Studi: Virus Corona Pemicu Covid-19 Mungkin Berasal dari Asia Tenggara

Liberty Jemadu

Rabu, 17 Februari 2021 | 07:15 WIB
Studi: Virus Corona Pemicu Covid-19 Mungkin Berasal dari Asia Tenggara
Ilustrasi kelelawar yang menjadi inang virus corona di Asia Tenggara. (Shutterstock)

Suara.com - Alexandre Hassanin, ilmuwan dari Sorbonne Universite dan Museum National d'Histoire Naturell di Paris, mengatakan studi atas kelalawar yang ditangkap di Kamboja pada 2010 menemukan adanya virus corona yang sangat mirip SARS- CoV-2 si pemicu wabah Covid-19. Mungkinkah Covid-19 berasal dari Asia Tenggara? Simak ulasan Hassanin berikut ini:

Pada November dan Desember 2010, Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) dan otoritas Kamboja mengundang para peneliti dari Muséum National d'Histoire Naturelle di Paris untuk mengeksplorasi beberapa situs di Kamboja utara.

Tujuannya adalah untuk mempelajari keanekaragaman hayati kelelawar di Kuil Preah Vihear, dan spesies kelelawar berjumlah sangat banyak yang ditangkap selama survei, termasuk delapan jenis kelelawar tapal kuda (genus Rhinolophus). Kelelawar-kelelawar ini sangat menarik bagi ahli virologi, karena kelelawar adalah reservoir semua sarbecovirus, kelompok virus corona yang termasuk SARS-CoV dan SARS-CoV-2, yang secara berurutan menyebabkan epidemi SARS pada 2002-2004 dan pandemi COVID-19 sekarang.

Pada 2020, 10 tahun setelah ekspedisi, sampel yang disimpan di dalam lemari pendingin dengan suhu -80°C dikeluarkan dan diuji oleh Institut Pasteur of Cambodia (IPC) untuk mencari Sarbecoviruses. Sebuah tes PCR menunjukkan dua hasil positif dan pengurutan lengkap genom dimulai. Dua varian virus yang dekat SARS-CoV-2 ditemukan pada dua kelelawar spesies Rhinolophus shameli yang kami tangkap pada 2010 di gua di Provinsi Steung Treng.

Hasil penelitian ini tersedia secara gratis di situs bioRxiv dan menunggu tinjauan sejawat. (Praktik ini sekarang banyak digunakan untuk cepat membagikan pengetahuan baru terkait pandemi COVID-19).

Yunnan dan Asia Tenggara

Penemuan ini penting karena virus ini adalah yang pertama ditemukan di luar Cina yang dekat dengan SARS-CoV-2 – dari 29.913 basis selaras di dalam genom dua virus, 93%-nya identik. Semua yang dipaparkan sebelumnya ditemukan pada binatang-binatang yang ditangkap di Cina, termasuk dua virus yang ditemukan pada dua spesies kelelawar Rhinolophus di Cina selatan, dan dua lagi virus yang berbeda (90% dan 85%) ditemukan di trenggiling yang disita oleh bea cukai Cina di Provinsi Guangdong dan Guangxi

Virus baru dari Kamboja ditemukan pada spesies kelelawar endemik di Asia Tenggara tidak begitu berbeda dari Yunnan, tempat dua kelelawar bervirus seperti SARS-CoV-2 ditemukan.

Penyebaran geografis dari tiga spesies kelelawar yang bervirus seperti SARS-Cov-2 telah diurutkan. Titik berwarna mengindikasikan lokalitas asal mula virus RaTG13 (biru), RmYN02 (hijau), RshSTT182 and RshSTT200 (merah). [The Conversation/Alexandre Hassanin/ iucnredlist.org/author provided]
Penyebaran geografis dari tiga spesies kelelawar yang bervirus seperti SARS-Cov-2 telah diurutkan. Titik berwarna mengindikasikan lokalitas asal mula virus RaTG13 (biru), RmYN02 (hijau), RshSTT182 and RshSTT200 (merah). [The Conversation/Alexandre Hassanin/ iucnredlist.org/author provided]

Implikasi langsungnya adalah virus yang serupa dengan SARS-Cov-2 telah bersirkulasi selama beberapa dekade, seperti yang diungkapkan oleh penanggalan molekuler, melalui Asia Tenggara dan Yunnan, dan spesies kelelawar yang berbeda kemungkinan telah menyebarkan virus-virus ini ke gua yang mereka tinggali.

baca juga

Para peneliti Cina telah mencari-cari Sarbecoviruses di negera mereka selama sekitar 15 tahun. Mereka menemukan lebih dari 100 virus yang menyerupai SARS-CoV tapi hanya dua yang berkerabat dengan SARS-Cov-2. Karena itu, data baru ini membenarkan hipotesis bahwa sebagian besar virus menyerupai SARS-CoV-2 terdapat di Asia Tenggara, sedangkan virus menyerupai SARS-CoV dominan berada di Cina.

Data dalam gambar di atas secara tidak langsung mendukung hipotesis bahwa grup SARS-CoV-2 sebenarnya berawal mula dari daratan Asia Tenggara. Dan benar, populasi manusia di Kamboja, Laos, Thailand, dan Vietnam tampak kurang terdampak pandemi pandemi COVID-19 dibandingkan negara-negara lain di wilayah itu, seperti Bangladesh, Myanmar, Malaysia, Filipina, dan Indonesia. Ini menunjukkan bahwa populasi dari empat negara daratan itu mungkin dipengaruhi dengan baik oleh tingkat imunitas kawanan (herd immunity) Sarbecoviruses.

Trenggiling ditulari oleh kelelawar di Asia Tenggara

Selain kelelawar, trenggiling Sunda (Manis javanica) menjadi satu-satunya binatang liar yang memiliki virus menyerupai SARS-CoV-2. Masalahnya adalah penemuan-penemuan ini ditemukan dalam konteks yang lumayan unik, yaitu penjualan trenggiling. Beberapa binatang sakit disita oleh bea cukai Cina di Provinsi Guangxi pada 2017-2018 dan Provinsi Guangdong pada 2019.

Ilustrasi Trenggiling. [AFP/Sam Yeh]
Ilustrasi Trenggiling. [AFP/Sam Yeh]

Meski virus yang diurutkan di trenggiling ini tidak begitu dekat dengan SARS-CoV-2 (satu virus 85% identik dan satunya lagi 90% identik), virus ini menandakan bahwa paling tidak dua Sarbecoviruses kemungkinan telah diimpor ke Cina lumayan jauh sebelum epidemi COVID-19. Dan memang, telah ditemukan bahwa trenggiling dari negara-negara Asia Tenggara telah menulari satu sama lain ketika dalam kurungan di teritori Cina.

Pertanyaan yang tersisa adalah bagaimana trenggiling awalnya terinfeksi. Mungkinkah mereka terinfeksi di lingkungan Asia Tenggara alami mereka, sebelum ditangkap? Penemuan virus baru yang dekat dengan SARS-CoV-2 pada kelelawar di Kamboja mendukung hipotesis ini, karena kelelawar Rhinolophus dan trenggiling bisa berkontak, paling tidak terkadang di gua yang ada di Asia Tenggara. Ini memperkuat hipotesis bahwa perdagangan trenggiling yang menyebabkan banyak ekspor virus mirip SARS-CoV-2 ke Cina.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bahlil Ungkap Kendala Teknis Blackout Batam: Petir dan Kelelawar

Bahlil Ungkap Kendala Teknis Blackout Batam: Petir dan Kelelawar

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:53 WIB

Skandal Sertifikat Vaksin Covid-19 Palsu, Granit Xhaka Kena Denda Rp3,2 Miliar

Skandal Sertifikat Vaksin Covid-19 Palsu, Granit Xhaka Kena Denda Rp3,2 Miliar

Bola | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 09:53 WIB

Jin Jiang Hotels Perluas Jejak di Indonesia, 7 Days Premium Hotel Bakal Hadir di PIK 2

Jin Jiang Hotels Perluas Jejak di Indonesia, 7 Days Premium Hotel Bakal Hadir di PIK 2

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 15:16 WIB

Kisah Sukses Zulhaida Sitanggang, Mampu Sulap Sampah Pasar Jadi Usaha Beromzet Jutaan Rupiah

Kisah Sukses Zulhaida Sitanggang, Mampu Sulap Sampah Pasar Jadi Usaha Beromzet Jutaan Rupiah

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 16:45 WIB

Angsa dan Kelelawar: Ketika Kebenaran Tidak Sesederhana Hitam dan Putih

Angsa dan Kelelawar: Ketika Kebenaran Tidak Sesederhana Hitam dan Putih

Your Say | Selasa, 08 September 2026 | 15:30 WIB

Kondisi Terkini ASEAN Jadi Korban Kebakaran Hutan Kalimantan 3 September 2026, Separah Apa?

Kondisi Terkini ASEAN Jadi Korban Kebakaran Hutan Kalimantan 3 September 2026, Separah Apa?

News | Kamis, 03 September 2026 | 15:45 WIB

Kamboja Tutup Markas Penipuan Siber, Tahan Puluhan Ribu Pelaku

Kamboja Tutup Markas Penipuan Siber, Tahan Puluhan Ribu Pelaku

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 15:05 WIB

Arti Kelelawar Masuk Rumah di Malam Hari Menurut Primbon Jawa, Pertanda Rezeki?

Arti Kelelawar Masuk Rumah di Malam Hari Menurut Primbon Jawa, Pertanda Rezeki?

Lifestyle | Kamis, 27 Agustus 2026 | 13:38 WIB

Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim

Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:51 WIB

Viral Sam Meychou Jadi Tahanan Tercantik di Kamboja, Siapa Dia dan Kena Kasus Apa?

Viral Sam Meychou Jadi Tahanan Tercantik di Kamboja, Siapa Dia dan Kena Kasus Apa?

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 11:53 WIB

Terkini

Periklindo Minta Kepastian Kebijakan Insentif Motor Listrik Demi Kelangsungan Industri

Periklindo Minta Kepastian Kebijakan Insentif Motor Listrik Demi Kelangsungan Industri

Otomotif | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:10 WIB

Koalisi 2029 Bisa Goyah! Prabowo Diminta Rem Pernyataan Kontroversial

Koalisi 2029 Bisa Goyah! Prabowo Diminta Rem Pernyataan Kontroversial

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:06 WIB

9 Cara Mengatasi Flek Hitam Menahun di Pipi Akibat Paparan Matahari Usia 45 Tahun

9 Cara Mengatasi Flek Hitam Menahun di Pipi Akibat Paparan Matahari Usia 45 Tahun

Lifestyle | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:05 WIB

PT Timah Pertimbangkan Opsi Buyback Saham TINS dengan Prinsip Hati Hati

PT Timah Pertimbangkan Opsi Buyback Saham TINS dengan Prinsip Hati Hati

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:05 WIB

Menjawab Kritik Polisi Bahasa: Mengapa Kita Harus Berhenti Menganggap Bahasa Sedang Rusak

Menjawab Kritik Polisi Bahasa: Mengapa Kita Harus Berhenti Menganggap Bahasa Sedang Rusak

Your Say | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:57 WIB

Kejurnas Catur ke-51 Digelar di Banten, PB Percasi Punya Misi Besar

Kejurnas Catur ke-51 Digelar di Banten, PB Percasi Punya Misi Besar

Sport | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:56 WIB

PLN Perkuat Layanan Kelistrikan Terintegrasi untuk Rumah Tangga hingga Pelaku Usaha

PLN Perkuat Layanan Kelistrikan Terintegrasi untuk Rumah Tangga hingga Pelaku Usaha

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:56 WIB

Ungguli Prabowo di Survei, KDM Berpeluang Balik Golkar dan Duet Bareng Gibran di 2029

Ungguli Prabowo di Survei, KDM Berpeluang Balik Golkar dan Duet Bareng Gibran di 2029

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:54 WIB

Bahasa Campuran Bukan Sekadar Tren: Multibahasa Menjadi Tuntutan Hidup

Bahasa Campuran Bukan Sekadar Tren: Multibahasa Menjadi Tuntutan Hidup

Your Say | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:50 WIB

Terungkap Dugaan Praktik Mucikari di Padang, Satu Pria Dibawa ke Polda

Terungkap Dugaan Praktik Mucikari di Padang, Satu Pria Dibawa ke Polda

Sumbar | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:49 WIB

×