alexametrics

Pertama Kalinya, Ilmuwan Deskripsikan Lubang Anus Dinosaurus

Dythia Novianty | Lintang Siltya Utami
Pertama Kalinya, Ilmuwan Deskripsikan Lubang Anus Dinosaurus
Lubang anus dinosaurus. [Eurekalert

Para ilmuwan pertama kalinya mendeskripsikan lubang anus dinosaurus.

Suara.com - Para ilmuwan pertama kalinya mendeskripsikan lubang anus dinosaurus, melalui penelitian yang dipublikasikan di jurnal Current Biology.

Spesimen Psittacosaurus yang terawat baik, untuk pertama kalinya, secara resmi diakui sebagai pemilik lubang anus multi-segi yang dikenal sebagai kloaka.

Sstudi yang dilakukan para ilmuwan dari University of Bristol, Inggris, spesimen itu berusia 120 juta tahun dan ditemukan di barat laut China.

Saat ini, fosilnya dipamerkan di Senckenberg Museum of Natural History di Frankfurt, Jerman.

Baca Juga: Berusia 98 Juta Tahun, Ilmuwan Temukan Fosil Dinosaurus Terbesar di Dunia

Psittacosaurus adalah herbivora yang terkait dengan Triceratops dan spesimen itu sebelumnya telah menjadi subjek untuk banyak penelitian.

Lubang anus dinosaurus. [Current Biology]
Lubang anus dinosaurus. [Current Biology]

Tetapi, ini adalah pertama kali dinosaurus tersebut menjadi subjek yang menarik karena pengungkapan alat kelaminnya.

Menariknya, struktur jaringan lunak hewan itu masih ada pada fosil dan dapat dilihat sebagai area bergerigi hitam di bawah ekor.

Meskipun tidak ada cukup fitur dimorfik seksual pada dinosaurus non-avialan untuk menebak jenis kelaminnya, tetapi struktur kloaka itu mirip dengan buaya yang hidup saat ini.

Kondisi ini memberi para ahli wawasan tentang fungsinya dan mungkin bagaimana dinosaurus ini kawin.

Baca Juga: Terungkap! Perilaku Dinosaurus Dewasa Mengerami Telur, Mirip Burung Modern

"Kami menemukan lubang yang terlihat berbeda pada banyak kelompok tetrapoda, tetapi dalam banyak kasus, hal itu tidak memberi tahu kita tentang jenis kelamin hewan," kata Dr Diane Kelly, ahli alat kelamin vertebrata dan sistem kopulasi dari University of Massachusetts Amherst, seperti dikutip dari IFL Science, Kamis (21/1/2021).

Komentar