Array

Perusahaan Indonesia Ini Akan Uji Internet Satelit Starlink dari Elon Musk

Liberty Jemadu Suara.Com
Kamis, 01 April 2021 | 15:31 WIB
Perusahaan Indonesia Ini Akan Uji Internet Satelit Starlink dari Elon Musk
Sekelompok satelit Starlink berhasil dipotret saat melintas di atas Kota Leiden, Belanda pada 24 Mei 2019. [AFP/Marco Langbroek]

Suara.com - Perusahaan teknologi sistem transportasi Indonesia, PT Delameta Bilano, akan melakukan uji coba teknologi internet satelit berkecepatan tinggi dari Starlink milik pengusaha inovatif Amerika Serikat, Elon Musk.

Direktur Utama Delameta Bilano, Tri Bayu Wicaksono menjelaskan, dipilihnya Delameta sebagai mitra uji coba Starlink di Indonesia diharapkan bisa menjadi inspirasi kebangkitan riset dalam negeri.

"Bagi kami, Starlink dan Elon Musk adalah perusahaan riset teknologi kelas dunia yang bisa dijadikan model atau benchmark dalam bidang inovasi khususnya solusi internet satelit terjangkau namun berkualitas bagi masyarakat luas hingga pedalaman terpencil," kata Bayu dalam siaran pers yang diterima Kamis (1/4/2021).

"Sehingga akan bermanfaat untuk aktivitas pendidikan, sosial, dan ekonomi di daerah tersebut. Bayangkan, di tengah hutan atau gunung pun kecepatan internet Starlink dapat mencapai 100 Mbps," ujar Bayu.

Delameta, kata dia, terbuka untuk berkolaborasi sebagai produsen peralatan control system, jika Starlink memutuskan untuk memproduksi perangkat modem satelit di Indonesia.

Dari keterangan tertulis yang disampaikan pihak Starlink ke pihak Delameta, uji coba di Indonesia akan dilakukan pada awal 2022. Hal itu sejalan dengan terus diluncurkannya satelit orbit rendah (low orbit) sebanyak 2.000 lebih konstelasi satelit oleh konsorsium perusahaan roket Space X dan Starlink.

Delameta adalah perusahaan pembayaran muktiekosistem nasional berbasis riset, yang menggarap bisnis sistem pembayaran digital transportasi jalan tol, pelabuhan, Trans Jakarta, dan parkir.

Delameta memproduksi perangkat sistem pembayaran tol, seperti automatic vehicle classification (AVC), loop vehicle sensor, collecting terminal machine, infra merah, palang atau lane barrier system, electronic toll collection (ETC), CCTV, variable message sign (VMS), hingga license plate recognition.

Peralatan tersebut diproduksi Delameta di pabrik Pulogadung, Jakarta dengan kapasitas 400 unit full set system per tahun, di mana kandungan lokal peralatan tol Delameta mencapai komposisi di atas 60 persen. [Antara]

Baca Juga: Elon Musk Ungkap Desain Baru Kapsul Dragon

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI