Ilmuwan Temukan Fosil Ikan dari Zaman Dinosaurus Seukuran Hiu Putih

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Rabu, 17 Februari 2021 | 11:35 WIB
Ilmuwan Temukan Fosil Ikan dari Zaman Dinosaurus Seukuran Hiu Putih
Ilustrasi hiu putih. (Pixabay/Skeeze)

Suara.com - Para ilmuwan dari University of Portsmouth menemukan sisa-sisa fosil ikan yang tumbuh sebesar hiu putih, setelah seorang kolektor fosil salah mengira fosil itu sebagai reptil terbang raksasa.

Spesies tersebut adalah coelacanth "fosil hidup" yang masih berenang di laut, bertahan dari kepunahan yang membunuh dinosaurus.

Ikan coelacanth pertama kali berevolusi 400 juta tahun lalu. Spesies tersebut sudah lama diyakini punah, tetapi pada 1938 seekor coelacanth hidup ditemukan di Afrika Selatan.

Profesor David Martill, ahli paleontologi, diminta untuk mengidentifikasi tulang besar di koleksi pribadi yang disimpan di London setelah kolektor membeli fosil tersebut yang mengira itu mungkin bagian dari tengkorak pterodactyl.

Ikan coelacanth. [Christophe Archambault/AFP]
Ikan coelacanth. [Christophe Archambault/AFP]

Tetapi Profesor Martill terkejut karena menemukan itu sebenarnya bukan tulang tunggal, tetapi terdiri dari banyak lempengan tulang tipis.

"Plat-plat tulang tipis itu disusun seperti sebuah barel, tetapi dengan tiang-tiang yang melingkar. Hanya satu hewan yang memiliki struktur seperti itu dan itu adalah coelacanth," kata Profesor Martill, seperti dikutip dari Independent, Rabu (17/2/2021).

Meski kolektor tersebut kecewa, temuan ini menarik minat para ilmuwan karena belum ada coelacanth yang pernah ditemukan di deposit fosfat Maroko dan contoh ini berukuran sangat besar.

Profesor Martill bekerja sama dengan ahli paleontologi Brasil terkemuka Dr Paulo Brito dari State University of Rio de Janeiro, untuk mengidentifikasi fosil tersebut.

Dalam penelitian yang dipublikasikan di Cretaceous Research, para ahli mengatakan fosil itu telah tertanam dalam blok fosfat, didukung dengan plester dan ditutupi lapisan pernis, yang menyebabkan tulang menjadi coklat.

baca juga

Tak hanya itu, fosil ditemukan di sebelah pterodactyl yang membuktikan bahwa hewan itu hidup di Zaman Kapur atau sekitar 66 juta tahun yang lalu.

Ukuran paru-paru yang tidak normal menunjukkan panjangnya sekitar 5 meter, jauh lebih besar daripada coelacanth yang terancam punah yang tumbuh hingga maksimum 2 meter.

Fosil tersebut sekarang dikembalikan ke Maroko, di mana itu akan ditambahkan ke koleksi di Departemen Geologi di Hassan II University of Casablanca.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Selamatkan Istri, Pria Ini Nekat Jotos Hiu Putih Sepanjang 3 Meter

Selamatkan Istri, Pria Ini Nekat Jotos Hiu Putih Sepanjang 3 Meter

News | Minggu, 16 Agustus 2020 | 17:29 WIB

Pria Selamat dari Maut Setelah Mengganjal Mulut Hiu Pakai Papan Selancar

Pria Selamat dari Maut Setelah Mengganjal Mulut Hiu Pakai Papan Selancar

News | Kamis, 13 Agustus 2020 | 19:06 WIB

Terungkap, Misteri Reptil dengan Leher 3 Kali Lebih Panjang dari Tubuhnya

Terungkap, Misteri Reptil dengan Leher 3 Kali Lebih Panjang dari Tubuhnya

Tekno | Senin, 10 Agustus 2020 | 15:00 WIB

Ilmuwan Temukan Harta Karun Tersembunyi di Fosil Ikan

Ilmuwan Temukan Harta Karun Tersembunyi di Fosil Ikan

Tekno | Senin, 22 Juni 2020 | 10:45 WIB

Ilmuwan Ungkap Lokasi Paling Berbahaya Sepanjang Sejarah Bumi

Ilmuwan Ungkap Lokasi Paling Berbahaya Sepanjang Sejarah Bumi

Tekno | Rabu, 29 April 2020 | 12:00 WIB

Terlacak, Hiu Putih Sepanjang 5 Meter Berenang Ribuan Kilometer

Terlacak, Hiu Putih Sepanjang 5 Meter Berenang Ribuan Kilometer

Tekno | Selasa, 11 Februari 2020 | 08:12 WIB

Terkini

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:00 WIB

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 01:36 WIB

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Jakarta | Sabtu, 12 September 2026 | 20:27 WIB

×