alexametrics

Satu Lagi! Peneliti AI Kedua Dipecat Google

Dythia Novianty
Satu Lagi! Peneliti AI Kedua Dipecat Google
Kantor Google di Mountain View, California, Amerika Serikat (Shutterstock).

Peneliti Margaret Mitchell mengatakan, dia telah dipecat dari lab AI perusahaan, Google Brain.

Suara.com - Kedua kalinya dalam tiga bulan, seorang peneliti terkemuka di bidang etika dalam kecerdasan buatan (AI) mengatakan, telah dipecat Google.

Pada Jumat (7/5/2021), peneliti Margaret Mitchell mengatakan, dia telah dipecat dari lab AI perusahaan, Google Brain, tempat dia sebelumnya memimpin kelompok yang mengerjakan pendekatan etis untuk kecerdasan buatan.

Mantan wakil pemimpin grup itu, Timnit Gebru, keluar dari Google pada bulan Desember.

Gebru mengatakan, dia telah dipecat setelah menolak mencabut atau menghapus namanya dari makalah penelitian yang mendesak kehati-hatian dengan sistem AI yang memproses teks, termasuk teknologi yang digunakan Google di mesin pencari.

Baca Juga: Google Play Store Bakal Ungkap Data Pengguna yang Diambil Aplikasi

Gebru mengatakan, dia yakin bahwa perselisihan mungkin telah digunakan sebagai alasan perusahaan mengeluarkannya karena kesediaannya, untuk berbicara tentang perlakuan buruk Google terhadap karyawan dan perempuan kulit hitam.

Mitchell mengetahui bahwa dia telah dilepaskan melalui email pada Jumat sore.

Cuitan Margaret Mitchell . [Twitter]
Cuitan Margaret Mitchell . [Twitter]

Di dalam Google, tim lamanya diberi tahu seorang manajer bahwa dia tidak akan kembali dari skorsing yang dimulai bulan lalu.

Dunia yang lebih luas mengetahui ketika Mitchell memosting dua kata di Twitter, "Saya dipecat."

Dalam sebuah pernyataan, juru bicara Google mengatakan, Mitchell telah membagikan dokumen rahasia bisnis yang sensitif dan data pribadi karyawan lain, di luar perusahaan.

Baca Juga: Karyawan Google Boleh Kerja di Kantor selama 3 Hari Seminggu

Setelah penangguhan Mitchell bulan lalu, Google mengatakan, aktivitas di akunnya telah memicu sistem keamanan.

Komentar