alexametrics

Akun Masih Diblokir, Donald Trump: Facebook, Twitter, dan Google Memalukan

Bimo Aria Fundrika | Dicky Prastya
Akun Masih Diblokir, Donald Trump: Facebook, Twitter, dan Google Memalukan
Donald Trump. (AFP/Mandel Ngan)

Lebih lanjut, Trump mengatakan Facebook, Twitter, dan Google adalah perusahaan media sosial korup yang harus membayar harga politik.

Suara.com - Keputusan Dewan Pengawas Facebook untuk terus memblokir akun Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuai kecaman. Hal ini disampaikan langsung oleh Trump lewat pernyataan resmi pertamanya.

"Kebebasan berbicara telah diambil dari Presiden Amerika Serikat," tulis Trump dalam email yang diperoleh The New York Times, dikutip dari The Verge, Kamis (6/5/2021).

Dalam pernyataannya, Trump menilai tindakan Facebook Twitter, dan Google merupakan aib yang memalukan negara. Menurutnya, ketiga media tersebut telah mengambil hak kebebasan berbicara Presiden AS karena mereka takut dengan kebenaran.

Ilustrasi media sosial (unsplash/@dole777)
Ilustrasi media sosial (unsplash/@dole777)

"Namun kebenaran akan terungkap, lebih besar dan lebih kuat dari sebelumnya. Warga negara kita tidak akan mendukungnya!" tegas Trump.

Baca Juga: Beli Scroll, Konten Berita Twitter Bisa Bebas Iklan

Lebih lanjut, Trump mengatakan Facebook, Twitter, dan Google adalah perusahaan media sosial korup yang harus membayar harga politik dan tidak boleh diizinkan lagi untuk merusak proses Pemilu AS.

Sebelumnya, Dewan Pengawas Facebook memutuskan untuk tetap memblokir akun Donald Trump. Namun mereka juga mempertimbangkan Facebook untuk tidak memblokirnya secara permanen.

Untuk itulah, perusahaan diminta untuk meninjau keputusan blokir akun Trump selama enam bulan ke depan.

"Hal ini untuk menentukan dan membenarkan tanggapan yang proporsional yang konsisten dengan aturan, yang diterapkan ke pengguna platformnya," kata Dewan Pengawas Facebook.

Tinjauan itu dinilai sebagai peluang yang memungkinkan Trump bisa kembali ke Facebook. Namun keputusan akhir tetap ditentukan oleh Facebook sendiri.

Baca Juga: Cowok Mendadak Dapat WA dari Ibu Kost, Warganet Auto Iri Lihat Isinya

Nick Clegg selaku Vice President of Global Affairs and Communications Facebook menyatakan, perusahaan akan mempertimbangkan keputusan dewan pengawas dan menentukan posisi kebijakan terkait blokir permanen seperti yang diminta.

Komentar