alexametrics

Madu Tertua di Dunia Ditemukan, Berusia 3.500 Tahun

Dythia Novianty | Lintang Siltya Utami
Madu Tertua di Dunia Ditemukan, Berusia 3.500 Tahun
Ilustrasi madu hutan. [Shutterstock]

Para peneliti dari University of Bristol menemukan madu tertua.

Suara.com - Para peneliti dari University of Bristol menemukan madu tertua yang dikumpulkan oleh orang yang tinggal di Afrika Barat pada 3.500 tahun lalu.

Orang-orang yang disebut Nok itu berburu sarang lebah liar untuk mendapatkan madunya dan menyimpannya di dalam pot.

Ini terungkap dengan penemuan residu lilin utuh pada pecahan pot tembikar yang baru digali di Nigeria, menjadi bukti perburuan madu tertua yang pernah ditemukan.

"Fakta bahwa orang Nok mengeksploitasi madu 3.500 tahun yang lalu sama sekali tidak terduga dan unik dalam prasejarah Afrika Barat," kata Profesor Peter Breunig, rekan penulis studi dari Goethe University, dikutip dari Daily Mail, Rabu (21/4/2021).

Baca Juga: Nekat Bulan Madu di Masa Pandemi Covid-19, Pengantin Baru Dipenjara

Pecahan tembikar mengungkapkan madu mungkin digunakan sebagai makanan, obat, atau untuk mempermanis minuman, termasuk bir dan wine.

Berapa lama tepatnya orang-orang di sana mencari madu masih belum diketahui, tetapi para ahli menduga penduduk setempat telah mengonsumsi madu untuk waktu yang lama.

Penemuan madu tertua berusia 3.500 tahun. [Eurakalert]
Penemuan madu tertua berusia 3.500 tahun. [Eurakalert]

Para ahli menganalisis lebih dari 450 keping tembikar dari budaya Nok di Nigeria Tengah untuk menyelidiki barang apa yang dimiliki.

Orang Nok terkenal dengan patung terakota skala besar dan produksi besi di Afrika Barat, sekitar milenium pertama SM.

Tim ilmuwan menemukan bahwa sepertiga dari pot tembikar yang digunakan oleh orang Nok kuno digunakan untuk memproses atau menyimpan lilin lebah.

Baca Juga: Tak Banyak yang Tahu, Ini Manfaat Mengonsumsi Madu Selama Puasa

Di beberapa bagian Afrika saat ini, madu dikumpulkan dari sarang lebah liar yang dapat ditemukan di batang pohon dan di bagian bawah cabang yang tebal.

Komentar