Satu Lagi! Peneliti AI Kedua Dipecat Google

Dythia Novianty

Minggu, 09 Mei 2021 | 06:30 WIB
Satu Lagi! Peneliti AI Kedua Dipecat Google
Kantor Google di Mountain View, California, Amerika Serikat (Shutterstock).

Suara.com - Kedua kalinya dalam tiga bulan, seorang peneliti terkemuka di bidang etika dalam kecerdasan buatan (AI) mengatakan, telah dipecat Google.

Pada Jumat (7/5/2021), peneliti Margaret Mitchell mengatakan, dia telah dipecat dari lab AI perusahaan, Google Brain, tempat dia sebelumnya memimpin kelompok yang mengerjakan pendekatan etis untuk kecerdasan buatan.

Mantan wakil pemimpin grup itu, Timnit Gebru, keluar dari Google pada bulan Desember.

Gebru mengatakan, dia telah dipecat setelah menolak mencabut atau menghapus namanya dari makalah penelitian yang mendesak kehati-hatian dengan sistem AI yang memproses teks, termasuk teknologi yang digunakan Google di mesin pencari.

Gebru mengatakan, dia yakin bahwa perselisihan mungkin telah digunakan sebagai alasan perusahaan mengeluarkannya karena kesediaannya, untuk berbicara tentang perlakuan buruk Google terhadap karyawan dan perempuan kulit hitam.

Mitchell mengetahui bahwa dia telah dilepaskan melalui email pada Jumat sore.

Cuitan Margaret Mitchell . [Twitter]
Cuitan Margaret Mitchell . [Twitter]

Di dalam Google, tim lamanya diberi tahu seorang manajer bahwa dia tidak akan kembali dari skorsing yang dimulai bulan lalu.

Dunia yang lebih luas mengetahui ketika Mitchell memosting dua kata di Twitter, "Saya dipecat."

Dalam sebuah pernyataan, juru bicara Google mengatakan, Mitchell telah membagikan dokumen rahasia bisnis yang sensitif dan data pribadi karyawan lain, di luar perusahaan.

baca juga

Setelah penangguhan Mitchell bulan lalu, Google mengatakan, aktivitas di akunnya telah memicu sistem keamanan.

Sumber yang mengetahui skorsing Mitchell mengatakan, dia telah menggunakan skrip untuk menelusuri emailnya untuk materi yang berkaitan dengan waktu Gebru di perusahaan.

Gebru, Mitchell, dan tim AI etis mereka di Google adalah kontributor utama bagi pertumbuhan terbaru dalam penelitian oleh para ahli AI yang ingin memahami dan mengurangi potensi kerugian AI.

Mereka berkontribusi pada keputusan eksekutif Google untuk membatasi beberapa penawaran AI perusahaan, seperti dengan menghentikan fitur layanan pengenalan gambar yang berusaha mengidentifikasi jenis kelamin di foto.

Keluarnya dua perempuan kritis dari Google, telah menarik perhatian baru pada ketegangan yang melekat dalam perusahaan, yang mencari keuntungan dari AI sambil juga mempertahankan staf untuk menyelidiki batasan apa yang harus ditempatkan pada teknologi.

Bos riset AI Google, Jeff Dean, sebelumnya mengatakan bahwa makalah penelitian yang menyebabkan kepergian Gebru berkualitas buruk, dan dia tidak menyebutkan beberapa cara untuk memperbaiki kekurangan dalam sistem teks AI.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sistem Deteksi Gempa Google Kini Tersedia di Ponsel Android

Sistem Deteksi Gempa Google Kini Tersedia di Ponsel Android

Tekno | Kamis, 29 April 2021 | 23:24 WIB

Modus Baru, Pencuri Spesialis Kafe di Tuban Ini Manfaatkan Google Maps

Modus Baru, Pencuri Spesialis Kafe di Tuban Ini Manfaatkan Google Maps

Jatim | Kamis, 29 April 2021 | 18:51 WIB

Google Bantu India dengan Kucurkan Dana 261 Miliar untuk Atasi Covid

Google Bantu India dengan Kucurkan Dana 261 Miliar untuk Atasi Covid

Kaltim | Rabu, 28 April 2021 | 11:55 WIB

Wow! Lelaki Ini Beli Situs Web Google Argentina Seharga Rp 41 Ribuan

Wow! Lelaki Ini Beli Situs Web Google Argentina Seharga Rp 41 Ribuan

Tekno | Rabu, 28 April 2021 | 08:30 WIB

Google Kucurkan Dana Rp 261 Miliar untuk Atasi Covid-19 di India

Google Kucurkan Dana Rp 261 Miliar untuk Atasi Covid-19 di India

Tekno | Senin, 26 April 2021 | 21:36 WIB

Perkuat Bisnis Media Digital, Google News Initiative Gandeng AMSI

Perkuat Bisnis Media Digital, Google News Initiative Gandeng AMSI

Kalbar | Senin, 26 April 2021 | 00:18 WIB

Terkini

Resmi Dilantik, GEKRAFS Kota Cirebon Siapkan Etalase Digital dan Program Kreator Lokal

Resmi Dilantik, GEKRAFS Kota Cirebon Siapkan Etalase Digital dan Program Kreator Lokal

Jabar | Minggu, 27 September 2026 | 10:11 WIB

6 Pasangan Shio Pebisnis yang Paling Cepat Melipatgandakan Modal

6 Pasangan Shio Pebisnis yang Paling Cepat Melipatgandakan Modal

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 10:10 WIB

5 Cara Mengatasi Kulit Wajah Makin Berminyak di Siang Hari Setelah Pakai Moisturizer

5 Cara Mengatasi Kulit Wajah Makin Berminyak di Siang Hari Setelah Pakai Moisturizer

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 10:09 WIB

Pasar Kripto Semringah Pada Agustus 2026, Transaksi Melonjak 16%

Pasar Kripto Semringah Pada Agustus 2026, Transaksi Melonjak 16%

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 10:07 WIB

Profil Abe Hoed, Anak Melly Goeslaw yang Resmi Lamar Putri Bambang Soesatyo

Profil Abe Hoed, Anak Melly Goeslaw yang Resmi Lamar Putri Bambang Soesatyo

Entertainment | Minggu, 27 September 2026 | 09:58 WIB

BYD Makin Perkasa: Ekspansi Raksasa Otomotif Tiongkok Kini Rambah Kereta Listrik Industri

BYD Makin Perkasa: Ekspansi Raksasa Otomotif Tiongkok Kini Rambah Kereta Listrik Industri

Otomotif | Minggu, 27 September 2026 | 09:56 WIB

Bosan Makan Nasi? Intip 3 Cara Pengolahan Sorgum sebagai Alternatif Karbo

Bosan Makan Nasi? Intip 3 Cara Pengolahan Sorgum sebagai Alternatif Karbo

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 09:50 WIB

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Masih Berkantor dan Belum Ditahan? Ini Alasannya

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Masih Berkantor dan Belum Ditahan? Ini Alasannya

Sulsel | Minggu, 27 September 2026 | 09:40 WIB

Rudy Mas'ud Arahkan Kegiatan ke Hotel BUMD, Dinas Pariwisata Ungkap Alasannya

Rudy Mas'ud Arahkan Kegiatan ke Hotel BUMD, Dinas Pariwisata Ungkap Alasannya

Kaltim | Minggu, 27 September 2026 | 09:40 WIB

BEI Hapus Kriteria Papan Pemantauan Khusus, Besok Harga Minimum Saham Jadi Rp1

BEI Hapus Kriteria Papan Pemantauan Khusus, Besok Harga Minimum Saham Jadi Rp1

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 09:35 WIB

×