NASA Ungkap Mars Menyembunyikan Lautan di Bawah Kerak Planet

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Kamis, 18 Maret 2021 | 11:00 WIB
NASA Ungkap Mars Menyembunyikan Lautan di Bawah Kerak Planet
Planet Mars. [NASA]

Suara.com - Penelitian terbaru NASA menemukan bahwa lautan mungkin terkubur di bawah kerak Mars dan tidak menghilang seperti yang diperkirakan sebelumnya.

Studi sebelumnya menyatakan, Mars pernah memiliki air yang cukup untuk menutupi seluruh permukaan planet dengan lautan air sedalam sekitar 100 hingga 1.500 meter atau sekitar setengah air dari Samudra Atlantik di Bumi.

Namun, lingkungan Mars saat ini dingin dan kering. Sebelumnya, para ilmuwan mengira bahwa setelah Planet Merah kehilangan medan magnet pelindungnya, radiasi Matahari dan angin Matahari menghilangkan sebagian besar atmosfer dan airnya.

Tetapi dalam temuan terbaru ini menunjukkan Mars tidak mungkin kehilangan semua airnya.

Data dari misi MAVEN (Mars Atmosphere and Volatile EvolutioN) NASA dan pengorbit Mars Express milik Badan Antariksa Eropa (ESA), mengungkapkan dengan laju seperti itu, Mars hanya akan kehilangan lautan air global sekitar tiga hingga 25 meter selama 4,5 miliar tahun.

Sekarang para ahli menemukan sebagian besar air yang pernah dimiliki Mars mungkin tersembunyi di bawah kerak planet, terkunci di dalam struktur kristal bebatuan di bawah permukaan Mars.

Mars Express. [ESA]
Mars Express. [ESA]

Dalam temuan yang dipublikasikan di jurnal Science pada 16 Maret, para ilmuwan menggunakan data dari penjelajah dan pesawat luar angkasa yang mengorbit Mars serta meteorit Mars.

Hal ini untuk mengembangkan model Planet Merah yang memperkirakan berapa banyak air yang dimiliki planet dan berapa banyak air yang mungkin telah hilang dari waktu ke waktu.

Salah satu cara para ilmuwan memperkirakan berapa banyak air Mars yang hilang melibatkan analisis tingkat hidrogen di dalam atmosfer dan bebatuannya.

baca juga

Setiap atom hidrogen mengandung satu proton di dalam intinya, tetapi beberapa atom hidrogen memiliki neutron ekstra, membentuk isotop yang dikenal sebagai deuterium. Hidrogen biasa dapat lolos dari gravitasi planet lebih mudah daripada deuterium yang lebih berat.

Dengan membandingkan tingkat atom hidrogen yang lebih ringan dan atom deuterium yang lebih berat dalam sampel Mars, para peneliti dapat memperkirakan berapa banyak hidrogen biasa yang mungkin telah hilang di Planet Merah seiring waktu.

Karena setiap molekul air terbuat dari dua atom hidrogen dan satu atom oksigen, perkiraan kehilangan hidrogen Mars ini mencerminkan berapa banyak air Mars telah hilang karena radiasi Matahari.

Para ahli menemukan reaksi kimia mungkin menyebabkan antara 30 persen hingga 99 persen air yang awalnya harus dikunci oleh Mars menjadi mineral dan berakhir terkubur di kerak planet.

Dilansir dari Space.com, Kamis (18/3/2021), air yang tersisa kemudian hilang ke luar angkasa dan ini menjelaskan rasio hidrogen-deuterium yang terlihat di Mars.

Secara keseluruhan, para peneliti menyatakan Mars kehilangan 40 persen hingga 95 persen air selama sekitar 4,1 miliar hingga 3,7 miliar tahun yang lalu.

Namun, perkiraan baru jumlah air yang terkubur di kerak Mars sangat beragam karena ketidakpastian tingkat kehilangan air di Mars di masa lalu.

"Perseverance di Mars sebenarnya dapat membantu menyempurnakan perkiraan ini karena penjelajah itu menuju salah satu bagian paling kuno dari kerak Mars, sehingga dapat membantu kami memastikan proses kehilangan air di masa lalu jauh lebih baik," kata Eva Scheller, ilmuwan planet di California Institute of Technology.

Logo NASA. [Shutterstock]
Logo NASA. [Shutterstock]

Meskipun sebagian besar air di Mars mungkin masih terkubur di dalam keraknya, bukan berarti astronot masa depan yang berkunjung ke Planet Merah dapat dengan mudah mengekstraksi air Mars.

Scheller menambahkan bahwa kemungkinan astronot masa depan harus memanaskan banyak bebatuan di Mars untuk mendapatkan jumlah air yang cukup.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengenang Pengamat Politik Joko Siswanto, Pencipta Mars Pilkada

Mengenang Pengamat Politik Joko Siswanto, Pencipta Mars Pilkada

Sumsel | Minggu, 14 Maret 2021 | 15:52 WIB

Asteroid Terbesar Tahun Ini Akan Lintasi Bumi 21 Maret Ini, Berbahayakah?

Asteroid Terbesar Tahun Ini Akan Lintasi Bumi 21 Maret Ini, Berbahayakah?

Tekno | Jum'at, 12 Maret 2021 | 14:00 WIB

Perseverance Mulai Mencari Tanda Kehidupan di Mars

Perseverance Mulai Mencari Tanda Kehidupan di Mars

Tekno | Jum'at, 12 Maret 2021 | 07:00 WIB

Ilmuwan Ungkap Rahasia Awan Misterius Sepanjang 1.800 Km di Mars

Ilmuwan Ungkap Rahasia Awan Misterius Sepanjang 1.800 Km di Mars

Tekno | Kamis, 11 Maret 2021 | 06:30 WIB

NASA Namai Situs Pendaratan Perseverance dari Nama Penulis, Ini Alasannya

NASA Namai Situs Pendaratan Perseverance dari Nama Penulis, Ini Alasannya

Tekno | Selasa, 09 Maret 2021 | 10:30 WIB

Persiapan Misi, Penjelajah Baru NASA Lakukan Pemanasan di Mars

Persiapan Misi, Penjelajah Baru NASA Lakukan Pemanasan di Mars

Tekno | Sabtu, 06 Maret 2021 | 14:01 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:39 WIB

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:29 WIB

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Jabar | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:08 WIB

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:01 WIB

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

×