 | 13:10 WIB

Kabar Duka! Mantan Gubernur Jawa Barat Danny Setiawan Meninggal Dunia

Kabar Duka! Mantan Gubernur Jawa Barat Danny Setiawan Meninggal Dunia

Jabar | Sabtu, 19 September 2026 | 13:06 WIB

Dari Media Sosial ke AI, Cara Orang Mencari Informasi Mulai Berubah

Dari Media Sosial ke AI, Cara Orang Mencari Informasi Mulai Berubah

Tekno | Sabtu, 19 September 2026 | 13:05 WIB

Ulasan Novel Inestable: Belajar Pentingnya Komunikasi dalam Hubungan

Ulasan Novel Inestable: Belajar Pentingnya Komunikasi dalam Hubungan

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 13:00 WIB

Rapat Bareng Pukat UGM, DPR Ingin Cegah Abuse of Power dalam RUU Perampasan Aset

Rapat Bareng Pukat UGM, DPR Ingin Cegah Abuse of Power dalam RUU Perampasan Aset

News | Sabtu, 19 September 2026 | 12:43 WIB

Tak Kapok Masuk Bui, Wanita 34 Tahun Diciduk Edarkan Narkotika di Surabaya

Tak Kapok Masuk Bui, Wanita 34 Tahun Diciduk Edarkan Narkotika di Surabaya

Jatim | Sabtu, 19 September 2026 | 12:42 WIB

WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin

WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin

News | Sabtu, 19 September 2026 | 12:31 WIB

×