alexametrics

Varian Virus Corona Afrika Selatan, Brasil dan Inggris Mulai Masuk India

Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah
Varian Virus Corona Afrika Selatan, Brasil dan Inggris Mulai Masuk India
Gambar mengerikan terkait mutasi virus Corona yang kini mampu menumbuhkan tentakel. (Dok. Dr. Elizabeth Fischer, NIAID/NIH)

Peneliti lebih khawatir dengan varian Afrika Selatan dibanding varian lainnya.

Suara.com - Varian baru virus corona ternyata telah menyebar ke beberapa negara, salah satunya India. Dua bulan terakhir ini India telah mencatat total 192 kasus Covid-19 dari varian baru, empat kasus varian Afrika Selatan, satu varian Brasil, dan sisanya varian Inggris.

Menurut Direktur Jenderal ICMR, Prof Balram Bhargava, pada Selasa (15/2/2021), varian Afrika Selatan ditemukan pada empat orang yang kembali dari negara Afrika pada Januari lalu. Satu orang dari Angola, satu dari Tanzania dan dua dari Afrika Selatan.

Sementara varian Brasil (P.1) terdeteksi pada seseorang yang baru kembali dari Amerika Selatan awal bulan ini.

Varian-varian tersebut sudah diisolasi dan dibiakkan di Institut Virologi Nasional (NIV), Pune, untuk digunakan dalam percobaan menilai kemanjuran vaksin.

Baca Juga: Tambah 1.861 Pasien, Jumlah Kasus Corona Jakarta Capai 319.293 Orang

Mengapa Ilmuwan Khawatir dengan Varian dari Afrika Selatan?

Virus corona (COVID-19) muncul dari permukaan sel manusia, credit: NIAID-RML
Virus corona (COVID-19) muncul dari permukaan sel manusia, credit: NIAID-RML

Menurut The Health Site, varian virus corona ini pertama kali terdeteksi di Teluk Nelson Mandela, Afrika Selatan, pada awal Oktober 2020 dan dalam beberapa minggu menjadi strain dominan di negara tersebut.

Bhargava mengatakan varian ini sekarang telah menyebar ke 44 negara. Peneliti Afrika Selatan telah menemukan varian ini memiliki 8 mutasi berbeda pada protein lonjakan.

Varian ini membawa mutasi N501Y, yang tampaknya membuat virus lebih menular dan mutasi yang lain, E484K, memungkinkannya lolos dari sistem kekebalan serta mengurangi efek vaksin Covid-19.

Bulan lalu Novavax mengumumkan bahwa vaksinnya hampir 85% efektif melawan varian Inggris, tetapi hanya menunjukkan efektivitas 50% dalam mencegah infeksi dengan varian Afrika Selatan.

Baca Juga: Vaksinasi Covid-19, Wagub DKI: Baru 45 Persen Nakes Dapat Dosis Kedua

Namun, tidak ada bukti bahwa varian B.1.351 menyebabkan penyakit yang lebih serius dibandingkan varian lainnya.

Komentar