alexametrics

Ilmuwan Temukan Fosil Ikan dari Zaman Dinosaurus Seukuran Hiu Putih

Dythia Novianty | Lintang Siltya Utami
Ilmuwan Temukan Fosil Ikan dari Zaman Dinosaurus Seukuran Hiu Putih
Ilustrasi hiu putih. (Pixabay/Skeeze)

Ikan coelacanth pertama kali berevolusi 400 juta tahun lalu.

Suara.com - Para ilmuwan dari University of Portsmouth menemukan sisa-sisa fosil ikan yang tumbuh sebesar hiu putih, setelah seorang kolektor fosil salah mengira fosil itu sebagai reptil terbang raksasa.

Spesies tersebut adalah coelacanth "fosil hidup" yang masih berenang di laut, bertahan dari kepunahan yang membunuh dinosaurus.

Ikan coelacanth pertama kali berevolusi 400 juta tahun lalu. Spesies tersebut sudah lama diyakini punah, tetapi pada 1938 seekor coelacanth hidup ditemukan di Afrika Selatan.

Profesor David Martill, ahli paleontologi, diminta untuk mengidentifikasi tulang besar di koleksi pribadi yang disimpan di London setelah kolektor membeli fosil tersebut yang mengira itu mungkin bagian dari tengkorak pterodactyl.

Baca Juga: Pertama Kalinya, Ilmuwan Temukan Fosil Amon Telanjang Tanpa Cangkang

Ikan coelacanth. [Christophe Archambault/AFP]
Ikan coelacanth. [Christophe Archambault/AFP]

Tetapi Profesor Martill terkejut karena menemukan itu sebenarnya bukan tulang tunggal, tetapi terdiri dari banyak lempengan tulang tipis.

"Plat-plat tulang tipis itu disusun seperti sebuah barel, tetapi dengan tiang-tiang yang melingkar. Hanya satu hewan yang memiliki struktur seperti itu dan itu adalah coelacanth," kata Profesor Martill, seperti dikutip dari Independent, Rabu (17/2/2021).

Meski kolektor tersebut kecewa, temuan ini menarik minat para ilmuwan karena belum ada coelacanth yang pernah ditemukan di deposit fosfat Maroko dan contoh ini berukuran sangat besar.

Profesor Martill bekerja sama dengan ahli paleontologi Brasil terkemuka Dr Paulo Brito dari State University of Rio de Janeiro, untuk mengidentifikasi fosil tersebut.

Dalam penelitian yang dipublikasikan di Cretaceous Research, para ahli mengatakan fosil itu telah tertanam dalam blok fosfat, didukung dengan plester dan ditutupi lapisan pernis, yang menyebabkan tulang menjadi coklat.

Baca Juga: Berusia 98 Juta Tahun, Ilmuwan Temukan Fosil Dinosaurus Terbesar di Dunia

Tak hanya itu, fosil ditemukan di sebelah pterodactyl yang membuktikan bahwa hewan itu hidup di Zaman Kapur atau sekitar 66 juta tahun yang lalu.

Ukuran paru-paru yang tidak normal menunjukkan panjangnya sekitar 5 meter, jauh lebih besar daripada coelacanth yang terancam punah yang tumbuh hingga maksimum 2 meter.

Fosil tersebut sekarang dikembalikan ke Maroko, di mana itu akan ditambahkan ke koleksi di Departemen Geologi di Hassan II University of Casablanca.

Komentar