Apa Itu Triple Konjungsi?

Rifan Aditya

Kamis, 08 April 2021 | 12:21 WIB
Apa Itu Triple Konjungsi?
Ilustrasi apa itu triple konjungsi, triple konjungsi Bulan, Jupiter, dan Saturnus (Freedigitalphotos/Photokanok)

Suara.com - Fenomena triple konjungsi Bulan, Jupiter, dan Saturnus telah menghiasi langit Indonesia sejak kemarin, hari Selasa (06/04/2021) dan masih akan berlangsung sampai hari Kamsi besok (08/04/2020). Lalu apa itu triple konjungsi?

Berdasar keterangan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), fenomena langit ini dapat diamati melalui arah Timur-Tenggara dekat konstelasi Capricornus dan bisa diamati sejak pukul 03.00 WIB waktu setempat atau sekitar 42 menit setelah Matahari terbenam (fajar bahari) berakhir.

Untuk menikmati fenomena triple konjungsi Bulan, Jupiter, dan Saturnus ini ada syaratnya. Triple konjungsi hanya dapat dilihat jika cuaca cerah dengan langit malam yang cukup gelap, terbebas dari polusi cahaya.

Pihak peneliti di Pusat Penelitian Sains Antariksa Lapan menerangkan bahwa magnitude ketiga benda langit ini cukup bervariasi.

Kemarin, saat fenomena ini dimulai ketika planet Jupiter berkonjungsi dengan bulan, tampak magnitudo berkisar pada -2,08 hingga -2.09. Sedangkan planet Saturnus tetap berada di angka +0,74.

Bulan berfase sabit akhir ketika konjungsi tripel dengan iluminasi bervariasi antara 34,4% hingga 15,8%.

Konjungsi planet sendiri merupakan suatu fenomena di mana planet berada dalam posisi yang berdekatan atau berpapasan. Sehingga dapat diartikan bahwa konjungsi planet adalah keadaan di mana Bumi dan planet lain berada dalam satu garis lurus.

Berikut, catatan Lapan terhadap penampakan triple konjungsi Bulan, Jupiter, dan Saturnus yang akan berlangsung dari hari Selasa (06/04/2021) sampai hari Kamis (08/04/2021).

  • Selasa, 6 April 2021

Pada hari Selasa kemarin, mula-mula Saturnus diapit oleh Jupiter dan bulan di bagian Timur-Tenggara tepatnya titik 12,42 derajat – 8,03 derajat.

baca juga
  • Rabu, 7 April 2021

Hari ini, triple konjungsi bermula ketika gentian Bulan yang diapit oleh Saturnus dan Jupiter.

Kedua planet itu berada di koordinat berturut-turut 8,28 derajat dan 7,02 derajat di sebelah Timur-Tenggara.

  • Kamis, 8 April 2021

Besok, fase konjungsi akan dimulai saat Jupiter diapit oleh Saturnus dan Bulan. Peristiwa ini terletak di koordinat 12,67 – 8,54 derajat sebelah Timur Tenggara.

Demikian penjelasan apa itu triple konjungsi. Semoga informasi ini dapat menambah pengetahuan kalian tentang fenomena antariksa.

Kontributor : Hillary Sekar Pawestri

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siklon Tropis Seroja Mengamuk, Waspadai Munculnya Siklon Lain di April

Siklon Tropis Seroja Mengamuk, Waspadai Munculnya Siklon Lain di April

Tekno | Senin, 05 April 2021 | 22:04 WIB

2 Fenomena Antariksa April 2021, Konjungsi Bulan Terjadi Besok

2 Fenomena Antariksa April 2021, Konjungsi Bulan Terjadi Besok

Tekno | Rabu, 31 Maret 2021 | 18:55 WIB

Proyek Peluncuran Roket di Biak Masih Ditolak Warga, Apa Masalahnya?

Proyek Peluncuran Roket di Biak Masih Ditolak Warga, Apa Masalahnya?

News | Selasa, 23 Maret 2021 | 10:41 WIB

Terkini

Audiensi Aliansi Jogja Memanggil dan Pemda DIY Buntu, Tuntutan Upah Layak Tak Dijawab Tegas

Audiensi Aliansi Jogja Memanggil dan Pemda DIY Buntu, Tuntutan Upah Layak Tak Dijawab Tegas

Jogja | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:43 WIB

Pencabutan Bea Keluar Ekspor Emas Hanya Rumor Belaka

Pencabutan Bea Keluar Ekspor Emas Hanya Rumor Belaka

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:42 WIB

PEVC 2026 Dorong Indonesia Jadi Pemain Utama Ekosistem Kendaraan Listrik

PEVC 2026 Dorong Indonesia Jadi Pemain Utama Ekosistem Kendaraan Listrik

Otomotif | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:40 WIB

Tragedi Porprov Jateng 2026: Dua Atlet Berprestasi Meninggal Dunia, Polisi Periksa Keterangan Dokter

Tragedi Porprov Jateng 2026: Dua Atlet Berprestasi Meninggal Dunia, Polisi Periksa Keterangan Dokter

Jawa Tengah | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:38 WIB

Pertamina Ajak Anak Muda Jadi Penggerak Inovasi Indonesia di Momentum Sumpah Pemuda

Pertamina Ajak Anak Muda Jadi Penggerak Inovasi Indonesia di Momentum Sumpah Pemuda

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:37 WIB

4 Pelembap Andalan Bikin Wajah Lembap, Skin Barrier Kuat, Sekaligus Cerah

4 Pelembap Andalan Bikin Wajah Lembap, Skin Barrier Kuat, Sekaligus Cerah

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:35 WIB

Transjakarta Masih Rekayasa Operasional Imbas Demo Bundaran HI, 20 Rute Terdampak

Transjakarta Masih Rekayasa Operasional Imbas Demo Bundaran HI, 20 Rute Terdampak

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:35 WIB

Siswa Sekolah Rakyat Pimpin Ribuan Peserta Ikrarkan Sumpah Pemuda

Siswa Sekolah Rakyat Pimpin Ribuan Peserta Ikrarkan Sumpah Pemuda

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:32 WIB

Respon Djarum Setelah Kantor Digeledah KPK Soal Dugaan Korupsi Bea Cukai

Respon Djarum Setelah Kantor Digeledah KPK Soal Dugaan Korupsi Bea Cukai

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:27 WIB

Pimpinan DPR Tegaskan Sekat Parpol Tak Boleh Retakkan Komitmen Menjaga Konstitusi

Pimpinan DPR Tegaskan Sekat Parpol Tak Boleh Retakkan Komitmen Menjaga Konstitusi

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:25 WIB

×