Teori Terbaru Ungkap Bagaimana Dinosaurus Musnah

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Selasa, 16 Februari 2021 | 16:30 WIB
Teori Terbaru Ungkap Bagaimana Dinosaurus Musnah
Ilustrasi hutan yang didiami oleh dinosaurus pada masa lalu (Shutterstock).

Suara.com - Para ilmuwan sebelumnya telah lama sepakat bahwa dinosaurus dimusnahkan oleh "penabrak Chicxulub", yang menyebabkan kawah besar di lepas pantai Meksiko.

Tim ahli juga setuju dengan dampak yang ditimbulkannya, yang memusnahkan hampir tiga perempat kehidupan di Bumi. Namun, yang masih menjadi misteri adalah apa dampak sebenarnya yang ditimbulkan.

Para ilmuwan tidak tahu apakah benda itu adalah komet atau asteroid, dari mana asalnya atau bagaimana benda itu bisa menghantam Bumi dengan kekuatan begitu dahsyat.

Dengan menjawab pertanyaan tersebut tidak hanya akan menjelaskan tentang akhir dari dinosaurus, tetapi juga tentang keadaan tata surya dan Bumi.

Ilustrasi asteroid menabrak Bumi. (Shutterstock)
Ilustrasi asteroid menabrak Bumi. (Shutterstock)

Penelitian baru yang diterbitkan di jurnal Scientific Reports, para ahli dari Harvard University mencoba menjawab pertanyaan tersebut.

Para ahli menganalisis data pada objek yang terbang di sekitar tata surya, serta simulasi bagaimana gravitasi akan mendorongnya.

Tim ilmuwan mengklaim telah menemukan cara untuk menjelaskan bagaimana Bumi bisa dihantam seperti itu.

Para ilmuwan berpendapat bahwa perjalanan objek yang memusnahkan dinosaurus dimulai di awan Oort, cangkang komet yang berada di tepi tata surya.

Sebongkah komet terlempar dari jalur gravitasi Jupiter dan mengirimnya terbang menuju Matahari, yang memecah batu menjadi beberapa bagian.

baca juga

Komet semacam itu membutuhkan banyak waktu untuk mengelilingi Matahari. Para ilmuwan menjulukinya sebagai penggembala Matahari dan komet berperiode panjang.

"Komet itu sangat dekat dengan matahari sehingga bagian yang lebih dekat ke matahari merasakan tarikan gravitasi yang lebih kuat daripada bagian yang lebih jauh dari matahari, menyebabkan gaya pasang surut," kata Siraj, mahasiswa sarjana yang terlibat dalam penelitian tersebut.

Hal itu menyebabkan peristiwa yang disebut gangguan pasang surut sehingga komet besar yang datang sangat dekat dengan Matahari pecah menjadi komet yang lebih kecil.

Pada dasarnya, dalam perjalanan komet saat pecah keluar, ada kemungkinan statistik bahwa komet ini menghantam Bumi.

Namun, ini bertentangan dengan salah satu teori utama lainnya tentang asal-usul penabrak Bumi itu berasal. Yang lain mengatakan itu adalah bagian dari asteroid yang lebih besar yang berasal dari sabuk asteroid antara Jupiter dan Mars.

Ilustrasi asteroid. (Shutterstock)
Ilustrasi asteroid. (Shutterstock)

Dilansir dari Independent, Selasa (16/2/2021), makalah baru menunjukkan objek yang memulai hidupnya di awan Oort lebih layak sebagai bagian dari susunannya.

Penelitian di kawah Chicxulub dan kawah serupa lainnya menunjukkan bahwa objek yang menyebabkannya adalah benda yang relatif primitif yang disebut kondrit berkarbon.

Komposisi seperti itu lebih mungkin ditemukan pada objek awan Oort daripada yang berasal dari sabuk asteroid.

Para peneliti mengatakan bahwa hipotesis tersebut dapat diuji dengan studi lebih lanjut tentang kawah itu sendiri, termasuk yang serupa di Bulan.

Tim ahli berharap dapat menggunakan Observatorium Vera Rubin di Chili untuk mengamati komet dan perilakunya. Observatorium tersebut akan mulai beroperasi tahun depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lapan Bandingkan Suara Ledakan Buleleng dengan Peristiwa Asteroid Bone 2009

Lapan Bandingkan Suara Ledakan Buleleng dengan Peristiwa Asteroid Bone 2009

Sulsel | Senin, 25 Januari 2021 | 05:00 WIB

Suara Ledakan Buleleng Diduga Dipicu Jatuhnya Asteroid

Suara Ledakan Buleleng Diduga Dipicu Jatuhnya Asteroid

Bogor | Senin, 25 Januari 2021 | 07:05 WIB

Lapan: Diduga Asteroid Picu Suara Ledakan Buleleng

Lapan: Diduga Asteroid Picu Suara Ledakan Buleleng

Tekno | Senin, 25 Januari 2021 | 06:15 WIB

Suara Ledakan di Buleleng Masih Misterius, Terdeteksi Sensor Gempa BMKG

Suara Ledakan di Buleleng Masih Misterius, Terdeteksi Sensor Gempa BMKG

Tekno | Minggu, 24 Januari 2021 | 23:06 WIB

Pertama Kalinya, Ilmuwan Deskripsikan Lubang Anus Dinosaurus

Pertama Kalinya, Ilmuwan Deskripsikan Lubang Anus Dinosaurus

Tekno | Kamis, 21 Januari 2021 | 09:39 WIB

Berusia 98 Juta Tahun, Ilmuwan Temukan Fosil Dinosaurus Terbesar di Dunia

Berusia 98 Juta Tahun, Ilmuwan Temukan Fosil Dinosaurus Terbesar di Dunia

Tekno | Selasa, 19 Januari 2021 | 10:00 WIB

Terkini

4 Zodiak Paling Hoki Hari Ini 7 November 2026, Saatnya Jemput Peluang Emas!

4 Zodiak Paling Hoki Hari Ini 7 November 2026, Saatnya Jemput Peluang Emas!

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 08:44 WIB

BRILink Agen BRI Buka Peluang Ekonomi, Mitra di Rembang Layani hingga 100 Transaksi per Hari

BRILink Agen BRI Buka Peluang Ekonomi, Mitra di Rembang Layani hingga 100 Transaksi per Hari

Jawa Tengah | Sabtu, 07 November 2026 | 08:42 WIB

Viral Status 'Leren Sik' Wakil Ketua DPRD Jatim: Tak Ada Potret Wapres Gibran

Viral Status 'Leren Sik' Wakil Ketua DPRD Jatim: Tak Ada Potret Wapres Gibran

Jatim | Sabtu, 07 November 2026 | 08:36 WIB

Gunung Semeru Erupsi, Awan Panas Meluncur 5,5 Km ke Arah Besuk Kobokan

Gunung Semeru Erupsi, Awan Panas Meluncur 5,5 Km ke Arah Besuk Kobokan

News | Sabtu, 07 November 2026 | 08:33 WIB

Bandara Dhoho Kediri Resmi Jadi Embarkasi Haji 2027, Layani 15 Daerah Sekaligus

Bandara Dhoho Kediri Resmi Jadi Embarkasi Haji 2027, Layani 15 Daerah Sekaligus

Jatim | Sabtu, 07 November 2026 | 08:26 WIB

Ekonomi Jateng Lampaui Rata-Rata Nasional, Ahmad Luthfi Diganjar CNN Indonesia Award 2026

Ekonomi Jateng Lampaui Rata-Rata Nasional, Ahmad Luthfi Diganjar CNN Indonesia Award 2026

News | Sabtu, 07 November 2026 | 08:23 WIB

Pendapatan Blue Bird Tembus Rp4,57 Triliun hingga Kuartal III 2026, Laba Bersih Capai Rp474 Miliar

Pendapatan Blue Bird Tembus Rp4,57 Triliun hingga Kuartal III 2026, Laba Bersih Capai Rp474 Miliar

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 08:22 WIB

Paradoks Listrik Lampung: Terancam Biarpet di Atas Harta Karun Panas Bumi 2,8 GW

Paradoks Listrik Lampung: Terancam Biarpet di Atas Harta Karun Panas Bumi 2,8 GW

Lampung | Sabtu, 07 November 2026 | 08:16 WIB

Kawinkan Gelar Juara Campus League Bandung 2026, UPI Bidik The Nationals

Kawinkan Gelar Juara Campus League Bandung 2026, UPI Bidik The Nationals

Bola | Sabtu, 07 November 2026 | 08:14 WIB

Daftar HP Xiaomi, Redmi, dan POCO yang Kebagian HyperOS 4, Cek Jadwal Update

Daftar HP Xiaomi, Redmi, dan POCO yang Kebagian HyperOS 4, Cek Jadwal Update

Tekno | Sabtu, 07 November 2026 | 08:07 WIB

×