alexametrics

OPM Tuding Pemerintah Putus Internet, Pemprov Papua: Jangan Sebar Hoaks

Liberty Jemadu
OPM Tuding Pemerintah Putus Internet, Pemprov Papua: Jangan Sebar Hoaks
Anggota TPNPB yang dipimpin oleh Egianus Kogoya. [Tabloid Jubi/Istimewa]

OPM menuding pemerintah sengaja memutus layanan telekomunikasi di Papua jelang kedatangan Pasukan Setan.

Suara.com - Pemerintah Provinsi Papua menegaskan bahwa lumpuhnya layanan telekomunikasi di beberapa wilayahnya disebabkan oleh putusnya kabel bawah laut dan bukan karena alasan lain, termasuk karena disengaja oleh pemerintah seperti yang dituding oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM).

"Sudah jelas ini jaringan putus, tidak ada spekulasi yang lain, jangan lagi mengembangkan hoaks sehingga suasana semakin sulit," kata Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Papua Muhammad Musaad di Jayapura, Rabu (5/5/2021).

Seperti diwartakan sebelumnya, jaringan telekomunikasi di sejumlah wilayah Papua lumpuh sejak Jumat malam (30/4/2021) hingga saat ini. Telkom mengatakan bahwa masalah itu dipicu oleh putusnya kabel bawah laut dekat daerah Sarmi.

Musaad mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dan berkomunikasi dengan pihak terkait, sehingga dapat memberikan pelayanan minimal ke masyarakat.

Baca Juga: Jubir OPM: Pemerintah Indonesia Sengaja Matikan Internet di Papua

"Dengan koordinasi ini diharapkan kami bisa mengambil langkah-langkah demi kelancaran pelayanan ke depan," kata Musaad seperti dilansir dari Antara.

Dia menjelaskan pihaknya memberikan kesempatan kepada PT Telkom Papua untuk mengupayakan perbaikan yang maksimal sehingga jaringan telekomunikasi dapat kembali normal.

"Dengan kondisi jaringan seperti ini, diharapkan tidak mengendorkan semangat menciptakan suasana yang damai," ujarnya.

Sebelumnya juru bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat atau TPNPB - OPM Sebby Sambom menuding Jakarta sengaja memutus layanan telekomunikasi di Papua menjelang datangnya pasukan setan.

Pasukan Setan yang dimaksud Sebby adalah Batalyon Infanteri (Yonif) 315/Garuda yang bermarkas di Bogor, Jawa Barat. Mabes TNI rencananya akan mengerahkan pasukan berkekuatan 400 personel itu ke Papua dalam waktu dekat.

Baca Juga: Kabel Bawah Laut Putus, Telkom Akan Beri Kompensasi untuk Pengguna di Papua

Sebby menceritakan kalau pihaknya tidak bisa memantau pergerakan kawan-kawannya di sejumlah distrik karena tidak ada internet atau jaringan komunikasi lainnya. Kata dia, sudah lima hari komunikasi pihak TPNPB pusat dengan pasukan terputus.

"Lima hari pemerintah putuskan telekomunikasi," kata Sebby kepada Suara.com, Rabu.

Menurutnya, hal tersebut sengaja dilakukan pemerintah karena hendak mengirimkan 400 prajurit TNI yang tergabung dalam Pasukan Setan ke timur Indonesia. Pasukan Setan itu dikirimkan ke Papua untuk menyerbu pasukan TPNPB yang dinyatakan sebagai teroris

"Itu sengaja, karena TNI-Polri mau lakukan operasi militer yang masif," tuding Sebby.

Komentar